Becak (dari bahasa Hokkien: be chia "kereta kuda") adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Menjadi pengemudi becak merupakan salah satu cara untuk mendapatkan nafkah yang mudah, sehingga jumlah pengemudi becak di daerah yang angka penganggurannya tinggi dapat menjadi sangat tinggi. Jenis-jenis becak
Becak di Ciputat, Tangerang. Dilihat dari tenaga penggeraknya, becak dapat dibedakan atas:
Becak kayuh - Becak yang menggunakan sepeda, dengan tenaga penggerak manusia, sebagai kemudi. Becak bermotor atau becak mesin - Becak yang menggunakan sepeda motor sebagai penggerak. Sementara dari bentuknya, di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:
Becak dengan pengemudi berada di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa. Becak dengan pengemudi berada di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatera. Kedua-dua bentuk itu masing-masing memiliki jenis yang bertenaga penggerak manusia atau pun mesin. Helicak ("helikopter becak", becak bermotor berbentuk serupa helikopter) dan bentor dari wilayah timur, contohnya, bertenaga penggerak mesin di belakang. Bentor atau betor dari Sumatera, khususnya Sumatera bagian utara, bertenaga penggerak mesin di samping. Jenis becak yang pengemudinya berada di depan diketahui ada di beberapa negara lain, sebagaimana dikembangkan di India, Pakistan dan Bangladesh. Pada model ini, sepeda atau sepeda motor digunakan sebagai tenaga penggerak dan diletakkan di muka penumpang; menggantikan tenaga manusia yang berjalan kaki menarik penumpang pada angkong. Di Jakarta, pada dasawarsa '70an masih ada mobet ("motor becak", dengan motor di depan) yang beroperasi di sekitar Cempaka Putih. Model ini kemudian diikuti oleh minicar dan juga bajaj, yang lebih manusiawi karena pengemudinya terlindung dari panas dan hujan. Desain
Bakfiets tradisional Belanda
Becak konvensional mempunyai 3 roda, 2 roda di bagian depan dan 1 roda di bagian belakang. Dua roda dibagian depan dihubungkan dengan sebuah poros tetap dan kedua roda depan ini bisa digerakkan secara bersama sama dengan porosnya untuk membelokkan becak. Pengemudi becak duduk hampir di atas roda belakang, menggenjot pedal dan rantai yang memutar roda belakang. Penumpang duduk di kursi yang berada di antara dua roda depan. Peredam guncangan berada di roda bagian depan berupa per daun yang dipasang antara poros roda dengan badan becak. Penumpang di depan biasanya dilindungi oleh badan becak yang terbuat dari kayu dan atap terpal serta penutup depan dari plastik bening yang ditutup hanya pada saat hujan saja. Sebagai alat penghenti laju becak, ada sebuah rem sederhana yang menghentikan laju roda belakang; rem ini digerakkan oleh pengemudi menggunakan sebuah tongkat (tuas) yang berada di bawah kursi pengemudi. Desain dari becak ini, kecuali bagian kabin penumpangnya, sangat mirip dengan gerobak barang tradisional Belanda yang bernama bakfiets (Bld. fiets: sepeda).