18/12/2020
CARA JITU UNTUK MENGENDALIKAN EMOSI AGAR TIDAK MUDAH MARAH
Emosi itu apa sih? Kenapa emosi harus dikendalikan atau di control? Emosi merupakan reaksi terhadap seseorang atau sebuah kejadian yang menimpa seseorang. Emosi bisa dikaitkan dengan berbagai perasaan, mulai dari perasaan senang, sedih, hingga marah. Kerap kali emosi disamakan dengan marah, sebenarnya emosi tidak sama dengan marah ya, tapi marah bagian dari emosi. Ada dua jenis emosi, emosi positif dan emosi negatif.
Emosi positif seperti senang / bahagia, bersyukur, bangga, ketenangan, mudah senyum, harapan, terhibur, terinspirasi, terpesona, cinta, merasa lega, dll. Emosi ini baik untuk dilatih dan disebarkan/ ditularkan pada lingkungan sekitar.
Emosi negatif menurut pakar mind technology Adi W Gunawan CCH, ditulis Sabtu (6/9/2014) menyebutkan beberapa emosi negatif itu antara lain seperti marah, dendam, takut, kesedihan mendalam, apatis/putus asa, perasaan bersalah, perasaan malu, benci, iri/dengki, khawatir/cemas, kesepian, ketidakpuasan, terluka, kecewa, sakit hati, penyesalan mendalam, dll. Emosi ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh dan psikis, jika terjadi dalam kurun waktu yang lama dan menjadi kebiasaan maka akan berdampak pada psikis dan menjadi penyakit fisik yang disebut psikosomatic. Misalnya orang dengan kecenderungan emosional atau temperamental akan mudah terserang darah tinggi dan menghisap energy positif dari psikis kita.
Biasanya penyebab seseorang marah karena terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Maka dari itu kita perlu sadari bahwa marah bisa jadi pemicu penyakit-penyakit mengerikan, dan supaya hal itu tidak terjadi yuk simak tips mengungkapkan emosi dengan cara yang baik dan sehat agar tidak marah-marah terus:
1. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, perasaan apa yang sedang Anda rasakan saat ini. Hal ini penting karena Anda perlu betul-betul memahami perasaan Anda sendiri sebelum bisa menyampaikannya ke orang lain. Apakah kamu benar-benar marah karena mendapat perlakuan tidak mengenakkan, atau kamu dikecewakan oleh sikap orang lain, atau kamu melakukan kesalahan dan direspon keras oleh orang lain.
2. Cobalah untuk mengungkapkan perasaan Anda melalui suatu media jika Anda kesulitan untuk mengungkapkannya secara langsung, misalnya dengan mencari lagu yang cocok dengan perasaan kamu atau kamu bisa meluapkan perasaan dan emosi kamu melalui tulisan seperti ini.
3. Ceritakan perasaan Anda kepada orang-orang yang Anda percayai.
4. Dengarkan saat orang lain sedang mengungkapkan perasaan mereka, agar secara tidak langsung Anda terbiasa dengan sikap terbuka dan bisa menerapkannya pada diri Anda sendiri.
5. Mengubah mindset ke hal positif dan jangan tenggelam kedalam hal yang membuat kamu semakin emosi.
6. Apabila suatu hal menimbulkan amarah secara tiba-tiba, kamu harus belajar untuk mengubah cara kamu bereaksi / cara merespon terhadap hal tersebut.
7. Belajar ikhlas terhadap hal yang membuat mu sakit hati, dan jangan memendamnya. Emosi yang dipendam hanya sementara dapat disembunyikan sewaktu-waktu emosi tersebut dapat meledak kembali dan bahkan bisa lebih besar. Maka itu kamu harus belajar mengikhlaskan agar emosi tidak semakin menumpuk dan menjadi sampah di hati.
8. Jika terjadi suatu hal yang diluar ekspektasimu jangan marah. Harus mulai belajar memahami bahwa tidak ad hal yang sempurna di dunia ini, kita hanya perlu melihat sisi baiknya dan menyesuaikan respons / reaksi kita dengan hal yang terjadi.
9. Harus meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja tanpa harus marah-marah
Cobalah terapkan cara-cara di atas untuk melepaskan emosi dengan sehat guna menghindari bahaya memendam emosi. Namun, jika kamu masih kesulitan mengekspresikan emosi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.