10/09/2025
Pada Senin, 8 September 2025 yang lalu menjadi momen bersejarah ketika Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, meresmikan berdirinya Kementerian Haji dan Umrah di Kabinet Merah Putih, sekaligus memberikan amanah kepada KH. M. Irfan Yusuf Hasyim dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Gus Irfan adalah cucu KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan putra KH Yusuf Hasyim. Sejak lama ia aktif dalam dunia pesantren, pernah menjadi Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989), mengasuh Pesantren Al-Farros sejak 2006, serta menjabat Komisaris Utama PT BPR Tebuireng (1996-2016).
Selain kiprahnya di pendidikan dan pesantren, Gus Irfan juga menorehkan jejak di dunia politik. la pernah menjadi juru bicara tim Prabowo-Sandi (2018), kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI 2024-2029 dengan 77 ribu suara dari Jawa Timur VIII, sebelum akhirnya dipercaya memimpin BP Haji (2024-2025).
Sedangkan Dahnil Anzar Simanjuntak, seorang politikus Partai Gerindra, aktivis Muhammadiyah, dan dosen. Ia pernah menjadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pemilihan Presiden 2019 dan Staf Khusus Kementerian Pertahanan bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga.
Semoga Gus Irfan dan Bang Dahnil dapat menjalankan amanah mulia dengan sebaik-sebaiknya dan mewujudkan 3 pilar sukses dari Kementrian Haji dan Umrah:
1. Sukses Ritual: Menjamin jemaah menjalankan ibadah haji dengan aman dan khusyuk.
2. Sukses Ekosistem Ekonomi: Mengoptimalkan potensi haji untuk mendukung ekonomi.
3. Sukses Peradaban dan Keadaban: Membentuk jemaah sebagai duta Islam yang positif dan toleran.