01/11/2025
Tentang Umrah Mandiri dan Hati Tenang Bagi Travel dalam Menyikapinya
"Katanya, sekarang banyak pengusaha travel (seolah meledek saya yang aktif jualan paket umrah) yang mulai panik karena umrah mandiri sudah dilegalkan pemerintah. Orang-orang, katanya, nanti akan mulai meninggalkan travel. Tidak butuh lagi Travel Umrah."
Begitu kira-kira ucapan seorang ikhwan dalam obrolan ringan sambil ngopi kemarin.
Dengan senyum datar saya jawab,
yang pertama, alhamdulillah, kita bersyukur jika pemerintah mendukung dan memfasilitasi umat agar lebih mudah beribadah. Bukankah kita senang jika umat bisa beribadah dengan mudah? Maka saya katakan, alhamdulillah.
Maka saya tenang.
Sebenarnya tidak semua umat ingin atau siap berangkat umrah dengan mandiri.
Sebab perjalanan umrah bukan seperti perjalanan wisata atau bepergian ke luar kota di negeri sendiri.
Berdasarkan pengalaman, ada banyak hal yang membuat umat tetap membutuhkan pendamping (Travel):
1. Karena tidak semua paham tata cara dan adab berumrah.
Banyak jamaah yang masih perlu bimbingan langsung di lapangan, mulai dari niat, thawaf, sa’i, hingga doa-doa di tempat mustajab. Tanpa pembimbing, bisa jadi mereka kehilangan makna dari perjalanan ibadahnya. Tentu sayang, jika perjalanan yang jauh, biaya yg mahal, lalu ibadah yang istimewa itu terlaksana dengan melewatkan banyak hal-hal utama.
2. Karena urusan teknis di Tanah Suci tidak sesederhana yang dibayangkan.
Visa, akomodasi, transportasi antar kota, hingga waktu dan koordinasi keberangkatan, semua itu memerlukan pengalaman. Salah satu saja tidak tepat, bisa mengacaukan seluruh perjalanan.
3. Karena tidak semua jamaah siap menghadapi risiko di luar negeri.
Mulai dari kendala bahasa, aturan yang ketat, hingga kondisi darurat seperti kehilangan barang atau sakit. Dalam keadaan seperti ini, keberadaan pembimbing dan tim yang siap membantu menjadi sangat penting.
4. Karena kebersamaan itu ibadah.
Umrah bersama rombongan menghadirkan ukhuwah, saling menolong, saling mendoakan, dan menambah semangat ibadah. Banyak jamaah yang justru merasakan nikmatnya ibadah karena ada suasana jamaah.
5. Karena bimbingan ruhiyah itu yang paling utama.
Pembimbing bukan hanya mengatur jadwal, tapi menuntun hati jamaah agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang terarah berdampak pada iman, bukan sekadar perjalanan fisik. Banyak jamaah yang pulang dengan air mata, karena merasa dibimbing bukan hanya secara teknis, tapi juga secara ruhani.
6. Karena murah belum tentu hemat.
Sering kali umrah mandiri tampak lebih hemat di atas kertas, tetapi karena kurang pengalaman, justru biaya membengkak, hotel jauh dari Masjidil Haram, transportasi lokal mahal, atau waktu banyak terbuang karena salah arah.
7. Karena peran profesional itu tetap dibutuhkan.
Legalisasi umrah mandiri bukan berarti menghapus peran pembimbing dan penyelenggara yang berpengalaman. Justru mereka yang profesional akan tetap dibutuhkan untuk menjaga agar ibadah tetap tertib, aman, dan khidmat.
Bahkan ini juga merupakan sunnahnya para salaf.
Disebutkan bahwa sebagian ulama dan orang-orang shalih di masa lalu terkadang berangkat haji bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk melayani dan membimbing jamaah haji.
Imam Ahmad rahimahullah misalnya, pernah berkata bahwa menemani orang berhaji dan membantu mereka dalam perjalanan termasuk amal yang besar pahalanya.
Begitu juga Abdullah bin Mubarak rahimahullah, beliau dikenal sering berhaji dan umrah, dan dalam perjalanannya beliau banyak menolong jamaah, membawa bekal lebih untuk membantu mereka yang kekurangan, bahkan memikul beban orang lain agar mereka bisa beribadah dengan tenang.
Mereka tau, ibadah itu bukan hanya sujud di tanah suci, tapi juga melayani saudara yang sedang beribadah di tanah suci.
Itulah teladan dari para salaf yang menuntun, melayani, dan membimbing dengan niat ibadah.
Maka saya tenang.
Justru kemarin alhamdulillah masuk lagi 4 pax untuk program awal ramadhan, setelah itu sudah masuk lagi beberapa pesan meminta info terkait program kami di awal ramadhan nanti. Bukti bahwa umat tetap membutuhkan bimbingan, pendampingan, dan ketenangan dalam beribadah. Terlebih lagi banyak profesional yang ingin umrah dengan waktu yang tidak lama, 9 hari sudah cukup bagi mereka, sebab terkait pekerjaan. Pengalaman mendampingi seorang dokter untuk masuk raudhah dalam umrah privat kemarin memberi pelajaran bagi saya, mungkin saya ceritakan dilain waktu.
Bagi yang ingin berangkat mandiri silakan, semoga Allah mudahkan.
Bagi yang ingin berangkat dengan bimbingan, insyaAllah di sanalah kami hadir:
bukan hanya mengantar, tapi membimbing menuju pengalaman ibadah yang berkesan, aman dan terarah. Untuk info keberangkatan Noor Medina awal ramadhan besok, masih ada seat. 08113962400 (Syahrullah Hamid)