11/09/2014
Info Tour Lubang Jepang
Lubang Jepang
Lokasi : Terletak Ditaman Panorama Bukittinggi
Keterangan :
Lubang Jepang ( Goa Jepang )/Terowongan ( bungker ) dibangun pada tahun 1942 oleh Tentara Jepang untuk benteng pertahanan pada masa Perang Dunia II dan Perang Asia Timur Raya. Pembangunan terowongan tersebut di instruksikan langsung dari pemerintahan militer Angkatan Darat Jepang untuk daerah Sumatra yang berkedudukan di Bukittinggi Sumatra Barat dibawah pimpinan Jendral Watanabe. Untuk melakukan pembangunan, tentara jepang memanfaatkan tenaga kerja Indonesia yang didatangkan dari beberapa wilayah diluar sumatra, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. Mereka bekerja siang dan malam sehingga pembangunan terowongan tersebut diselesaikan dengan cepat.
Lubang Jepang ditemukan masyarakat pada tahun 1942 dengan kondisi yang mencekam. banyak tulang belulang manusia yang berserakan di lantai sepanjang lorong terowongan. Pada tahun tersebut pemerintah kota bukittinggi mengubur tulang belulang manusia yang berserakan tersebut dan membersihkan terowongan. Kemudian pemerintah kota menata terowongan tersebut untuk dijadikan salah satu objek wisata sejarah di kota bukittinggi dengan menambah beberapa sarana pendukung. Peresmian Lubang Jepang dilalukan oleh Mentri Kebudayaan pada saat itu " Fuad Hasan " pada tanggal 11 maret 1986.
Pada tahun 2004 Pemerintah Kota Bukittinggi merenovasi Lubang Jepang dengan memperkokoh dinding lubang dengan semen. Renovasi tersebut bertujuan untuk memberi kenyaman pada para wisatawan.
Lubang Jepang memiliki panjang sekitar 1.400 M ( sekarang 725 M karna sebagian ditutup pada tahun 2004 ), lebar 2M dan tinggi 3M. sementara itu untuk masuk kedalam lubang jepang terdapat 3 pintu utama dan 6 pintu darurat. 3 Pintu utama dijalan sianok, didalam taman panorama, dan disamping Istana B**g Hatta (gedung triarga ). Untuk saat ini hanya satu pintu yang dipergunakan untuk umum, yaitu pintu yang terdapat didalam taman panorama, sedangkan 2 pintu utama dan 6 pintu darurat ditutup.
Didalam lubang jepang terdapat lorong yang bercabang - cabang. dahulu lorong tersebut dipergunakan untuk beberapa keperluan, seperti : tempat makan, tempat tidur, barak militer ; 12 ruangan untuk kamar tidur, 6 ruangan untuk amunisi, 2 ruangan untuk tempat makan romusha dan 1 ruangan untuk tempat sidang. Ruang - ruang tersebut sampai kini masih terawat dan terjaga dengan baik dan bisa dikunjungi para wisatawan.
Didalam lubang jepang masih bisa dijumpai beberapa jenis peralatan peninggalan jepang yang dahulu digunakan untuk menyiksa para tawanan. Peralatan tersebut disimpan disalah satu lorong yang dahulu dipergunakan untuk tempat penyiksaan.
Setelah para wisatawan selesai berkeliling didalam lubang jepang, dalam melepaskan lelah sembari duduk-duduk menikamati keindahan ngarai sianok yang membentang dan terhampar luas didepan mata. Kebetulan lubang jepang berada satu lokasi dengan taman wisata panorama Kota Bukittinggi.