PT. Dirgantara Indonesia

PT. Dirgantara Indonesia Official IG of PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Indonesia's state owned enterprise specialized in aerospace & aeronautics engineering capabilities.

Indonesian Aerospace (IAe) or official Indonesian name PT Dirgantara Indonesia (Persero) is an Indonesian aerospace company involved in aircraft design and the development and manufacture of civilian and military regional commuter aircraft.

Bandung (30/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i ...
30/07/2026

Bandung (30/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 (sembilan) unit NC212i dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk end user TNI AU. Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.

Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara. Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif. Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA. Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot. Sebelumnya, pesawat ini telah memperoleh Flight Acceptance Certificate pada tanggal 9 Juli 2026.

”Alhamdulillah, hari ini kita akan melakukan ferry flight. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendeliver pesanan dari Kemhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari 9 (sembilan) yang di order. Insya Allah, ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Semoga proses ferry flight dari Bandung ke Malang berjalan dengan lancar, kru sehat selalu, serta selamat sampai di Malang,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI.

Sementara Letkol Pnb Andika Ardyagana mengatakan, “Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan.
Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemhan RI maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI. Kami dari TNI AU juga berharap semoga ke depan PTDI semakin besar dan mampu mendukung segala program Pemerintah dan dapat melengkapi kebutuhan pertahanan negara Indonesia untuk Indonesia Maju.”

Kedelapan unit pesawat NC212i yang telah dikirimkan PTDI kepada TNI AU dikonfigurasikan sesuai kebutuhan operasional, meliputi Troop Transport, Rainmaking & Camera, serta Navigation Training. Keberagaman konfigurasi tersebut mencerminkan kemampuan platform NC212i untuk mendukung berbagai kebutuhan misi, sekaligus menunjukkan kapabilitas PTDI dalam menghadirkan solusi kedirgantaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Adapun satu unit pesawat NC212i lainnya dijadwalkan akan diselesaikan dan dikirimkan pada Oktober 2027. Dengan demikian, PTDI akan menuntaskan seluruh pemenuhan kontrak pengadaan sembilan unit pesawat NC212i bagi Kemhan RI untuk end user TNI AU, sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam mendukung penguatan kemampuan operasional pertahanan udara nasional.

Jakarta Pusat (15/07) – Dalam rangka mendukung upaya strategis ekspansi kapasitas produksi PT Dirgantara Indonesia (Pers...
15/07/2026

Jakarta Pusat (15/07) – Dalam rangka mendukung upaya strategis ekspansi kapasitas produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), yang meliputi pengembangan klaster Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), Aerostructure, dan Unmanned Aerial System (UAS), sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan industri kedirgantaraan nasional, PTDI dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) (BIJB) Kertajati menandatangani Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati sebagai landasan kerja sama pengembangan kawasan industri kedirgantaraan. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Plt. Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Jakarta Pusat.

Penandatanganan ini merupakan kolaborasi strategis kedua belah pihak dalam mendukung kawasan Bandara Kertajati sebagai pusat aktivitas industri kedirgantaraan. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan, “Hari ini kita menyaksikan penandatanganan MoU antara PTDI dan BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan nasional.” Menurut AHY, pemerintah tidak hanya terus mengupayakan peningkatan aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi. Ia menambahkan, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita memiliki kemampuan, memiliki industrinya, tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya. Negara-negara maju selalu memulai dari keberpihakan terhadap industri dalam negerinya sendiri sebelum mampu bersaing di pasar global.”
Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup kerja sama pengembangan kawasan sisi barat Bandara Kertajati secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap awal, kedua belah pihak akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas existing, termasuk runway, untuk mendukung kegiatan uji terbang produk PTDI yang meliputi Fixed Wing, Rotary Wing, dan Unmanned Aircraft System (UAS), baik untuk kebutuhan pertahanan maupun komersial. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kedirgantaraan yang terintegrasi, di mana PTDI tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga layanan yang komprehensif mulai dari pengujian, sertifikasi, pemeliharaan, dukungan purna jual, hingga life cycle support, guna memperkuat fleet readiness sebagai salah satu keunggulan kapabilitas PTDI dalam mendukung keberlanjutan ekosistem kedirgantaraan.

Dalam sambutan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dibacakan oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, disampaikan, “Kami sangat yakin di Kertajati ini bisa dibangun suatu industri kedirgantaraan nasional yang tangguh. Di sana ada manufaktur, ada MRO, ada aerostructure, dan tentunya ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah, pemerintah daerah, dan global partner.”

Pengembangan kawasan Bandara Kertajati menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kedirgantaraan yang terintegrasi di Indonesia. Pengembangan ini juga menjadi langkah strategis PTDI dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi, seiring penugasan pengadaan 80 unit pesawat CN235 dan 30 unit pesawat N219. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu mendukung proses komersialisasi N219 sekaligus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana produksi PTDI guna menjawab kebutuhan pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyampaikan harapannya agar Kertajati tidak hanya berkembang sebagai bandar udara, tetapi juga menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional. ”Harapan kami, Kertajati tidak berhenti sebagai bandara, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pusat industri kedirgantaraan nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, PTDI dan BIJB berkomitmen menjadikan Kertajati sebagai Integrated Aerospace Hub yang mampu menghadirkan ekosistem kedirgantaraan nasional yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalis bagi penguatan rantai nilai industri dirgantara Indonesia, memperluas kolaborasi strategis, mendorong pengembangan teknologi dan sumber daya nasional, serta mempercepat terwujudnya kemandirian industri yang kompetitif di tingkat global.

14/07/2026

Proud to redelivering the Bell 412 EPI with tail number HA-5231 to the Indonesian Army today after completing its maintenance at PTDI.

Advanced technology, peak performance, and unwavering reliability—ready for every mission ahead.

Jakarta Utara (10/07) – Pada hari kedua penyelenggaraan pameran Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 d...
11/07/2026

Jakarta Utara (10/07) – Pada hari kedua penyelenggaraan pameran Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) menggelar seremoni peringatan 40 tahun kemitraan bersama Bell Textron Inc. (Bell) sebagai simbol keberlanjutan kolaborasi kedua Perusahaan dalam mendukung pengembangan industri dirgantara.

Dalam momentum ini, Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal menyerahkan plakat Honoring 40 Years of Strategic Partnership kepada perwakilan Bell Textron Inc. (Bell), Business Development Director, Yudhistira Nugraha, disaksikan oleh Wakil Komisaris Utama PTDI, Bagus Purohito, sebagai bentuk penghargaan atas empat dekade kemitraan strategis yang dilandasi oleh kepercayaan dan kolaborasi berkelanjutan antara kedua Perusahaan. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa PTDI dan Bell akan terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan solusi helikopter serta mendukung kemajuan industri dirgantara di Indonesia.

Seremoni tersebut menjadi salah satu agenda PTDI dalam rangkaian penyelenggaraan IISAR 2026 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang Search and Rescue (SAR). IISAR 2026 menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan instansi pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra internasional dalam menghadirkan inovasi, teknologi, produk, dan layanan yang mendukung operasi SAR, penanggulangan bencana, serta misi kemanusiaan. Partisipasi PTDI pada ajang ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem SAR nasional melalui solusi kedirgantaraan.

“Empat puluh tahun merupakan sebuah pencapaian yang mencerminkan kepercayaan, komitmen, dan hubungan yang telah terbangun secara konsisten antara Bell dan PTDI. PTDI berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Bell melalui pengembangan layanan yang semakin terintegrasi, mulai dari perakitan, kustomisasi dan modifikasi helikopter, layanan pemeliharaan, dukungan purnajual, hingga peningkatan layanan kepada pelanggan. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan pengalaman global Bell dan kapabilitas industri PTDI, kita dapat terus menghadirkan solusi terbaik bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan industri dirgantara di Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik,” ujar Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal.

Sementara itu, Business Development Director, Yudhistira Nugraha menyampaikan bahwa Bell mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin bersama PTDI selama empat dekade. “Hubungan Bell dan PTDI telah terjalin selama lebih dari empat dekade. Kerja sama ini dimulai dari produksi komponen helikopter untuk Bell dan dilanjutkan pada tahun 2012 melalui penandatanganan Industrial and Commercial Agreement. Perjanjian tersebut memberikan kesempatan bagi PTDI untuk tidak hanya melakukan penjualan dan penyerahan akhir helikopter, tetapi juga penambahan peralatan dan penyelarasan Bell 412 sesuai misi yang dibutuhkan oleh pengguna akhir. Kami berkomitmen untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama kami dengan PTDI,” ujar Business Development Director, Yudhistira Nugraha.

Empat Dekade Kemitraan PTDI dan Bell
Kemitraan PTDI dan Bell telah berkembang selama empat dekade melalui berbagai bentuk kolaborasi di bidang manufaktur, pemeliharaan, serta pengembangan industri helikopter. Hubungan jangka panjang tersebut menjadi fondasi bagi kedua Perusahaan dalam membangun kerja sama yang saling memperkuat serta memberikan nilai tambah bagi industri dirgantara Indonesia.
Seiring dengan berkembangnya kemitraan tersebut, PTDI dan Bell terus memperluas ruang lingkup kolaborasi melalui berbagai inisiatif strategis. Pada ajang Indo Defence 2024 Expo & Forum yang diselenggarakan pada Juni 2025, kedua Perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam penyediaan helikopter Bell misi khusus bagi TNI dan instansi Pemerintah Indonesia, dengan PTDI berperan sebagai mission equipment integrator guna mendukung berbagai misi, termasuk SAR, evakuasi medis, dan pengintaian bersenjata. Kesepakatan tersebut juga mencakup pengembangan layanan purna jual bagi operator helikopter Bell di Indonesia, serta rencana perluasan kerja sama melalui peningkatan kewenangan PTDI dalam pemasaran dan penjualan helikopter Bell 505 serta perluasan cakupan pasar helikopter misi khusus di kawasan ASEAN.

Layanan Purna Jual Bell
Sebagai tindak lanjut dari kemitraan yang terus berkembang, PTDI terus memperkuat kapabilitasnya dalam memberikan layanan purna jual bagi berbagai operator helikopter Bell di Indonesia. Sebagai Bell Authorized Maintenance Center (AMC), PTDI merupakan bagian dari jaringan layanan resmi Bell yang menyediakan layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), modifikasi, dukungan teknis, layanan garansi, penyediaan suku cadang resmi, serta berbagai layanan pemeliharaan sesuai standar Bell guna mendukung kesiapan operasional armada pelanggan. Didukung fasilitas, infrastruktur, serta sumber daya manusia yang kompeten, PTDI berkomitmen untuk menghadirkan layanan berkualitas bagi operator Bell di Indonesia.
Peringatan empat dekade kemitraan PTDI dan Bell pada IISAR 2026 menjadi refleksi eratnya kolaborasi kedua Perusahaan dalam mendukung kebutuhan operator helikopter di Indonesia sekaligus mendorong pengembangan industri dirgantara nasional. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan IISAR 2026 sebagai wadah sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan operasi SAR, penggulangan bencana, dan misi kemanusiaan.

Jakarta Utara (10/07) – Mengawali agenda pada hari kedua pameran IISAR 2026, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) me...
10/07/2026

Jakarta Utara (10/07) – Mengawali agenda pada hari kedua pameran IISAR 2026, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Aero Nusantara Indonesia (PT ANI) sebagai landasan awal kerja sama dalam bidang jasa pemeliharaan, perbaikan, overhaul, serta pemanfaatan fasilitas pendukung pesawat udara beserta kegiatan pendukungnya. PKS ini ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal dan Direktur Utama PT ANI, Otto Sigit Budianto.

Perjanjian ini menjadi landasan bagi PTDI dan PT ANI untuk mengembangkan berbagai peluang sinergi dalam bidang MRO, meliputi pemanfaatan hanggar yang dimiliki dan/atau dikuasai secara sah oleh salah satu pihak, sumber daya manusia, peralatan kerja, tools, hanggar equipment, serta fasilitas logistik, yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional, kapabilitas, kesepakatan lebih lanjut para pihak, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui kolaborasi ini, kedua Perusahaan berkomitmen memperkuat kapasitas dan daya saing industri MRO nasional guna mendukung kemandirian industri penerbangan nasional serta meningkatkan daya saing layanan MRO Indonesia di tingkat regional.

Penguatan ekosistem MRO tidak dapat dilepaskan dari kesiapan fasilitas, kapabilitas industri, serta sumber daya manusia yang tersertifikasi dan memenuhi standar kelaikudaraan internasional. Oleh karena itu, kolaborasi antarpelaku industri nasional menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan layanan MRO yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.

”PTDI memandang bahwa penguatan industri MRO nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang saling melengkapi antarpelaku industri dalam negeri. Kerja sama dengan PT Aero Nusantara Indonesia menjadi fondasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, kompetensi sumber daya manusia, serta kapabilitas teknis yang dimiliki kedua Perusahaan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan MRO nasional, tetapi juga memperkuat kemandirian industri dirgantara Indonesia serta membuka peluang yang lebih besar bagi layanan MRO nasional untuk bersaing di pasar regional,” ujar Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal.

PTDI melalui unit Aircraft Services (ACS) memegang peran penting dalam penyediaan layanan MRO bagi berbagai jenis pesawat dan helikopter, baik untuk kebutuhan militer maupun sipil. Didukung fasilitas berstandar internasional, tenaga ahli berpengalaman, serta kapabilitas yang mencakup perawatan, perbaikan, overhaul, modifikasi, hingga peningkatan kemampuan pesawat, ACS PTDI terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar layanan MRO nasional.
Sejalan dengan pengembangan kapabilitas tersebut, PTDI menjalin kerja sama strategis dengan PT ANI untuk mengembangkan sinergi dalam mendukung penguatan layanan MRO nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki kedua Perusahaan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kapasitas layanan MRO nasional sekaligus memperkuat ekosistem industri penerbangan dalam negeri. Melalui sinergi ini, kedua Perusahaan berkomitmen untuk mendukung terwujudnya kemandirian industri penerbangan nasional serta meningkatkan daya saing layanan MRO Indonesia di tingkat regional.

”Kerja sama ini merupakan langkah positif bagi PT ANI untuk memperkuat sinergi dalam ekosistem MRO nasional. Melalui kerja sama ini, PT ANI mendukung penguatan kapasitas dan daya saing layanan MRO Indonesia sesuai dengan kapabilitas, sertifikasi, dan approval yang kami miliki, dengan senantiasa mengedepankan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan,” ujar Otto Sigit Budianto, Direktur Utama PT ANI.

Ke depan, kedua Perusahaan akan menindaklanjuti PKS ini melalui pembahasan berbagai program dan inisiatif kerja sama yang disepakati bersama, sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis serta penguatan ekosistem MRO nasional. Diharapkan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya ekosistem MRO nasional yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan.

Jakarta Utara (09/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) berpartisipasi dalam pameran Indonesian International S...
09/07/2026

Jakarta Utara (09/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) berpartisipasi dalam pameran Indonesian International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang berlangsung pada 9-12 Juli 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara. Berlokasi di Hall C No.10, Booth C01, PTDI menghadirkan berbagai platform udara yang dapat mendukung operasi search and rescue, di antaranya produk-produk helikopter, pesawat CN235, NC212, N219, serta produk engineering services berupa Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam dan Unmanned Aerial Vehicle (UAS) Wulung.

Pada hari pertama penyelenggaraan IISAR 2026, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengunjungi booth PTDI dan Bell untuk meninjau berbagai produk dan solusi kedirgantaraan yang ditampilkan dalam mendukung operasi Search and Rescue (SAR). Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK melihat secara langsung berbagai platform udara unggulan PTDI yang dipamerkan, termasuk produk helikopter hasil kolaborasi PTDI dan Bell.

Partisipasi PTDI dalam IISAR 2026 juga melibatkan Anak Perusahaannya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (PT NTP), yang memiliki kapabilitas di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) mesin pesawat, turbin industri, serta layanan engineering pendukung. Digagas oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, pameran ini merupakan ajang internasional yang mengintegrasikan exhibition, forum, dan operational challenge di sektor SAR, serta mempertemukan otoritas SAR, pelaku industri, dan para pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam satu platform kolaborasi. Bagi PTDI, keikutsertaan pada IISAR 2026 menjadi momentum strategis untuk memamerkan kapabilitas Perusahaan dalam menghadirkan solusi udara yang mendukung misi pencarian dan pertolongan, sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan mitra nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut sejalan dengan rekam jejak PTDI dalam mendukung penguatan kemampuan udara Basarnas. Sejak 2013 hingga 2019, PTDI secara bertahap telah menyerahkan 6 (enam) unit helikopter SAR AS365 N3+ Dauphin yang dirancang untuk mendukung berbagai operasi pencarian dan pertolongan di Indonesia. Selain penyediaan platform udara, PTDI juga memiliki kapabilitas dalam memberikan layanan purnajual, mulai dari pemeliharaan, perbaikan, overhaul, hingga dukungan teknis guna menjaga kesiapan operasional armada.

Sebagai industri dirgantara nasional, PTDI terus mengembangkan kapabilitas desain, manufaktur, integrasi sistem, hingga layanan after-sales support untuk menghadirkan solusi kedirgantaraan yang andal, adaptif, dan berdaya saing. Melalui partisipasi di pameran IISAR 2026, PTDI berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang SAR, sekaligus memperkenalkan kemampuan industri dirgantara Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan, keselamatan, dan penanggulangan keadaan darurat di tingkat nasional maupun internasional.

Bandung (03/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) t...
03/07/2026

Bandung (03/07) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kunjungan Industri (DI Edutainment) dan Talkshow Edukasi Bina Talenta Indonesia 2026 bekerja sama dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung dan Reka Karsa Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dharma Wanita dan Kawasan Produksi II PTDI Bandung ini memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai dunia industri dirgantara bagi para talenta muda Indonesia.

Program yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi wadah pembelajaran bagi talenta muda berprestasi di bidang STEM, koding, dan kecerdasan artifisial. Sebagai tuan rumah bidang STEM jenjang pendidikan menengah, Polman Bandung memfasilitasi pembinaan bagi 40 siswa terbaik dari tujuh provinsi yang kemudian memperoleh kesempatan mengenal lebih dekat proses manufaktur pesawat sekaligus memahami dinamika industri dirgantara nasional melalui kunjungan ke PTDI. Melalui program TJSL, PTDI berperan sebagai fasilitator industri yang menghubungkan pembelajaran STEM yang diusung Kemendikdasmen dengan pengenalan konsep energi terbarukan yang dikembangkan Polman melalui pengalaman observasi langsung di lingkungan manufaktur dirgantara.

Mengusung tema “Dinamika Industri Masa Depan: Realisasi Energi Terbarukan di Dunia Industri Pesawat Terbang dan Optimalisasi Peran Manusia di Era AI”, kegiatan ini membekali peserta dengan wawasan mengenai implementasi Green Aviation oleh Supervisor Forming Manufacturing Engineering PTDI, Deni Afriatna, serta penguatan essential human skills di era kecerdasan artifisial oleh Foresight-International Open University, Raihan Dary Henriana. Selaras dengan fokus Puspresnas dalam pengembangan AI, peserta dibekali strategi untuk menjadi talenta yang adaptif, mampu memecahkan masalah secara kreatif, serta memanfaatkan AI sebagai alat pendukung dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan factory tour untuk melihat proses pembuatan komponen pesawat hingga mengunjungi Gallery Sales Mockup PTDI guna mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan Perusahaan.

”Industri dirgantara saat ini terus bergerak menuju pemanfaatan teknologi yang semakin maju dan berkelanjutan. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya dengan kemampuan teknis di bidang STEM, tetapi juga dengan pola pikir inovatif, kepedulian terhadap keberlanjutan, serta kemampuan memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak. Melalui program TJSL, PTDI berharap dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam mencetak talenta masa depan Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan PTDI, Rommy Indah Jayanti.

Melalui penyelenggaraan program TJSL yang berfokus pada pengembangan kapasitas generasi muda, PTDI terus memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan industri masa depan sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem industri nasional yang berdaya saing.

Bandung (11/06) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026, yang meng...
11/06/2026

Bandung (11/06) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026, yang mengusung tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, PT Dirgantara Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan pembersihan sungai di sekitar kawasan Perusahaan bersama Tim TJSL, Tim K3LH, Tim fasilitas PTDI dan masyarakat sekitar, PTDI kembali berpartisipasi dalam kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XXII tahun 2026 tingkat Kecamatan Cicendo yang berlangsung di Alun-alun Cicendo, Kota Bandung, pada Kamis (11/06).

Pada kegiatan tersebut, PTDI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama DPRD Kota Bandung, melakukan penanaman pohon durian, alpukat, dan ketapang kencana di wilayah Kecamatan Cicendo. Bibit tersebut sebelumnya telah diserahkan kepada Kecamatan Cicendo pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam mendukung penghijauan lingkungan perkotaan, meningkatkan kualitas udara, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon melalui penambahan ruang terbuka hijau.
Partisipasi PTDI dalam kegiatan BBGRM sejalan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan masyarakat berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, berbagai program lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Sekretaris Perusahaan PTDI, Rommy Indah Jayanti, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata komitmen Perusahaan. “Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mulai dari aksi pembersihan sungai hingga penanaman pohon, PTDI terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem yang lebih bersih, lestari, dan berkelanjutan di Kota Bandung.

11/06/2026

Bandung (11/06) – Dalam upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), PT Dirgantara Indonesia (Persero) terus melanjutkan kontribusinya bagi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) RW 03, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PTDI dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia, perhatian terhadap kesehatan lansia menjadi semakin penting untuk memastikan mereka tetap sehat, aktif, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 80 lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat. Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dari poliklinik PTDI yang turut memberikan konsultasi dan edukasi kesehatan kepada para peserta sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bandung (05/06) – Dalam rangka mendukung agenda Transformasi Human Capital serta pemberdayaan perempuan di lingkungan PT...
05/06/2026

Bandung (05/06) – Dalam rangka mendukung agenda Transformasi Human Capital serta pemberdayaan perempuan di lingkungan PT Dirgantara Indonesia (Persero), PTDI menyelenggarakan kegiatan Women in Leadership Series bertajuk "Menyeimbangkan Langkah, Mengukir Jejak Bagi Masa Depan PTDI" pada hari Kamis (04/06) di Auditorium BJ Habibie PTDI, Bandung.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh para leaders wanita DEFEND ID ini dirancang untuk memberikan wawasan strategis bagi Srikandi PTDI dalam membangun sustainable leadership dan personal resilience. Di tengah dinamika industri yang berkembang semakin cepat, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi Srikandi PTDI untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan mengambil peran strategis dalam mendorong transformasi Perusahaan tanpa mengesampingkan keseimbangan peran mereka dalam kehidupan pribadi sebagai perempuan, istri, maupun ibu.

Women in Leadership Series kali ini menghadirkan Betti Alisjahbana dari QB Leadership Center sebagai keynote speaker. Dalam sesi berbagi bertema "Leading Through Transformation: Building Resilient Women in a Changing World", peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang berkelanjutan (sustainable leadership), ketangguhan pribadi (personal resilience), serta kemampuan menyeimbangkan berbagai peran perempuan di tengah perubahan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, PTDI berharap para Srikandi PTDI semakin siap menghadapi tantangan transformasi industri kedirgantaraan, memperkuat kapasitas kepemimpinan dan ketangguhan diri, serta berkontribusi secara optimal dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan Perusahaan di masa depan.

Address

Pajajaran 154
Bandung
40174

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:30
Tuesday 08:00 - 16:30
Wednesday 08:00 - 16:30
Thursday 08:00 - 16:30
Friday 08:00 - 16:30

Telephone

+62 22 6054167

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT. Dirgantara Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PT. Dirgantara Indonesia:

Shortcuts

Share