27/08/2020
Pelabuhan yang dirancang Customs Centric seperti pada negara ini https://bit.ly/3guWx7L, sudah pasti banyak prosedural Customs-nya.
Bayangkan, negara-nya menghilang sebanyak 12 Prosedural Customs untuk Percepatan Gerakan Kapal dan Barang di pelabuhan negara tersebut.
Pelabuhan kita ini berdasarkan UU 17/ 2008 Tentang Pelayaran itu sudah benar yang dikarenakan merujuk pada Archipelago Port berbasis Port Centric dan bukan Customs Centric. (see https://www.portsupplychain.com/?page=training).
Prosedural Customs di kita cuma 2 (dua), yaitu: ekspor dan impor dan hanya diterapkan pada sebanyak kurang lebih pada 300-an pelabuhan berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) lintas Kementerian.
Jumlah pelabuhan kita ada sebanyak 1.961pelabuhan dan dikarenakan keterbatasan perwakilan Port Regulator yang hanya sebanyak 287 lokasi saja, maka sisanya dilayani secara Check Point berdasarkan lokasi perwakilan terdekat.
Jadi ada 85.4% itu murni Domestic Traffic yang mana Port Centric lebih berperan ketimbang Customs Centric. Hal ini dikarenakan pada domestik (85.4%) tersebut -- tidak ada prosedural customs.
Melihat kepelabuhanan kita secara Helicopter View, maka Sentra Pelabuhan Priok itu tidak bisa dijadikan acuan, apalagi rumusan LPI (Logistic Performance Index)-nya hanya condong melihat pada satu instansi saja.
Piramida 3P (Port Regulator, Port Opetator dan Port Community) adalah dasar untuk memahami model Archipelago Port.
Ada 72 aktivitas logistik di dalamnya jika dinilai dari sudut pandang Port Supply Chain.
Kegiatan Biro Logistik dari ujung ke ujung Port Supply Chain ini masih belum menjadi substansi pengetahuan di lintas SCM yang ada sekarang, sehingga profesi² apapun yang didefinisikan pada ruang SCM senantiasa tidak bisa Speed-to-Ship the Inbound Raw Material Manufacture maupun Outbound Finished Good to Consignee/ Retail/ End User Buyer.
Keengganan untuk mengikutsertakan penjelasan kegiatan Biro Logistik di atas ini sudah menjadi fakta bahwa semua cost structure menjadi tidak menentu (unpredictable) dan berbiaya tinggi, serta tidak menarik bagi investor baru ketika Business Plan-nya di-eXercise.
Customs procedures are always a haunting torment of many companies and businesses. Recently, the Prime Minister has ordered Vietnam Ministry of Finance, the General Department of Customs to review