Umroh dan Haji Bali

Umroh dan Haji Bali PRIVAT UMRAH USH
Teman Perjalanan Umroh dan Haji yang siap melayani anda sepenuh hati. Kontak Person : 08113962400 (USH)

Musim haji sudah masuk. Pelaksanaan umrah akan ramai lagi setelah musim haji berlalu. Maka awal musim umrah pasca haji a...
11/04/2026

Musim haji sudah masuk. Pelaksanaan umrah akan ramai lagi setelah musim haji berlalu. Maka awal musim umrah pasca haji akan ramai dikejar jamaah yang sudah lama rindu tanah suci. Pilihan travel berhamburan di depan mata, namun jangan salah pilih agar perjalan dan layanan maksimal di dapatkan. Yuk! Mari bersama Noor Medina raih perjalanan premium untuk kenyamanan pelaksanaan ibadah yang adzim. InsyaAllah berangkat bersama kami.

21/03/2026

Dia gunakan uangnya untuk berangkat umrah bukan untuk beli Iphone, karena itu dia tidak punya iphone tapi dia punya doa yang terkabul duduk di depan kakbah. Begitu berberkah.

Perjalanan spiritual yang bisa memberi kelancaran urusan dunia adalah haji dan umrah. Nabi bersabda: ikutilah haji kalia...
19/11/2025

Perjalanan spiritual yang bisa memberi kelancaran urusan dunia adalah haji dan umrah.

Nabi bersabda: ikutilah haji kalian dengan umrah karena keduanya mencegah kemiskinan.

Membawakan isian koper calon jamaah Umrah ramadhan, ehh, dikasi buah tangan ini. Jazahallahu khairan.. kuenya. Enak..Unt...
11/11/2025

Membawakan isian koper calon jamaah Umrah ramadhan, ehh, dikasi buah tangan ini. Jazahallahu khairan.. kuenya. Enak..

Untuk umrah ramadhan masih tersedia seatnya yaa. Konfirmasi: https://wa.me/628113962400

Siap diantar ke calon jamaah umrah awal ramadhan, sore ini. Masih tersedia seat yaa ikhwah dan akhwat. Hubungi kami. Kon...
09/11/2025

Siap diantar ke calon jamaah umrah awal ramadhan, sore ini.
Masih tersedia seat yaa ikhwah dan akhwat. Hubungi kami. Konfirmasi: https://wa.me/628113962400

JIKA HAJI BELUM TIBABagi setiap muslim yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, janganlah bersedih. Allah Ta’ala...
02/11/2025

JIKA HAJI BELUM TIBA

Bagi setiap muslim yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, janganlah bersedih. Allah Ta’ala Maha Pemurah dan memberikan banyak jalan untuk meraih keutamaan besar. Salah satunya adalah dengan melaksanakan umrah di bulan Ramadhan. Ibadah ini bukan umrah biasa ke Tanah Suci, tetapi kesempatan untuk meraih pahala agung yang diumpamakan setara dengan berhaji bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: "فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي"
"Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji bersamaku."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Betapa besar karunia ini, bukan berarti menggugurkan kewajiban haji, namun menunjukkan tingginya nilai amal umrah Ramadhan di sisi Allah 'azza wa jalla. Ibadah di waktu mulia akan dilipatgandakan pahalanya sebagaimana amal shalih lain di bulan penuh berkah ini.

Mengapa Ramadhan begitu istimewa? Karena ia adalah bulan turunnya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan dan rahmat. Ketika seorang hamba berhaji kecil (umrah) di bulan ini, maka dia menggabungkan keutamaan tempat (Tanah Haram) dan keutamaan waktu (Ramadhan). Bayangkan, thawaf, sa’i, dan doa-doa yang dipanjatkan diiringi dengan keberkahan malam-malam penuh rahmat dan ampunan.

Bagi yang belum mampu berhaji karena keterbatasan biaya atau kuota, umrah Ramadhan menjadi kesempatan emas. Bahkam bisa menjadi latihan spiritual menuju haji, sekaligus peneguh hati. Banyak jamaah yang setelah merasakan umrah Ramadhan, kemudian hatinya semakin kuat berkeinginan untuk segera berhaji.

Maka, jika Allah belum takdirkan kita berhaji tahun ini, jangan tunda kesempatan umrah di bulan Ramadhan. Siapkan niat, bersihkan hati, dan berdoa agar Allah memudahkan langkah menuju Baitullah. Jadikan umrah Ramadhan bukan umrah biasa, tapi batu loncatan untuk ruhani yang lebih melejit tinggi, yang menumbuh suburkankan syukur, sabar, dan cinta kepada Allah serta Rasul-Nya. Semoga Allah memberi taufik agar kita semua dapat menunaikan umrah Ramadhan dan kelak berhaji bersama para kekasih-kekasih Allah. Aamiin.

***

Alhamdulillah, banyak sahabat yang mulai bertanya-tanya tentang Umrah Ramadhan bersama kami. Semoga Allah mudahkan setiap langkahnya.

Terima kasih atas kepercayaan dan antusiasnya, semoga niat baik ini Allah catat sebagai langkah menuju keberkahan dan ampunan-Nya.

Bagi sahabat yang sudah mulai mantap hatinya, silakan DP dulu yaa. InsyaAllah, dengan langkah awal itu Allah akan membulatkan tekad dan menyempurnakan jalannya.

اللهم يسّر ولا تعسّر، وتمّم بالخير
Ya Allah, mudahkanlah dan jangan Engkau persulit, serta sempurnakanlah dengan kebaikan.

01/11/2025

Muadzin masjidil haram

Tentang Umrah Mandiri dan Hati Tenang Bagi Travel dalam Menyikapinya"Katanya, sekarang banyak pengusaha travel (seolah m...
01/11/2025

Tentang Umrah Mandiri dan Hati Tenang Bagi Travel dalam Menyikapinya

"Katanya, sekarang banyak pengusaha travel (seolah meledek saya yang aktif jualan paket umrah) yang mulai panik karena umrah mandiri sudah dilegalkan pemerintah. Orang-orang, katanya, nanti akan mulai meninggalkan travel. Tidak butuh lagi Travel Umrah."
Begitu kira-kira ucapan seorang ikhwan dalam obrolan ringan sambil ngopi kemarin.

Dengan senyum datar saya jawab,
yang pertama, alhamdulillah, kita bersyukur jika pemerintah mendukung dan memfasilitasi umat agar lebih mudah beribadah. Bukankah kita senang jika umat bisa beribadah dengan mudah? Maka saya katakan, alhamdulillah.

Maka saya tenang.

Sebenarnya tidak semua umat ingin atau siap berangkat umrah dengan mandiri.
Sebab perjalanan umrah bukan seperti perjalanan wisata atau bepergian ke luar kota di negeri sendiri.

Berdasarkan pengalaman, ada banyak hal yang membuat umat tetap membutuhkan pendamping (Travel):

1. Karena tidak semua paham tata cara dan adab berumrah.
Banyak jamaah yang masih perlu bimbingan langsung di lapangan, mulai dari niat, thawaf, sa’i, hingga doa-doa di tempat mustajab. Tanpa pembimbing, bisa jadi mereka kehilangan makna dari perjalanan ibadahnya. Tentu sayang, jika perjalanan yang jauh, biaya yg mahal, lalu ibadah yang istimewa itu terlaksana dengan melewatkan banyak hal-hal utama.

2. Karena urusan teknis di Tanah Suci tidak sesederhana yang dibayangkan.
Visa, akomodasi, transportasi antar kota, hingga waktu dan koordinasi keberangkatan, semua itu memerlukan pengalaman. Salah satu saja tidak tepat, bisa mengacaukan seluruh perjalanan.

3. Karena tidak semua jamaah siap menghadapi risiko di luar negeri.
Mulai dari kendala bahasa, aturan yang ketat, hingga kondisi darurat seperti kehilangan barang atau sakit. Dalam keadaan seperti ini, keberadaan pembimbing dan tim yang siap membantu menjadi sangat penting.

4. Karena kebersamaan itu ibadah.
Umrah bersama rombongan menghadirkan ukhuwah, saling menolong, saling mendoakan, dan menambah semangat ibadah. Banyak jamaah yang justru merasakan nikmatnya ibadah karena ada suasana jamaah.

5. Karena bimbingan ruhiyah itu yang paling utama.
Pembimbing bukan hanya mengatur jadwal, tapi menuntun hati jamaah agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang terarah berdampak pada iman, bukan sekadar perjalanan fisik. Banyak jamaah yang pulang dengan air mata, karena merasa dibimbing bukan hanya secara teknis, tapi juga secara ruhani.

6. Karena murah belum tentu hemat.
Sering kali umrah mandiri tampak lebih hemat di atas kertas, tetapi karena kurang pengalaman, justru biaya membengkak, hotel jauh dari Masjidil Haram, transportasi lokal mahal, atau waktu banyak terbuang karena salah arah.

7. Karena peran profesional itu tetap dibutuhkan.
Legalisasi umrah mandiri bukan berarti menghapus peran pembimbing dan penyelenggara yang berpengalaman. Justru mereka yang profesional akan tetap dibutuhkan untuk menjaga agar ibadah tetap tertib, aman, dan khidmat.

Bahkan ini juga merupakan sunnahnya para salaf.
Disebutkan bahwa sebagian ulama dan orang-orang shalih di masa lalu terkadang berangkat haji bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk melayani dan membimbing jamaah haji.

Imam Ahmad rahimahullah misalnya, pernah berkata bahwa menemani orang berhaji dan membantu mereka dalam perjalanan termasuk amal yang besar pahalanya.
Begitu juga Abdullah bin Mubarak rahimahullah, beliau dikenal sering berhaji dan umrah, dan dalam perjalanannya beliau banyak menolong jamaah, membawa bekal lebih untuk membantu mereka yang kekurangan, bahkan memikul beban orang lain agar mereka bisa beribadah dengan tenang.

Mereka tau, ibadah itu bukan hanya sujud di tanah suci, tapi juga melayani saudara yang sedang beribadah di tanah suci.
Itulah teladan dari para salaf yang menuntun, melayani, dan membimbing dengan niat ibadah.

Maka saya tenang.

Justru kemarin alhamdulillah masuk lagi 4 pax untuk program awal ramadhan, setelah itu sudah masuk lagi beberapa pesan meminta info terkait program kami di awal ramadhan nanti. Bukti bahwa umat tetap membutuhkan bimbingan, pendampingan, dan ketenangan dalam beribadah. Terlebih lagi banyak profesional yang ingin umrah dengan waktu yang tidak lama, 9 hari sudah cukup bagi mereka, sebab terkait pekerjaan. Pengalaman mendampingi seorang dokter untuk masuk raudhah dalam umrah privat kemarin memberi pelajaran bagi saya, mungkin saya ceritakan dilain waktu.

Bagi yang ingin berangkat mandiri silakan, semoga Allah mudahkan.
Bagi yang ingin berangkat dengan bimbingan, insyaAllah di sanalah kami hadir:
bukan hanya mengantar, tapi membimbing menuju pengalaman ibadah yang berkesan, aman dan terarah. Untuk info keberangkatan Noor Medina awal ramadhan besok, masih ada seat. 08113962400 (Syahrullah Hamid)

“Lebih Baik Nambah, Daripada Mubazir”Sahabat yang telah menunaikan umrah tentu melihat fenomena yang cukup menyedihkan, ...
01/11/2025

“Lebih Baik Nambah, Daripada Mubazir”

Sahabat yang telah menunaikan umrah tentu melihat fenomena yang cukup menyedihkan, di mana makanan jamaah di hotel sering kali terbuang sia-sia. Banyak jamaah mengambil terlalu banyak, lalu ternyata tidak s**a, atau sudah kenyang, akhirnya dibuang begitu saja.

Padahal, ini bukan hanya masalah etika, tetapi juga masalah adab dan syariat. Islam mengajarkan kita untuk menjauhi sikap berlebih-lebihan (israf) dan pemborosan (tabdzir) dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan dan minum.

Maka, salah satu bagian dari program pembinaan jamaah yang kami dampingi adalah latihan bersama untuk hidup tanpa israf, tanpa mubazir. Kami ajak jamaah berlatih menakar secukupnya, menghabiskan yang diambil, dan belajar bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan.

Alhamdulillah, kebahagiaan yang tak ternilai adalah ketika jamaah mulai berubah. Prinsip sederhana namun sarat hikmah ini mulai benar-benar diamalkan:

"Lebih baik nambah, daripada buang-buang makanan."

Allah Ta‘ala berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A‘raf: 31)

Ayat ini menunjukkan bahwa israf, yaitu melampaui batas dalam hal makan dan minum, termasuk perbuatan yang dibenci oleh Allah.

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an menjelaskan:

"Larangan untuk berlebih-lebihan berlaku baik dalam kadar, jenis, maupun cara makan. Orang yang makan melebihi kebutuhannya berarti telah keluar dari batas syukur."

Adab Ini Juga Berlaku di Undangan Walimah

Prinsip ini tidak hanya berlaku di tanah suci atau saat menunaikan umrah. Adab menjauhi israf juga seharusnya hadir dalam setiap undangan walimah dan perjamuan.

Sering kali kita lihat dalam acara pernikahan makanan yang melimpah menjadi ladang mubazir karena tamu mengambil terlalu banyak atau hanya ingin mencicipi sedikit-sedikit semua menu. Padahal Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ كَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
“Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara pada kalian: banyak bicara yang tidak bermanfaat, menyia-nyiakan harta, dan terlalu banyak meminta.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Membuang makanan termasuk dalam idhaa‘atul maal -menyia-nyiakan harta- yang dibenci oleh Allah. Maka ketika kita menghadiri walimah, hendaknya kita menakar sesuai kemampuan, menghormati tuan rumah dengan menghabiskan makanan yang diambil, dan bersyukur atas nikmat Allah.

Coba Kita Renungkan...

Betapa banyak orang di luar sana yang tidak memiliki makanan, sementara kita dengan mudah membuang-buangnya.
Bayangkan bila setiap orang menyisakan hanya satu butir nasi saja, dan hari itu ada seribu orang yang melakukannya, maka ada seribu butir nasi yang hilang sia-sia. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup untuk menyediakan beberapa piring makanan bagi orang yang kelaparan.

Orang tua kita dahulu menasihati dengan ungkapan yang sederhana:

“Jangan buang-buang nasi, nanti nasinya menangis.”

Ungkapan ini memang bukan dalil, tetapi mengandung pelajaran berharga, bahwa setiap butir nasi adalah nikmat Allah yang harus dihargai, bukan disia-siakan.

Allah Ta‘ala bahkan mengingatkan kita untuk merenungi makanan kita, bukan hanya memakannya:

فَلْيَنْظُرِ الْإِنسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
“Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya.”
(QS. ‘Abasa: 24)

Imam Asy-Syaukani menjelaskan dalam Fathul Qadir:

“Perintah untuk memperhatikan makanan bukan sekadar melihat bentuknya, tetapi merenungi asalnya, prosesnya, dan nikmat Allah di dalamnya, agar manusia menjadi hamba yang bersyukur, bukan yang kufur.”

Maka, belajar menakar makanan, tidak mengambil lebih dari yang mampu dimakan, dan menghabiskan nikmat yang telah disajikan, ini bagian dari adab seorang mukmin.

Sejatinya, bukan banyaknya makanan dimiliki yang menunjukkan hebat dan mulianya seseorang, melainkan bagaimana ia menghargai nikmat Allah dan tidak menyia-nyiakannya, meski sebiji nasi.

***
Umroh dan Haji Bali

Note:
1. Gambar satu adalah sisa makanan yang ditinggalkan jamaah
2. Gambar dua adalah sisa makanan jamaah yang telah mengalami perubahan. Walhamdulillah
3. Gambar tiga adlah program keberangkatan awal ramadhan. Masih ada seat yaa. (08113962400)

Bismillaah.. Tahukah Anda?Tahun ini, jumlah antrian haji di Indonesia telah mencapai 5.400.000 jamaah,sedangkan yang aka...
27/10/2025

Bismillaah..

Tahukah Anda?
Tahun ini, jumlah antrian haji di Indonesia telah mencapai 5.400.000 jamaah,
sedangkan yang akan berangkat hanya sekitar 240.000 orang.
Artinya, jutaan calon jamaah masih harus menunggu giliran, ada yang sudah lanjut usia, dan masa tunggunya bisa mencapai 20 hingga 40 tahun.

Namun Allah 'azza wa jalla membuka jalan lain menuju keutamaan haji itu,
melalui Umrah di bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan itu sebanding dengan (pahala) haji bersamaku.”
(HR. Bukhari & Muslim)

MasyaAllah…
Pahala seperti haji, dan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, itulah keistimewaan Umrah Ramadhan.

***

Umrah Awal Ramadhan 2026
InshaALLaH bersama Ustadz Syahrullah Hamid, S.Pd.I., CHL..

FREE CITY TOUR THAIF

Nikmati Umrah awal Ramadhan
+ perjalanan spiritual Napak Tilas perjuangan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam 🤍 beserta para sahabatnya di Dua Tanah Suci

💰34,5 Jt / Pax - Quad
🗓️ InshaALLAH keberangkatan 16 Feb ‘26 ( Prog 9 Hari )
🛫 Saudia Airlines
🪪 Visa Umrah
🏨 Hotel Madinah : Grand Plaza / setaraf ⭐️4
🏨 Hotel Mekkah : Prestige Hotel / setaraf ⭐️4
🚌 Bis Eksekutif
🍱 Makan 3 x sehari / FB
👳🏻‍♀️ Muthawif
💳 Asuransi
💧 Zam zam 5 Liter
🧰 Perlengkapan Exclusive

Starting: CGK, Jakarta.

Info & Pendaftaran :
Noor Medina Tours
No PPIU 10032300418170003
📍Jl. Bangka V No. 21, Pela Mampang - Jakarta Selatan
📲 08113962400

Address

Jalan Resimuka Barat, Gang Griya Resi No. 4. Monang Maning
Denpasar
80119

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Umroh dan Haji Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share