Toba Explorer

Toba Explorer Toba Explorer is a brand name of a destination management company providing tailored tour packages specialises in the region of Lake TOBA, Indonesia.

Welcome to the Toba Explorer page. Before you join the journeys, click the "Like" button above to stay updated. Now you're ready to go! Let's Explore wonderful TOBA! Toba Explorer is a brand name of a destination management company providing tailored tour packages specialises in the region of Lake Toba (https://en.wikipedia.org/wiki/Lake_Toba) in North Sumatra, Indonesia. Our Travel Philo

sophy:
-To practice low-impact, educational, ecological and culturally sensitive traveling that benefits local host community
-To rise environmental and cultural awareness and respect
To provide positive and unique experiences for both visitors and hosts
-To provide financial benefits and empowerment for local people
-To create a new platform for providing innovative traveling concepts that will target people who are seeking unique adventures and are open for horizon expanding and life-changing experiences in different cultures around the world.
-To operate on exceptional traveling experiences among the most exotic and culturally interesting places around Lake Toba.
-To promote Lake Toba Region as a travel destination and to promote ecotourism in the Lake Toba society. "Explorers see what they see while tourists see what they came to see. Join Toba Explorer and Explore wonderful TOBA!"

For enquiries, reservation or would like to purchase our tour packages to your desire tour destination, kindly sending us a mail at [email protected] or sending us a text messages using WhatsApp at +62 813-3805-4860.

Wisata Alam 1000 Gua di Desa Banurea
01/09/2022

Wisata Alam 1000 Gua di Desa Banurea

Bobocabin Signature Toba
17/07/2021

Bobocabin Signature Toba

Global Geoparks Network Map 2021/2022
18/05/2021

Global Geoparks Network Map 2021/2022





SUNDALAND - “Jembatan Darat” Asia Tenggara21.000 tahun yang lalu, ketinggian air laut berada 150 meter lebih dangkal dib...
05/03/2021

SUNDALAND - “Jembatan Darat” Asia Tenggara

21.000 tahun yang lalu, ketinggian air laut berada 150 meter lebih dangkal dibandingkan sekarang, Kepulauan di Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Asia Tenggara Daratan terhubung.

Sundaland terdiri dari pulau-pulau yang ada di paparan Sunda (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Palawan, Teluk Thailand, dan pulau-pulau kecil di dekatnya) dan Semenanjung Malaya. Pulau Palawan juga dianggap sebagai bagian dari Sundaland.

Asia Tenggara memiliki sejarah geologi paling kompleks di dunia. Hasil dari tabrakan antara dua benua kuno yang dipisahkan oleh gugusan kepulauan tersebut, beberapa keanekaragaman hayati yang berbeda dapat diidentifikasi dalam kawasan biogeografis (Indochina, Sundaland, Wallacea, dan Papua), dibatasi oleh tanah genting Kra dan Garis Wallace.

Perubahan iklim selama zaman kuarter (Kala Pliosen dan Plistosen), mempengaruhi ketinggian permukaan laut sehingga mengubah total luas wilayah yang mempengaruhi persebaran geografis dan tipe-tipe hutan berdasarkan zonasi ketinggian.


ASEAN "Land Bridge"

21,000 years ago. At the time, seawater level was 150 meters shallower compared today. The islands of Philippines, Indonesia, Malaysia, Singapore, and mainland ASEAN are connected with mainland Asia.

Sundaland is made up of the islands
lying on the Sunda shelf (Sumatra, Borneo, Java, Palawan, Gulf of Thailand and smaller nearby islands) and the Malay Peninsula. It is bordered on the East of Borneo and Bali. Palawan Island is considered to be part of the Sundaland.
The Southeast Asian continent has one of the most complex geological histories in the world. The product of an ongoing collision between 2 ancient continents separated by an island archipelago, several distinct centers of biological diversity can be identified within a small geographic range (Indochina, Sundaland, Wallacea, and Papuasia), demarcated by the Isthmus of Kra and Wallace's Line.
During the Quaternary Period, cyclical climate changes have affected the region in 2 ways: sea level change modified total land area climate change affected the geographic distribution and elevational zonation of forest types.

📷 sundaland

HEART OF TOBAEkspedisi ber-Kayak di Danau TobaSebuah Interpretasi yang menarik tentang Danau Toba (sekarang dunia mengen...
16/02/2021

HEART OF TOBA
Ekspedisi ber-Kayak di Danau Toba

Sebuah Interpretasi yang menarik tentang Danau Toba (sekarang dunia mengenalnya dengan nama Toba Caldera UNESCO Global Geopark).

PS. Terima kasih Mas Priyo, Mbak Suina dan semua yang make it happen 🙏

Video of our trip down Lake Toba for approximately 2 weeks using Sea Kayak. On this trip, apart from trying to explore the culture of paddling in Lake Toba, ...

Solu di Danau TobaPada masanya, Solu (sampan; perahu-kecil) adalah sebuah alat transportasi paling penting di sekitar Da...
10/08/2020

Solu di Danau Toba
Pada masanya, Solu (sampan; perahu-kecil) adalah sebuah alat transportasi paling penting di sekitar Danau Toba yang digunakan oleh masyarakat disana. Bahkan dalam setiap upacara adat Batak, selalu diperdengarkan 'umpasa' (syair, nasehat, doa): "Sahat sahat ni SOLU sahat ma tu bontean..." (bontean: pelabuhan/tujuan).

Solu digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari misalnya mencari ikan, menuju ke Huta (perkampungan) atau ke Onan (pasar rakyat) di pinggiran Danau Toba. Ukurannya tidak terlalu panjang, sekitar 3 sampai 5 meter, Solu dibuat atau dibentuk dari log kayu yang utuh; umumnya dari kayu pohon Ingul (Toona sureni dan Toona sinensis) yang tumbuh di sekitar Danau Toba.



UGGp

Emilio Modigliani (1860-1932)"Pada waktu subuh, di suatu hari yang lembab, untuk pertama kalinya terbentang dihadapan ma...
16/06/2020

Emilio Modigliani (1860-1932)

"Pada waktu subuh, di suatu hari yang lembab, untuk pertama kalinya terbentang dihadapan mata saya telaga yang luas, sunyi dan berkabut itu. Keharuan dan rindu yang tak terperikan melanda diriku ketika memandang keajaiban alam itu. Sejak bertahun-tahun saya telah jatuh cinta pada Danau Toba. Sejak lama saya telah mempelajari danau ini dari surat para misionaris yang melukiskan si "dia" sebagai suatu tamasya surgawi".

Kutipan romantisme penjelajah (anthropologist) Eropa. Berdasarkan teks ceramah Emilio Modigliani, di Societa Geografika Italiana, pada tanggal 6 February 1892, di kota Firenze, Italia.
[TOBA NA SAE - Sitor Situmorang; hal. 320]

NOT ALL CLASSROOMS HAVE FOUR WALLSSampuran Harangan Bagot
08/12/2019

NOT ALL CLASSROOMS HAVE FOUR WALLS
Sampuran Harangan Bagot

Sampuran Harangan Bagot
07/12/2019

Sampuran Harangan Bagot

Sibisa
02/03/2019

Sibisa

Address

Balige

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toba Explorer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Toba Explorer:

Share