03/05/2026
Day 102 | Kemudahan dan kesulitan kamu dipercaya Jerman itu ada di upaya negara
Yes, di situasi Indonesia bbrp tahun terakhir ini, itu ada di kerusakan ekosistem Indonesia Jerman secara sengaja yang diakibatkan staff di KBRI Berlin. Publikasi informasi menyesatkan mengenai ferienjob itu awal mulanya, kemudian manipulasi informasi dan laporan ke Interpol, ke otoritas Jerman dan Italy. 🤦
Dan publik Indonesia sekarang banyak yang bertanya:
“Kenapa sudah belajar bahasa Jerman sejak 2022, tapi 2024–2026 tetap sulit dipercaya perusahaan Jerman? Visa juga makin ketat?”
Jawabannya tidak sesederhana “kurang usaha”.
Ada kerusakan kepercayaan dalam ekosistem Indonesia–Jerman yang dampaknya sekarang terasa ke individu, ke kita semua sebagai WNI.
Dampaknya?
Bukan hanya ke satu orang. Kalian pikir dgn manipulasi Interpol dan hukum menargetkan reputasi saya, hanya saya saja yang terdampak? FAKTANYA ENGGAK...
Dampaknya ke reputasi kolektif WNI.
😔Perusahaan Jerman jadi lebih hati-hati terhadap kandidat Indonesia, terhadap institusi pendidikan Indonesia, terhadap pengusaha Indonesia
😔Proses visa makin ketat
😔Trust turun, screening naik
Ini soal akuntabilitas sistem yang dijalankan pemerintah kita di Indonesia, mulai dari KBRI Berlin.
Karena ketika laporan atas nama lembaga negara tidak akurat masuk ke sistem Jerman, yang menanggung akibatnya adalah:
jutaan kandidat Indonesia yang sebenarnya siap dan jujur.
Kalau kita mau memperbaiki keadaan, ada dua hal yang harus berjalan:
👉Transparansi, evaluasi, dan akuntabilitas dari pihak yang punya otoritas di Indonesia
👉Kandidat Indonesia, Institusi pendidikan di Indonesia, dan perusahaan swasta di Indonesia tetap menjaga integritas dan kualitas
Tanpa itu, trust tidak akan kembali.
Dan yang dirugikan akan selalu orang-orang yang sebenarnya sudah berusaha benar sejak awal. 🇩🇪🇮🇩