21/09/2021
RINDU KAMI PADAMU YA RASULULLAH ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda, "Bahagialah bagi siapa yang melihat aku dan beriman kepadaku. Dan bahagia (pulalah) bagi siapa yang beriman kepadaku, padahal dia tidak melihat aku (tujuh kali)."
Beruntunglah kita meski tak hidup di masa Rasulullah, semua hal tentang kemuliaan baginda Nabi Muhammad ﷺ, termasuk akhlak mulianya, sifat kasih sayang hingga kelembutan hatinya dalam berdakwah bisa kita temui dalam Al Quran, sejumlah hadits dan juga Sirah Nabawiyah.
Allah SWT berfirman dalam Qs Al-Qalam ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung
Allah SWT juga berfirman dalam Surat At Taubah ayat 128:
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim, suatu ketika Hisyam bin Amir bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak baginda Nabi Muhammad ﷺ.
"Akhlak Nabi ﷺ adalah Al Quran." Begitu jawab Aisyah.
Hindun bin Abu Halah yang merupakan anak Khadijah Ummul Mukminin sebagaimana ditulis dalam Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan 'Ali al-Hasani an-Nadwi menyebut, baginda Rasulullah ﷺ adalah seorang yang penyayang. Nabi Muhammad ﷺ tidak s**a berkata kasar dan tidak s**a menghina.
Ali bin Abu Thalib menggambarkan, Rasulullah adalah orang yang berakhlak baik, mudah iba dan penuh kasih sayang dan tidak keras hati.
Menurut Ali, siapa pun yang melihat Rasulullah ﷺ, tanpa pikir panjang dia akan menghormatinya. "Beliau (Rasulullah ﷺ) paling baik hatinya, paling benar lisannya, paling lembut perangainya dan paling memuliakan keluarganya." Begitu kata Ali sebagaimana disebutkan dalam Kitab asy-Syama-il karya Turmudzi.
Nabi Muhammad ﷺ tak punya sifat pendendam, tidak pernah membalas kejelekan dengan kejelekan, melainkan memaafkan dan menyalaminya. Perasaannya sangat halus. Salah satu buktinya adalah ketika pada suatu ketika saat Makkah sudah kembali ditaklukkan oleh umat Islam, Ada seseorang bernama Wahsyi menghadap Rasulullah ﷺ.
Wahsyi adalah orang yang dengan licik dan keji membunuh paman Nabi Muhammad ﷺ, Hamzah bin Abdul Muthalib saat Perang Uhud. Setelah Makkah dikuasai umat Islam, Wahsyi tak tahu harus ke mana melarikan diri. Jalan satu-satunya adalah menghadap Rasulullah ﷺ dan menyatakan masuk Islam.
Di depan Rasulullah ﷺ, Wahsyi menyatakan masuk Islam dan mengakui sebagai orang yang telah dengan keji membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib. Marahkah Rasulullah? Tidak. "Sembunyikanlah wajahmu dariku sehingga aku tidak melihatmu." Begitu kata Rasulullah kepada Wahsyi.
Pernah suatu ketika ada seorang pengemis Yahudi tua dan buta di pinggir pasar Kota Madinah. Tak ada satu pun orang lewat yang mau memberinya makan atau uang, kecuali Nabi Muhammad ﷺ.
Tak hanya memberi makan, setiap pagi Nabi Muhammad juga dengan lembut menyuapi si pengemis buta. Namun bukan ucapan terimakasih yang didapat Muhammad, melainkan hinaan dan cacian.
Pengemis itu mengajak orang yang menyuapinya untuk tidak mengikuti ajaran Muhammad ﷺ. Sebab menurut dia, Muhammad adalah tukang sihir dan pembohong. Rasulullah, yang sejak kecil memiliki akhlak mulia, tak marah, apalagi dendam kepada si pengemis.
Hingga akhirnya pada suatu pagi si pengemis merasakan adanya perbedaan suapan dari orang yang menyuapi. Dia sudah merasakan perbedaan dari langkah kaki, cara menyuapkan makanan hingga nada bicaranya.
Pagi itu memang bukan Nabi Muhammad ﷺ yang menyuapi si pengemis buta, melainkan Abu Bakar Ash Shiddiq. Nabi Muhammad ﷺ telah wafat, sehingga Abu Bakar yang kemudian menjadi khalifah ganti menyuapi si pengemis buta.
Begitu pengemis itu tahu bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Muhammad, orang yang sering dia hina, dia pun menangis dan menyesal. Penyesalannya pun bertambah manakala tahu bahwa lelaki berakhlak mulia yang lembut itu telah berpulang ke Rahmatullah. Pada akhirnya si pengemis itu masuk Islam dengan kemuliaan akhlak Rasulullah ﷺ.
Sekarang setelah Rasulullah ﷺ tak ada, umat ini butuh tauladan. "Mari 'kita hadirkan' kembali akhlak mulia Rasulullah ﷺ".
Ya Rasulullah ﷺ kami rindu Padamu....
Mari kita selalu bersholawat kepada baginda Rasulullah ﷺ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Semoga shalawat dari Allah atas (Nabi) Muhammad,
Semoga shalawat dan salam dari Allah atasnya (Rasulullah).
أَشْرَقَ الْبَـــدْرُ عَلَيْـــنَا
ِفَـــاخْــتَــفَتْ بَدْرُالتَّمَام
مِـــثْــلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْـــنَكَ
قَطُّ يَاوَجْهَ السُّرُوْرِ
Bulan purnama telah terbit menyinari kami, Pudarlah purnama purnama lainnya.
Belum pernah aku lihat keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang.
طلع البدر علينا
من ثنيات الوداع
وجب الشكر علينا
ما دعى لله داع
Wahai bulan purnama yang terbit kepada kita.
Dari lembah Wadā
Dan wajiblah kita mengucap syukur.
Di mana seruan adalah kepada Allah
اَيُّهَا الْمَبْعُوْثُ فِيْنَا
جِئْتَ بِالْاَمْر الْمُطَاع
جئت شَرَّفْتَ الْمَدِيْنَة
مَرْحَبًا يَاخَيْرَ دَاع
Wahai engkau yang dibesarkan di kalangan kami .
Datang dengan seruan untuk dipatuhi
Anda telah membawa kemuliaan kepada kota ini.
Selamat datang penyeru terbaik ke jalan Allah
✨ Bismillah, siap berangkat Umroh dari Bengkulu?
Kami bantu dari konsultasi, pendaftaran, manasik, sampai keberangkatan dengan pelayanan nyaman, aman, dan profesional.
📌 Info & Daftar Umroh Bengkulu:
📲 WA: 081-1414-1919
🕋 Kuota terbatas tiap jadwal, silakan chat sekarang untuk info paket & harga terbaik.