ECC (edi faisol comunication cindicate)

ECC (edi faisol comunication cindicate) ECC ECC atau Edi faisol Comunication Cindicate

Address

Semarang

General information

ECC awalnya memproduksi pemberitaan dengan menerbitkan Agrikultura, sebuah tabloid mingguan khusus menyajikan informasi pertanian perkebunan dan agri bisnis dan menempatkan central bisnisnya di kota Merah Semarang. Bisnis awal ini melibtakan sejumlah jurnalisme muda utamanya alumni pers kampus dan gerakan kerakyatan, menjadikan media yang dikonsumsi oleh 75 persen dari gabungan petani kabupaten dan kota sejateng benar-benar menunjukkan existenisnya sebagai media komunikasi petani lokal. Materi pemberitaan yang tajam dilengkapi infografis dan tampilan kartunis mengenai laporan utama hasil investigasi seperti pada edisi khusus “Kemana Pupuk Menghilang”, “Impor Beras Jelang Musim Panen” menimbulkan reaksi protes petani terhadap kebijakan pemerintah. “Kala itu Agrikultura benar-benar mencerahkan petani”, ujar salah seorang pengamat media. Keberadaan ECC dengan Agrikultura yang dirikan soerang pemuda radikal alumni schools and the poor people's struggle, the international foundation of Marxist German ini menggugah semangat perlawanan petani. Tak heran antara tiga hari hingga satu pekan setelah media ini terbit, selalu diikuti oleh aksi protes petani terhadap pemerintah. Rasa berita Agrikultura nendang banget “Benar-benar mendidik rakyat dengan pergerakan dan mendidik penguasa dengan perlawanan,” ujar seorang pengamat tadi menambahkan Sementara sang pendiri mengakui keberadaan ECC yang kemudian menerbitan Agrikultura diakui bukan sebagai bisnis semata, namun lebih sebagai media perlawanan kelompok mayoritas petani yang masih terrtindas. “Agrikultura merupakan cerminan manifestasi cita-cita ekponen aktivis pergerakan dan alumni pers kampus yang sebelumnya gagal menjadikan pers kampus sebagai bacaan alternatif,” ujar sang pendiri pada sebuah louncing Agrikultura di Semarang. Sikapnya ini dibuktikan dengan penolakan tawaran fasilitas perkantoran gratis di pusat bisnis Semarang yang konon dari petinggi badan logistik nasional, serta bantuan mesin canggih dari luar negeri. Juga sikapnya yang menolak untuk dicalonkan sebagai kandidat anggota parlemen nomor urut pertama dari partai besar pemenang pemilu. “Ini pilihan sadar saya, kesadaran yang tak bisa ditawar dengan murah,” ujar sang pendiri yang mengakui penganut ideologi nasional demokrasi dan kerakyatan ini. Hingga akhirnya ECC dengan Agrikulturanya yang saat itu bekerja sama dengan Jaringan Tani Nelayan Amanah harus berhenti atau putus kontrak karena komitment sang pendiri yang menolak intervensi masuknya saham dari perusahaan BUMN yang produsen pupuk dan salah satu kementerian, yang dinilai membahayakan kualitas pemberitaan yang selama ini sebagai control terhadap kebijakan. Dalam sebuah rapat besar, dalam kesejukan pendingin ruangan di sebuah hotel bintang awal tahun 2008, dengan berat hati dan bayangan romantis aksi-aksi petani, sang pendiri menolak teken perpanjangan kontrak. Langkah ini diikuti oleh sejumlah profesional muda yang menguasai keredaksian. Intinya Agrikultura pecah antara kelompok redaksi yang pro sterilisasi dengan menejemen keuangan yang mengutamakan penghasilan dari pada idealisme sebuah media. Agrikultura kehilangan peramu handal, hingga tak terbit lagi menyapa petani miskin jawa. Sekitar bulan Mei 2008 perusahaan ini menjalin kontrak yang sebelumnya uji coba memproduksi berita dan informasi seputar Pantura untuk Tempo News Room dibawah perusahaan PT Tempo Inti Media. Kerja sama ini pada awalnya hanya memberikan informasi sekitar berita kebijakan politik lokal, kultur seni, dan human interest. Kemudian dipercaya memberikan sajian investigasi reporting dan pengalian sejarah dengan gaya penulisan jurnalisme sastrawi sesuai permintaan klien. Kini di tengah existensi sebagai salah satu perusahaan komunikasi terpandang di wilayah Pantura, ECC siap melouncing produk baru berupa penulisan buku, pelatihan gratis bagi siswa sekolah dan mahasiswa serta penelitian serta kajian media lokal. Dengan prinsip ideologi komunikasi sebagai penyampai, penghimbau dan mengajak dalam kontek dakwah bil kalam, ECC membuka peluang kerja sama dengan masyarakat luas dalam kebebasan informasi publik. Untuk meningkatkan kualitas SDM, ECC yang telah mengirimkan sejumlah pekerjanya untuk meneruskan study di negara sosialis demokrasi seperti di Eropa dan sejumlah negara ketiga radikal seperti Iran, venezuela dan Kuba sebgaia komparasi dalam memberikan sajian berita hangat cepat dan akurat serta bernilai edukatif. Kebijakan ini tak sia-sia, terbukti ECC mampu mendapatkan anugerah sebagai penyaji berita terbaik dalam reportase yang ditayangkan berjudul "nasib bawang merah di tengah persaingan global" oleh Goverment and Peace, salah satu LSM asal negara German tahun 2012 ini. Ini merupakan anugerah prestise

Telephone

08882712694

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ECC (edi faisol comunication cindicate) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share