Blitz - Cilegon

12/05/2019

*"HIDUP TAPI MATI"*
(tersindir juga saya membacanya..)

_Bertamu, main HP…
_```Ngaji, main HP…```
_Terima tamu, main HP…
_```Bekerja, main HP…```
_Belajar, main HP…
_```Sambil makan, main HP…```
_Di tengah keluarga, main HP…

_```Kiamatlah duniamu tanpa HP…```

Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP
```Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.```

_Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanya lebih 'afdhal'.
_```Manusia menjadi 'ada tapi tiada 'sahabat..```
_Jasad - jasad yang telah menjadi zombie berkeliaran.
_```Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya.```
_Basahnya embun pagi…Hangatnya matahari pagi…_
```Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar - gambar mati pada ponsel…```
_Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol.._
```Hidup dalam kem4t!an itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.```
_Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup._
```" Saat suami/istri datang, simpan HP mu " !!!!!!!!!!```
_Saat anak bercerita, simpan HPmu !_```Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu !```
_Saat tamu berkunjung, simpan HPmu !
_```Saat rumah bau berantakan, simpan HPmu```
*Perhatikan duniamu dengan seksama Sebab nikmat Ilahi ada di sana. Hiduplah !!*
*Engkau belum mati,, tapi sudah bertingkah seperti m4yat.*
_semoga kita tidak seperti itu😢😢😢_

05/05/2019

*DOA BUAT ANDA*

*Bismillahi Rahmanirrahim ...*
Ya Allah aku memohon dengan keagungan AsmaMu. Muliakanlah sahabat & saudaraku.
Lapangkanlah hatinya, tenteramkan jiwanya, sehatkan fisiknya, sembuhkan penyakitnya.
Bahagiakan keluarganya.. jadikan anak anaknya Soleh/solehah.
Luaskan rezekinya seluas lautan yang Engkau ciptakan. Lepaskan dia dari hutang piutang.
Mudahkanlah segala urusannya Kabulkanlah cita-citanya, dan harapannya.
Jauhkan dia dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji perkataan kasar dan Jauhkanlah dia dari segala musibah, serta terimalah semua amal ibadahnya dan ampunilah segala dosa2nya.
*Jadikanlah dia penghuni SyurgaMu*

‎ *آمين يا الله*
‎ *آمين يا رحمن*
‎ *آمين يا رحيم*
‎ *أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ.*

29/04/2019

5 tips marah yang cerdas.

Pertama,
Marah harus pikir jangka panjang. Jangan sampai karena marah Anda menyesal seumur hidup. Marahnya 3 menit menyesalnya 30 tahun.

Kedua,
Marah harus memperhatikan harga diri kita. Saat marah sebenarnya harga diri Anda dipertaruhkan.

Ketiga,
Marah harus memperhatikan harga diri orang lain. Jangan sampai marahnya Anda merendahkan atau melukai harga diri orang lain.

Keempat,
Marahlah dengan mengganti kalimat.
Gantilah kalimat saat marah. Biasanya saat marah yang keluar kalimat kebun binatang. Ganti dengan kalimat positif dan tegas.

Kelima,
Marahlah dengan fokus pada solusi.
Misal sopir terlambat. Bapak saya suruh datang jam berapa, sekarang jam berapa. Nah gimana caranya saya tidak terlambat sampai tempat kantor. coba bapak pikir dan cari solusinya.

Ingat marah itu anugrah Tuhan,
kelolalah marah Anda dengan cerdas.
Bukan apa-apa marah.

28/04/2019

DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

Santri : "Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!"
Gus Dur : "Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang."
Santri : "Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin p**a. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?"

Gus Dur : "Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya."
Santri : "Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?"

Gus Dur : "Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi."
Santri : "Anti-aging gitu, Gus?"
Gus Dur : "Iya. Pokoknya kekal."
Santri : "Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya."

Gus Dur : "Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam."
Santri : "Maksudnya senior apa, Gus?"
Gusdur : "Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa."

Santri : "Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?"
Gus Dur : "Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam."

Santri : "Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini."
Gus Dur : "Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi."

Santri : "Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?"
Gus Dur : "Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
Santri : "Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?"

Gus Dur : "Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi."
Santri : "Aneh."
Gus Dur : "Kok aneh? Apanya yang aneh?"
Santri : "Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan."

Gus Dur : "Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat."

Santri : "Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?"
Gus Dur : "Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak."
Santri : "Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?"

Gus Dur : "Dua-duanya."
Santri : "Kok dua-duanya?"
Gus Dur : "Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan."

Santri : "Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus."
Gus Dur : "Siapa bilang? Tentu saja berguna d**g. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat."

Santri : "Ooh…"
Gus Dur : "Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong."
Santri : "Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?"

Gus Dur : "Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu."
Santri : "Masa sih, Gus?"
Gus Dur : "Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok."
Santri : "Terus, kesalahan terbesar dia apa?"
Gus Dur : "Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran."

Santri : "Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh."
Gus Dur : "Siapa? Ente?"
Santri : "Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid'ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh."

Gus Dur : "Wah, persis Iblis tuh."
Santri : "Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya."
Gus Dur : "Siap mati, tapi tidak siap hidup."
Santri : "Bedanya apa, Gus?"
Gus Dur : "Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama."
Santri : "Lho, kok begitu?"

Gus Dur : "Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga."
Santri : "Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?"
Gus Dur : "Pinter kamu, Kang!"
Santri : "Santrinya siapa dulu d**g? Gus Dur."

Semoga bermanfaat :-)

28/04/2019

*DIALOG GUS DUR DAN SANTRI*

Santri : "Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!"
Gus Dur : "Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang."
Santri : "Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin p**a. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?"

Gus Dur : "Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya."
Santri : "Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?"

Gus Dur : "Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi."
Santri : "Anti-aging gitu, Gus?"
Gus Dur : "Iya. Pokoknya kekal."
Santri : "Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya."

Gus Dur : "Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam."
Santri : "Maksudnya senior apa, Gus?"
Gusdur : "Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa."

Santri : "Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?"
Gus Dur : "Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam."

Santri : "Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini."
Gus Dur : "Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi."

Santri : "Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?"
Gus Dur : "Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
Santri : "Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?"

Gus Dur : "Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi."
Santri : "Aneh."
Gus Dur : "Kok aneh? Apanya yang aneh?"
Santri : "Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan."

Gus Dur : "Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat."

Santri : "Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?"
Gus Dur : "Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak."
Santri : "Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?"

Gus Dur : "Dua-duanya."
Santri : "Kok dua-duanya?"
Gus Dur : "Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan."

Santri : "Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus."
Gus Dur : "Siapa bilang? Tentu saja berguna d**g. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat."

Santri : "Ooh…"
Gus Dur : "Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong."
Santri : "Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?"

Gus Dur : "Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu."
Santri : "Masa sih, Gus?"
Gus Dur : "Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok."
Santri : "Terus, kesalahan terbesar dia apa?"
Gus Dur : "Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran."

Santri : "Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh."
Gus Dur : "Siapa? Ente?"
Santri : "Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid'ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh."

Gus Dur : "Wah, persis Iblis tuh."
Santri : "Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya."
Gus Dur : "Siap mati, tapi tidak siap hidup."
Santri : "Bedanya apa, Gus?"
Gus Dur : "Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama."
Santri : "Lho, kok begitu?"

Gus Dur : "Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga."
Santri : "Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?"
Gus Dur : "Pinter kamu, Kang!"
Santri : "Santrinya siapa dulu d**g? Gus Dur."

Semoga bermanfaat :-)

24/04/2019
24/04/2019

INILAH 6 NASEHAT KH. MAIMOEN ZUBAIR

1. ojo kakean suudzon mundak peteng atilan rekoso urip (jangan sering buruk sangka biar hatimu tidak gelap dan tidak hidup sengsara)

2. benci ojo nemen2 mundak nyanding (jangan terlalu benci nanti malah nempel)

3. kudu wani ngetoke gagah senajan rasane kudu nangis (harus berani tampil kuat meski sebenarnya pengen nangis)

4. aku seneng karo wong sing ora patio weruh donyo (aku s**a dengan orang yang tidak begitu mengurusi harta dunia)

5. yen duwe karep kok durung istitho'ah ojo dipikir nemen2 mundak cepet mati (kalau punya keinginan tapi kok belum mampu maka jangan terlalu dipikir supaya tidak cepat mati)

6. santri yen wes muleh kudu wani istiqomah (santri kalau sudah p**ang kampung dari tempat belajar/pondok pesantren harus berani istiqomah)


09/04/2019

Bismillahirrohmaaniirrohiim

Sadar Allah

Rasulullah tidak pernah tidur sebelum mencium Fatimah. Pernah suatu ketika ditegur dan ditanya salah satu istrinya, kenapa engkau selalu mencium Fatimah? Rasulullah menjawab, ‘setiap aku rindu surga aku mendapatkan semerbak bau harum surga pada diri Fatimah’.

Suatu hari Siti Fatimah sudah masuk di kamarnya, sudah di dalam selimutnya, mau tidur. Rasulullah mengetuk pintu kamarnya, kemudian Rasulullah masuk dan Siti Fatimah bangun, kata Rasulullah ‘jangan, tetaplah kamu di tempat tidurmu’.

Kemudian beliau bersabda ‘putriku Fatimah, kamu jangan tidur sebelum mengkhatamkan Al-Quran. Kamu jangan tidur sebelum menjadikan seluruh nabi memberikan syafaat untukmu. Kamu jangan tidur sebelum merelakan atau memberi kerelaan kepada seluruh kaum mukminin-mukminat di dunia ini. Dan terakhir wahai putriku Fatimah jangan kamu tidur sebelum kamu Umrah dan Haji’.

Permintaan yang sulit semua. Sebelum tidur khatam Al-Quran. Sebelum tidur menjadikan seluruh Nabi memberikan syafaat. Sebelum tidur merelakan kaum mukminin-mukminat. Sebelum tidur Umrah dan Haji.

Siti Fatimah terkejut mendapatkan perintah ini. Sebelum sempat Fatimah berkata, Rasulullah shalat dua rakaat di kamar Siti Fatimah. Siti Fatimah duduk menanti selesai shalat ayahnya untuk menanyakan tentang perintah tadi.

Setelah Rasulullah salam, Siti Fatimah berkata, ‘ayahku, siapa yang mampu sebelum tidur khatam Al-Quran, menjadikan para Nabi memberi syafaat, merelakan seluruh kaum mukminin-mukminat, dan melaksanakan Umrah dan Haji?’

Rasulullah tersenyum kemudian beliau bersabda, ‘bukan begitu putriku, bukankah engkau

kalau membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) sebanyak 3x dihitung seperti khatam Al-Quran.

Kedua, bershalawatlah kepadaku dan seluruh para nabi, nanti kami semua siap memberi syafaat.

Ketiga, doakan kaum mukminin-mukminat; Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat, supaya semua kaum mukminin-mukminat rela kepadamu.

Ke empat, Umrah dan Haji yang kumaksud ialah membaca; Subhanallah, walhamdulillah, wa Laa Ilaha Illallah, wa Allahu Akbar, maka pahalanya seperti kamu melakukan Umrah dan Haji’.

*🗒Jadi amalan yang diajarkan Rasulullah adalah:*
✅1. Membaca Qulhuwallahu Ahad (Al-Ikhlas) 3 x.
✅2. Shalawat kepada para Nabi (Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ali Muhammad wa Alal Anbiya-i wal Mursalin).
✅3. Mendoakan kaum Muslimin (Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat).
✅4. Kemudian membaca (Subhanallah, wa-Alhamdulillah wa Laa ilaa ha Illallah wa-Allahu Akbar).

Marilah kita mulai praktikan. Semoga bermanfaat 🙏

13/03/2019

KEHIDUPAN

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!” “Kamu tau aku buta!!” “Kamu egois!” “Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”

Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa p**ang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya.

Subhanallah...
Semoga Allah merahmati penulisnya.

11/03/2019

"PERLUKAH SEDEKAH Al FATIHAH KEPADA ORANG YANG SUDAH MENINGGAL"..?

Sering menjadi bahan perdebatan, perlunya sedekah Al-Fatihah kpd Ibu, Bapak, atau handai tolan yg sdh meninggal dunia..

Ustadz Don Daniyal (Malaysia) tampil memberikan penjelasan yg intinya LEBIH BESAR & MENGEJUTKAN !!!
Hanya dg share saja pun anda sdh mendapat pahala.
SEDEKAHKANLAH AL FATIHAH UNTUK IBU-BAPAMU SETIAP SELEPAS SOLAT SUBUH.

Ini merupakan nasihat Ustaz Don kpd anak2 yg masih hidup di dunia ini supaya diluaskan pintu rezeki mereka. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Setiap pagi sedekahkan Al-Fatihah kpd Ibu-Bapamu (sekiranya masih hidup ataupun telah tiada)”, niscaya pintu-pintu rizki akan terbuka bagimu.
“Tidak akan terputus rizki seseorang ANAK, selagi dia tdk meninggalkan doa bagi kedua orang tuanya dlm kesehariannya"
Allah akan memurahkan rizki kpd mereka yg tdk putus2nya berdoa bagi kedua ibu-bapanya (hidup atau mati). Ingatlah bhw keridhaan Ibu & Bapa adalah keridhaan Allah SWT.*
Berdoalah dg bersungguh2.…
Tadahkanlah kedua tanganmu & lintaskan wajah org tua kita, termasuk guru2 kita & mereka2 yg telah banyak menolong kita. (Berdoanya perlu benar2 / bersungguh2)
Mereka yg lupa berdoa bagi kedua orang tuanya, akan disempitkan rizkinya oleh Allah SWT.
Bagi yg berniaga, tak perlu ada ilmu pelaris...!!
Cuma jangan lupa doakan ibu-bapa setiap hari.
Rezeki bukan saja berupa uang, tetapi segala nikmat yg kita dptkan dari Allah (makanan, kesehatan, kasih-sayang, Ilmu, dsbnya). In syaa Allah dg berusaha & bertawakal.....akan dikhobul oleh Allah.
Rezeki itu bukan kerena ada Skill, Ir, S Pd, S Ag, MA, DR, IJAZAH dsbnya.
Tetapi dg hati yg tulus-ikhlas berdoa untuk Ibu & Bapak kita.
Mari kita coba... Allahuakbar..Allah Maha Kuasa dlm mengabulkan segala yg kita damba.
Doa untuk KEDUA ORANG TUA/SALAH SATUNYA yg MASIH HIDUP.

“YA ALLAH...
YA TUHANKU, Ampunkanlah segala khilaf & dosa kedua orang tuaku, Ibuku....(sebutkan nama & bintinya...), Bapakku...(sebutkan nama dan binnya...), berkatilah mereka Ya Allah..., jagakanlah kesehatan mereka, murahkanlah rizki mereka, berkahilah sepanjang usia mereka, jauhkanlah dari segala mara-bahaya, dan lindungilah mereka, Ya Allah...Ya Illahi Rabbi. Aamiin Ya Rabbal Alamiin..

*DOA UNTUK KEDUA ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL.*

“YA ALLAH YA TUHANKU,
Ampunilah segala khilaf & dosa kedua orang tuaku, Ibuku...(sebutkan nama & bintinya), Bapa ku...(sebutkan nama & binnya). Tempatkanlah mereka di tempat orang2 yg beriman kpd-Mu Ya Allah...
Tempatkanlah mereka di tempat yg terbaik disisi-Mu Ya Illahi Rabbi. Ya Allah kabulkanlah permohonan kami ini..Aamiin..Aamiin..Aamiin... Ya Rabbal Alamiin...
Subhanallah... Ringankanlah tangan anda untuk share doa ini.
Semoga menjadi PAHALA mengingatkan sesama saudara MUSLIM yang lain.

11/03/2019

*"YANG DICURI OLEH GADGET DARI KITA"*

Gadget ibarat pedang bermata dua, tapi nampaknya sisi pedang yang negatif lebih tajam dan lebih sering terkena bagi mereka yang lalai. Sebenarnya kita tahu dan sadar akan hal ini, tetapi begitu dahsyat godaan gadget membuat kita lupa dan pura-pura lupa bahwa gadget telah MENCURI banyak hal dari kita.

Berikut beberapa hal tersebut dan kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan terus saling mengingatkan akan hal ini:

1. "Gadget mencuri waktu belajar kita"
Orang yang belajar harus benar-benar menjauhkan gadgetnya. Hendaknya jangan meletakkan gadget di kamar apalagi di atas meja tempat belajar. Godaan sangat besar untuk memegang gadget, apalagi mendengar suara notifikasi sosmed dalam keheningan belajar. Bisa jadi yang terjadi adalah, belajar 10 menit, lihat gadget 5 menit, lalu belajar 10 menit, lihat gadget 10 menit, belajar 10 menit, lihat gadget seterusnya dan akhirnya lupa belajar. [1]

2. "Gadget mencuri keikhlasan dan waktu Ibadah kita"
Kami teringat ketika ibadah shalat jumat di masjidil haram, ada jamaah yang memfoto, memvideo-kan bahkan live streaming ketika khatib berkhutbah, padahal mendengarkan khutbah Jumat adalah rukun, jika ditinggalkan sengaja atau tidak sengaja ibadah tidak sah, kami khawatir ini yang terjadi. Demikian juga ibadah yang seharusnya dinikmati dalam kesendirian (berkhalwat) bersama Allah, jadi tidak nikmat karena harus mencari perhatian dan ridha manusia dengan memamerkannya baik secara langsung maupun tidak langsung dengan postingan ibadah kita untuk memberitahukan kepada penduduk jagat dunia maya.[2]

Secara langsung misalnya: posting selfie dekat ka’bah, posting datang ke kajian dengan niat riya’

Tidak langsung misalnya: buat status “alhamdulillah, nikmatnya buka puasa tiap senin-kamis”, atau sengaja sering update status di sepertiga malam terakhir agar orang-orang tahu dia sering bangun shalat malam

3. "Gadget mencuri waktu romantis dan hangat suami-istri"
Waktu tersebut terutama di saat malam hari, waktu malam hari terutama sebelum tidur adalah waktu paling pas bagi suami-istri untuk berbincang-bincang hangat, saling curhat, saling berbagi dan saling menceritakan kegiatan sehari-hari setelah seharian suami sibuk di luar rumah sedangkan istri sibuk di dalam rumah. Berbincang-bincang suami-istri sebelum tidur merupakan sunnah berpahala, akan tetapi gadget mencuri waktu tersebut. Menjelang tidur, suami-istri sibuk dengan gadgetnya masing-masing sampai mereka berdua ketiduran, benar-benar mencuri waktu romantis dan kehangatan suami-istri.[3]

4. "Gadget mencuri waktu rekreasi kita"
Trend rekreasi bisa jadi berubah, dahulu orang menikmati pemandangan dan spot indah yang bisa melepaskan penat dan jenuh dari rutinitas harian. Sekarang orang berusaha mencari spot untuk bisa foto selfie (spot instagramable), lalu posting dan menikmati gagdet serta komentar-komentarnya, lebih banyak waktu di depan gadget daripada menikmati pemandangan atau menghabiskan waktu untuk rekreasi.

5. "Gadget mencuri kehangatan di meja makan"
Wajar apabila sekeluarga sesekali keluar makan bersama kuliner untuk mencari variasi makan rutinitas di rumah, demikian juga perjumpaan dengan kawan lama yang semakin hangat di meja makan, akan tetapi gadget mencuri waktu mereka yang sibuk dengan mem-foto makanan dengan mencari sudut terbaik, lalu memposting dan kembali menikmati gadget, menunggu komentar dan menjawab satu persatu komentar yang berdatangan. Bisa jadi juga suasana kehangatan di meja makan dengan obrolan dan candaan ringan berubah menjadi hening dan kaku.

6. "Gadget mencuri cinta dan perhatian dan berujung perselingkuhan bahkan perceraian"
Adanya gadget dan sosial media memudah seseorang berinteraksi dengan siapa saja dan kapan saja. Tidak sedikit kasus perselingkuhan bermula dari gadget, di mulai dengan saling berbalas komentar, saling inbox/PM/DM, kemudian memunculkan rasa cinta (padahal bisa jadi romantis dan bujuk rayu itu palsu), mulai lah suami atau istri berpaling dari pasangan halalnya, kemudian membanding-bandingkan dengan perhatian yang semu, lalu sering konflik dan berujung perceraian. Ironisnya, teman komentar dunia maya-nya yang ia harap itu, tidak jelas rimba dan tidak jelas masa depan serta keluarganya.[4]

Bisa juga berawal dari grop reuni (kami tidak mengeneralisir semua reuni itu jelek), grop WA teman SMP, WA teman SMA atau kuliah, dalam grop itu bertemu lah ia dengan “mantan kekasih”, lalu saling berbalas komentar, terlebih ia sedang konflik atau minim perhatian dengan pasangan halalnya. Teringatlah ia masa-masa romantis dan kasih sayang yang dahulu akhirnya berujung dengan perslelingkuhan. Inilah yang disebut dengan CLBK (cinta lama bubarkan keluarga). Semoga Allah menjaga keluarga kita dari hal ini.

7. "Gadget mencuri eksistensi di dunia nyata"
Semoga kita selalu sadar bahwa kita hidup di dunia nyata, seharusnya dunia maya bukan tujuan utama, akan tetapi ada orang yang menghabiskan mayoritas waktu di dunia maya dan di depan gadgetnya. Orang sukses tidak akan menghabiskan waktu di dunia maya untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak bermanfaat, semisal hanya membaca-baca berita atau komentar saja padahal setelah membaca berita dan komentar kita tidak berbuat apa-apa. Bisa jadi jadi dunia maya adalah pelarian diri orang yang tidak bisa eksis dan tidak diakui di dunia nyata atau tidak ada kesibukan berarti di dunia nyata, tidak jarang kita jumpai seseorang yang terlihat bijak, bersemangat, terlihat hebat atau shalih di dunia maya akan tetapi berbalik 180 derajat ketika kita jumpai di dunia nyata.

Masih banyak yang dicuri oleh gadget dari kita seperti kehangatan dan interaksi orang tua-anak, kehangatan berkumpul keluarga besar. Bisa jadi seseorang diajak bicara akan tetapi ia tidak fokus mendengarkan hanya mengiya-iyakan saja lawan bicaranya sedangkan tangan sibuk memegang gadget dan pikiran tidak berada di tempat.[5]

Kita berharap, berdoa bisa membagi waktu dan bijak mengunakan gadget.[6] Kami yang menulis pun perlu juga sering-sering diingatkan akan hal ini.

Demikian semoga bermanfaat..

Address

Cilegon
42411

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Blitz - Cilegon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Blitz - Cilegon:

Share