09/09/2026
Ada sebuah fenomena yang terdengar seperti melawan logika alam terjadi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kali Odo di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, justru memiliki debit air yang membesar ketika musim kemarau. Sebaliknya, saat musim penghujan tiba, alirannya malah mengecil bahkan dapat mengering. Fenomena ini disebut pakar sebagai anomali hidrologi.
Mengapa bisa terbalik? Salah satu dugaan kuat adalah adanya jeda waktu yang panjang antara air hujan di permukaan dan air yang akhirnya mencapai akuifer atau lapisan penyimpan air tanah. Air hujan yang meresap selama musim penghujan tidak selalu langsung keluar sebagai mata air. Jika proses menuju akuifer berlangsung berbulan-bulan, air tersebut justru bisa baru muncul ketika permukaan sudah memasuki musim kemarau.
Pakar juga menyebut kemungkinan lain, yaitu karakteristik batuan karst. Pada sistem karst, air dapat mengalir melalui jaringan retakan, lorong bawah tanah, dan gua. Beberapa struktur bahkan dapat bekerja menyerupai siphon, sehingga air baru mengalir keluar setelah terkumpul dalam jumlah dan tekanan tertentu. Namun, penyebab pastinya di Kali Odo masih perlu dikaji lebih lanjut.
Yang membuat fenomena ini semakin menarik, warga menyebut pola tersebut telah berlangsung sejak dahulu. Jadi, ketika sungai lain mulai menyusut akibat kemarau, Kali Odo justru bisa menjadi semakin deras. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa sistem air di bawah permukaan Bumi jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari permukaan.
Sumber/Referensi : detikJateng, 29 Agustus 2026, wawancara dengan Guru Besar Keairan Teknik Sipil Universitas Diponegoro Prof. Ign Sriyana; Beritajateng.tv, 25 Agustus 2026.