Replika News ID

Replika News ID Memberikan Informasi Seputar Sejarah, Wisata Bahkan Kehidupan.

26/08/2026

‎Charles Joughin adalah kep4la pembuat roti di kapal Titanic. Saat perintah untuk meninggalkan kapal diberikan, ia menyuruh para pembuat roti lainnya membawa persediaan roti ke sekoci. Setelah itu, ia kembali ke kamarnya untuk minum sebelum kembali lagi membantu proses ev4kuasi. 🍞🚢

‎Di tengah kep4nikan, Joughin ikut membantu menyiapkan sekoci. Ia bahkan membantu memasukkan per3mpuan yang masih ragu untuk naik. Ketika mendapat kesempatan untuk masuk ke sekoci, ia justru memilih tidak mengambil tempat tersebut karena merasa hal itu bisa memberikan contoh yang bvruk kepada orang lain. 😳🛟

‎Ia kemudian kembali ke bagian belakang kapal dan kembali minum. Ketika Titanic mulai ter4ngkat tinggi dari permukaan laut, Joughin naik ke bagian luar pagar buritan dan bertahan di sana. Saat kapal akhirnya tengg3lam sepenuhnya, ia melangkah turun ke laut. 🌊

‎Yang terjadi setelah itu terdengar seperti sesuatu yang mustahil. Joughin mengatakan bahwa ketika Titanic menghilang ke bawah laut, kepalanya hampir tidak basah. Ia kemudian berada di air laut yang suhunya diperkirakan sekitar 2°C selama berjam-jam, dalam keadaan gelap dan tanpa jaket pelampung yang menyelam4tkannya. 🥶🌑

‎Ia terus bert4han sampai akhirnya menemukan sebuah sekoci penyel4mat yang terbalik. Joughin berpegangan di bagian samping sekoci tersebut sambil tvbuhnya masih berada di dalam air. Setelah beberapa waktu, ia akhirnya berhasil ditarik ke sekoci lain dan disel4matkan. 😱🛟

‎Hal yang membuat kisah ini semakin sulit dipercaya adalah kondisi tvbuhnya. Setelah disel4matkan, ia tidak mengalami ced3ra serivs. Mas4lah yang paling menonjol hanya k4kinya yang memb3ngkak. Padahal ia baru saja melewati berjam-jam di air laut yang sangat dingin. ❄️😨

‎Banyak cerita kemudian mengatakan bahwa 4lkohol membuatnya mampu bertahan lebih lama. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Alkohol justru dapat membuat tvbuh kehilangan panas lebih cepat dan bukanlah perlindvngan dari hipotermia. Jadi, minuman ker4s bukanlah “rahasia” yang menjelaskan keselamatannya. 🍺❄️

‎Charles Joughin menjadi salah satu penyintas Titanic dengan kisah paling luar biasa. Ia melihat kapal tengg3lam dari jarak dekat, masuk ke laut yang hampir membekukan, bertahan selama berjam-jam, lalu berhasil disel4matkan dengan kondisi yang relatif baik. Bagaimana tvbuhnya bisa bertahan selama itu masih menjadi salah satu bagian paling menakjubkan dari tragedi Titanic. 🚢🌊

‎Referensi:

‎• British Wreck Commissioner’s Inquiry — “Testimony of Charles Joughin”
‎• Encyclopedia Titanica — “Charles John Joughin: Titanic Survivor”

25/08/2026

Rudolf Diesel menciptakan mesin yang jauh lebih efisien daripada mesin uap pada zamannya. Temuannya kemudian dipakai di kapal, kereta api, truk, dan berbagai industri di seluruh dunia.

Meski karyanya sangat berpengaruh, Diesel mengalami masalah keuangan yang berat. Ia terlibat dalam sengketa bisnis dan utang yang menumpuk. Pada September 1913, ia menaiki kapal dari Belgia menuju Inggris.

Beberapa hari kemudian, mayatnya ditemukan mengapung di Laut Utara. Saku-sakunya kosong, dan penyebab kematiannya hingga kini masih diperdebatkan—apakah bunuh diri, kecelakaan, atau ada unsur lain.

Kisah Rudolf Diesel menjadi pengingat pahit bahwa penemuan yang mengubah dunia tidak selalu membawa kekayaan atau akhir yang bahagia bagi penemunya.

24/08/2026

Di pedalaman Casserengue, Brasil, hidup seorang wanita luar biasa bernama Marizete. Di usianya yang menginjak setengah abad, setiap hari adalah medan pertempuran melawan Neurofibromatosis Tipe 1 (NF1). Penyakit genetik langka ini menumbuhkan labirin tumor jinak di sepanjang sarafnya, mengubah penampilannya secara drastis, serta meninggalkan jejak nyeri kronis dan bercak café-au-lait di kulitnya. Tanpa adanya obat penawar medis hingga saat ini, Marizete dipaksa berdampingan dengan rasa sakit tiada akhir.

Namun, beban terberat Marizete bukanlah fisiknya sendiri, melainkan kenyataan pahit bahwa tiga dari empat anaknya mewarisi kutukan genetik yang sama.

Di bawah atap rumah tua yang bocor setiap kali hujan mengguyur wilayah Paraíba, keluarga ini merajut asa. Sang suami membanting tulang sebagai buruh tani serabutan, mencoba mengalahkan kemiskinan dan biaya pengobatan yang terus mencekik. Mereka terisolasi, bukan hanya oleh jarak ke fasilitas medis terdekat, tetapi juga oleh dinding tebal stigma sosial masyarakat sekitar.

Meski badai kehidupan datang bertubi-tubi, Marizete menolak untuk menyerah. Ia berdiri tegak menjadi pilar keteguhan, memeluk anak-anaknya dengan kasih sayang penuh, dan membuktikan bahwa martabat manusia tidak ditentukan oleh penyakit. Kisah ketahanannya kini mengetuk hati dunia, memicu gelombang solidaritas dari berbagai pihak yang mulai mengulurkan tangan untuk membedah rumah mereka dan memberi secercah harapan baru.

23/08/2026

Sekilas, bentuknya terlihat seperti permukaan benda yang tidak biasa. Namun jika diperhatikan lebih dekat, kumpulan lingkaran kecil tersebut ternyata adalah bagian dari sebuah karya seni berbentuk bibir manusia.

Karya tersebut dibuat oleh seniman asal Amerika Serikat, Mark Aeling, dan diberi nama “Chromorifice”. Menurut studio miliknya, patung ini menggunakan lebih dari 10.000 pensil warna yang disusun menjadi permukaan tiga dimensi berbentuk sepasang bibir berukuran besar.

Uniknya, Aeling tidak sekadar menempelkan pensil secara berjajar. Setiap pensil dibuat mengikuti bentuk dan posisi tertentu pada cetakan sehingga keseluruhannya membentuk kontur bibir. Dari kejauhan, susunan pensil tersebut menyatu menjadi sebuah bentuk yang terlihat sangat realistis.

Menurut penjelasan MGA Sculpture Studio, karya Chromorifice terinspirasi dari konsep pixelization atau pikselisasi. Dalam karya ini, konsep tersebut dibuat dalam bentuk tiga dimensi sehingga setiap pensil menjadi semacam “piksel” yang membentuk keseluruhan gambar. Proses pembuatannya bahkan membutuhkan lebih dari satu tahun pengerjaan.

Karya ini menjadi salah satu contoh bagaimana benda yang sehari-hari digunakan untuk menggambar dapat diubah menjadi sebuah patung berskala besar. Bagi Aeling, penggunaan material yang tidak biasa menjadi bagian penting dari eksplorasi seninya.

20/08/2026

‎Ketika mendengar kisah Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan, kita biasanya hanya mengenal satu cerita: rakyat dipaksa bekerja membangun jalan di bawah kekuasaan Daendels. Namun, sejarahnya ternyata jauh lebih rumit dan ironis. 😨

‎Pada 1808, pemerintah Daendels memang mengeluarkan instruksi mengenai pemberian upah bagi pekerja pembangunan jalan. Pemerintah menyediakan sekitar 30.000 ringgit untuk pembiayaan proyek, dan pada sejumlah ruas pekerja mendapat bayaran tertentu, disertai beras dan garam.

‎Masalahnya, uang tersebut tidak diberikan langsung kepada para pekerja. Penyalurannya melewati pejabat kolonial dan kemudian bupati pribumi yang bertanggung jawab atas para pekerja. Di sinilah muncul bagian paling pahit dari kisah ini. 😳

‎Menurut penelitian sejarawan Djoko Marihandono, terdapat bukti penyerahan dana dari pemerintah kolonial kepada pejabat dan bupati. Namun, sampai sekarang tidak ditemukan bukti administrasi yang menunjukkan bahwa uang tersebut benar-benar diteruskan dari bupati kepada para pekerja. Kondisi inilah yang melahirkan dugaan adanya penyelewengan atau korupsi upah.

‎Bayangkan rakyat sudah dipaksa mengerahkan tenaga untuk proyek kolonial. Mereka bekerja dalam kondisi berat, jauh dari keluarga, menghadapi kelaparan, penyakit, dan kelelahan. Di sisi lain, hak yang seharusnya mereka terima justru diduga berhenti di tangan para pejabat lokal. Ironisnya, orang yang berada di antara pemerintah kolonial dan rakyat adalah pejabat pribumi sendiri. 😔

‎Jadi, kalimat “upah kerja paksa dikorupsi orang bangsa sendiri” memang terdengar sangat menusuk. Tetapi perlu diluruskan: bukti sejarah yang tersedia menunjukkan adanya dana dan bukti penyerahannya kepada pejabat, sementara bukti pembayaran dari bupati kepada pekerja tidak ditemukan. Jadi, lebih tepat menyebutnya sebagai dugaan penyelewengan, bukan fakta bahwa semua bupati pasti mengkorupsi seluruh upah pekerja.

‎Yang lebih mengejutkan, praktik korupsi memang bukan sesuatu yang baru muncul di Indonesia modern. Penelitian tentang pemerintahan Daendels juga mencatat adanya penyelewengan hasil bumi dan praktik korupsi di kalangan pejabat pada masa itu. Daendels bahkan menerapkan hukuman berat terhadap berbagai bentuk penyelewengan.

‎Maka sejarah ini meninggalkan sebuah ironi besar: rakyat berada di bawah tekanan penjajahan, tetapi di tengah sistem itu tetap ada orang-orang dari kalangan sendiri yang diduga mengambil keuntungan dari penderitaan rakyatnya. Seolah-olah korupsi sudah mengenal satu prinsip sejak ratusan tahun lalu: kalau ada hak rakyat yang melewati banyak tangan, selalu ada tangan yang tergoda untuk mengambil bagian. 🥀

‎Referensi:

‎• Kompas - “Dibayar atau Ditipu, Fakta Upah Kerja Rodi Jalan Daendels Anyer-Panarukan”
‎• Historia - “Dugaan Korupsi dalam Pembangunan Jalan Raya Daendels”
‎• Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat - “Sejarah Jalan di Jawa Barat”

19/08/2026

Doña Myriam, seorang lansia asal Kolombia, punya cara yang cukup unik untuk mendapatkan uang. Ia dikenal s**a memperhatikan berbagai kejadian di sekitar tempat tinggalnya dan mengumpulkan informasi tentang warga di lingkungannya.

Mulai dari siapa yang sering pulang larut, siapa yang kedatangan tamu, sampai kabar soal perselingkuhan. Informasi tertentu bahkan dilengkapi dengan foto. Untuk gosip ringan, bayarannya disebut sekitar Rp20 ribu sampai Rp40 ribu. Kalau informasinya dianggap sensitif, nilainya bisa jauh lebih besar.

Kisahnya pernah diberitakan oleh surat kabar El Heraldo. Dari pekerjaan yang tidak biasa itu, Doña Myriam disebut berhasil mengumpulkan cukup uang hingga membeli dua rumah.

18/08/2026

Pada November 1960, Gatot Wilotikto, mahasiswa Universitas Padjadjaran, berangkat ke Pyongyang untuk menerima beasiswa ikatan dinas dari pemerintah Korea Utara. Ia datang sebagai mahasiswa penuh cita-cita, tanpa pernah membayangkan bahwa perjalanan itu akan mengubah seluruh hidupnya. 🇮🇩

‎Gatot bahkan tercatat sebagai WNI pertama yang menginjakkan kaki di Kota Pyongyang. Hubungan Indonesia dan Korea Utara saat itu sedang sangat erat, hingga ia dipercaya menjadi bagian dari pertukaran pendidikan antara kedua negara. ✈️

‎Namun semuanya berubah setelah pecahnya peristiwa G30S pada 1965. Saat diminta mengikuti screening ideologi dan menandatangani surat kec4man terhadap Presiden Ir. Soekarno melalui KBRI, Gatot memilih menolak. Keputusan itu membuat paspor Indonesianya dicabut oleh rezim Orde Baru dan ia kehilangan status kewarganegaraan selama 51 tahun. 💔

‎Hidup sebagai orang tanpa negara bukan berarti hidup tanpa harapan. Pemerintah Korea Utara memberinya kartu identitas khusus, tempat tinggal, jaminan sosial, serta pekerjaan sebagai peneliti kimia dan penerjemah bahasa Indonesia. Di negeri asing itu, Gatot membangun hidup dari awal sambil terus menyimpan kerinduan pada tanah kelahirannya. 🕊️

‎Pada November 1967, setelah mendapat izin parlemen Korea Utara, Gatot menikahi wanita lokal bernama O Kwang Mi. Keduanya kemudian dikaruniai tiga orang anak dan menjalani kehidupan keluarga selama puluhan tahun di Pyongyang. 💍

‎Harapan baru akhirnya datang setelah runtuhnya r3zim Orde Baru. Melalui proses pemulihan yang melibatkan Rachmawati Soekarnoputri, kewarganegaraan Indonesia Gatot dipulihkan pada tahun 2000. Meski begitu, ia baru benar-benar kembali menetap di Indonesia bersama keluarganya pada tahun 2011. ✨

‎Kepulangannya justru menjadi momen paling mengharukan. Kedua orang tuanya telah lama men*nggal dunia, sementara beberapa kerabat hampir tak mengenalinya lagi setelah lebih dari setengah abad berpisah. Kisah Gatot menjadi salah satu potret paling pilv tentang nasib mahasiswa Indonesia yang terasing akibat pergol4kan politik 1965. 😢

‎Referensi:

‎• BBC Indonesia — Kisah WNI Pertama ke Korea Utara yang Terjebak 51 Tahun
‎• The Fragile Bloom of the Kimilsungia — Indonesian Political Exiles in North Korea

17/08/2026

Polda Metro Jaya menetapkan F, istri pemilik Hanania Travel Ahmad Syah Farhan (ASF), sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan perjalanan haji dan umrah. Meski telah berstatus tersangka, F tidak ditahan di rumah tahanan, melainkan menjalani penahanan kota berdasarkan keputusan penyidik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi keluarga tersangka. F diketahui masih memiliki anak yang berusia balita serta orang tua yang sedang sakit. Pertimbangan itu menjadi dasar penyidik menerapkan penahanan kota sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

16/08/2026

🇳🇿 Melahirkan di Selandia Baru, Benarkah Semua Fasilitasnya Gratis?

Seorang wanita membagikan pengalamannya menjalani kehamilan hingga melahirkan di Selandia Baru. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan berbagai fasilitas yang diterima, mulai dari pemeriksaan kehamilan, proses persalinan, perlengkapan bayi, hingga makanan untuk ibu setelah melahirkan.

Menurut penuturannya, seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya bagi warga dan mereka yang berhak mendapatkan layanan kesehatan publik di Selandia Baru. Fasilitas itu menjadi bagian dari sistem kesehatan negara yang didanai pemerintah, sehingga masyarakat yang memenuhi syarat bisa memperoleh layanan medis tanpa harus mengeluarkan biaya besar saat melahirkan.

Unggahan tersebut kemudian viral di media sosial dan memancing banyak perbincangan. Tak sedikit warganet yang membandingkan sistem pelayanan publik di Selandia Baru dengan negara lain. Selandia Baru sendiri kerap dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi yang rendah serta memiliki sistem pelayanan publik yang mendapat perhatian dunia.

Meski demikian, kebijakan layanan kesehatan dapat berbeda tergantung status kependudukan, visa, maupun kelayakan penerima layanan di negara tersebut.

Kalau menurut kalian, apakah sistem seperti ini layak diterapkan lebih luas di berbagai negara? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang ikut berdiskusi.

Sumber:

14/08/2026

Banyak orang mengira HokBen adalah restoran asal Jepang karena konsep dan menunya yang kental dengan nuansa negeri Sakura. Padahal, pemilik sekaligus pendirinya adalah pengusaha asli Indonesia bernama Hendra Arifin. Ia mendirikan restoran ini di bawah naungan PT Eka Boga Inti.

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Hendra Arifin bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan otomotif multinasional pada era 1980-an. Dari hubungan bisnis perusahaannya dengan mitra Jepang, ia mengenal budaya makan praktis ala bento. Melihat peluang besar karena restoran Jepang kala itu masih mahal dan langka di Indonesia, ia memutuskan mengambil langkah berani.

Hendra pergi langsung ke Jepang untuk membeli hak lisensi merek dan sistem Hoka Hoka Bento. Setelah berhasil memperoleh lisensi, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Pada 18 April 1985, ia secara resmi membuka gerai pertama Hoka Hoka Bento di kawasan Kebon Kacang dan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang awalnya hanya melayani pesanan take away.

Seiring waktu, restoran tersebut berkembang pesat, mengubah nama resmi menjadi HokBen pada 2013, dan kini memiliki ratusan gerai di berbagai pulau di Indonesia. Kisah Hendra Arifin menjadi bukti bahwa peluang bisnis besar bisa lahir dari pengamatan sederhana terhadap kebiasaan masyarakat, disertai keberanian meninggalkan zona nyaman.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Replika News ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share