21/12/2024
Raih Pendapatan Neto Sebesar Rp4.86 Miliar, Krida Jaringan Nusantara (KJEN), Hadapi 2025 dengan Optimistis
Jakarta-PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), emiten jasa pengiriman barang, membukukan pendapatan bersih sebesar 4.86 miliar di Q3 2024 dengan laba periode berjalan Rp223.700.124.
Direktur Utama KJN EXPRESS Sunarto yang didampingi Komisaris KJN EXPRESS Dewi Prasetyaningsih, saat public Expose KJEN, di Kantor KJEN Kawasan Kramat Raya Jakarta, pada Jumat (20/12/2024), memaparkan bahwa jika dibanding dengan periode September 2023, pendapatan Perseroan mengalami penurunan 11,72%, namun demikian jika dilihat dari laba periode berjalan naik 40,8% dari periode September 2023.
“Hal ini menggambarkan bahwa Perseroan mampu menerapkan tingkat efisiensi yang lebih baik. Perseroan mengambil langkah-langkah yang diharapkan mampu meningkatkan performance dimasa yang akan datang,” ujarnya.
Peningkatan performance antara lain: 0ptimalisasi Aset. Dimana kata Sunarto, KJEN memanfaatkan asset Perseroan dan bekerja sama dengan badan usaha yang telah mempunyai SIUJPT(Surat Ijin Usaha Jasa Transportasi) untuk mendapatkan bisnis baru.
Langkah berikutnya adalah melakukan Jasa Fulfilment. Yaitu memberikan jasa fulfilment untuk market ecommerce dan UMKM. Kemudian melakukan FMCG Distribution. Investasi akan dilakukan di ekosistem logistik yang menjadi bisnis utama dari perseroan.
Manajemen juga akan memperhatikan khusus sistem aplikasi dengan cara mengembangkan sistem aplikasi yang menunjang operasional dan meningkatkan penjualan.
Sunarto juga menambahkan, bahwa saat ini KJEN juga menangani air minum. Bisnis ini memiliki prospek yang luar biasa dan menjanjikan bagi bisnis KJEN. “Akhirnya, Direksi berharap dengan semangat dan dukungan karyawan serta kepercayaan pemegang saham, kinerja Perseroan dapat jauh lebih baik di masa yang akan datang. KJEN berkomitmen memberikan benefit ke para pemangku kepentingan dengan melakukan investasi strategis. “Hingga saat ini, kami masih bisa mencetak keuntungan yang menjanjikan dan didukung oleh rasio keuangan yang sehat,” ujarnya.