Pintu Belajar

Pintu Belajar Pintu belajar adalah program pendidikan dibawah naungan organisasi nirlaba Buddhist Fellowship Indon

Pintu Belajar secara aktif mengirimkan tim survey ke daerah-daerah terpencil untuk bertemu dengan anak-anak yang memerlukan bantuan. Tim survei akan mendata setiap anak dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pintu Belajar saat ini memiliki dua program:

- Program Bantuan Beasiswa

Pintu Belajar meringankan beban yang harus ditanggung oleh keluarga kurang m

ampu dengan memberikan bantuan finansial untuk pendidikan anak-anak. Bantuan yang diberikan mencakup:

* Uang sekolah / kuliah
* Seragam sekolah
* Buku pelajaran dan alat-alat tulis
* Biaya transport ke sekolah
* Buku pendidikan lainnya dan alat permainan edukatif
* dan lain-lain

- Program Bantuan Untuk Sekolah

Pintu Belajar juga memberikan bantuan kepada sekolah dan lembaga pendidikan lainya di daerah yang terpencil di Indonesia. Bantuan ini termasuk:

* Biaya pembangunan sekolah dan fasilitas lainnya seperti perpustakaan dan taman bermain.
* Dana untuk buku-buku sekolah, alat-alat tulis, perabotan dan komputer
* dan lain-lain

One of our past collaborations, with Somboon Juice - cold pressed juice with no added sugar and preservativesHealthy bod...
14/06/2016

One of our past collaborations, with Somboon Juice - cold pressed juice with no added sugar and preservatives

Healthy body is needed to support learning

Past Collaboration

Peserta: Suranti Puspita WardaniTestimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016Sukhi Hotu,Saya berasal dar...
24/05/2016

Peserta: Suranti Puspita Wardani
Testimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016
Sukhi Hotu,
Saya berasal dari Wonogiri, saat ini saya kuliah di Universitas Mercubuana Yogyakarta jurusan Management semester 3
Kegiatan Workshop ini sangat bermanfaat dan positif bagi saya, memberikan semangat baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari kegiatan kemarin. Seperti halnya meditasi, yang saya anggap hanya biasa saja ternyata banyak manfaat yang di dapat setelah melaksanakan meditasi. Setelah mengikuti kegiatan Workshop PINTU BELAJAR kemarin saya tersadarkan sendiri untuk melakukan meditasi dan saya mencoba untuk itu menjadikan sebuah hal yang terbiasa untuk di lakukan. Saya akan membawa Dhamma dalam kehidupan, dan semangat untuk terus belajar Dhamma dan kuliah dengan sungguh-sungguh dan hanya prestasi yang mampu saya berikan untuk BFI untuk saat ini.
Terimakasih juga untuk para donatur PINTU BELAJAR yang telah membantu membiayai sekolah kita. Terimakasih juga sudah di ajak ke BFI house dan kaos gratis di toko BFI.
Dan senang rasanya dari kegiatan kemarin saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, banyak cerita dan pengalaman dari teman-teman juga. Masalah-masalah yang mereka hadapi di daerah untuk memajukan dhamma. Dan semoga kita dapat bertemu lagi di kegiatan yang sama.

Peserta: Hadi Susilo Testimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016Kegiatan yang diselenggarakan selama 3...
24/05/2016

Peserta: Hadi Susilo
Testimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016
Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari sangat bermanfaat bagi saya pribadi dan menjadi bekal untuk menjadikan oleh-oleh bagi teman-teman semua yang tidak mengikuti acara ini. Kegiatannya sangat mengasyikan, karena kita semua didekatkan pada anak –anak asuh PINTU BELAJAR dari berbagai daerah, bisa bertukar cerita informasi dari berbagai daerah itu juga. Baik mengenai organisasinya, kegiatannya dan masing-masing orang yang didalamnya.
Hari pertama di buka dengan perkenalan dan cerita tentang perjalanan PINTU BELAJAR. Lalu dilanjutkan dengan workshop yang seru-seru dan menggugah semangat kita semua sebagai pejuang Dhamma di kemudian hari, istirahat workshop makan-makan dan bikin nambah semangat lagi. Untuk masing-masing pembicara sangat menarik sekali topiknya. Topik yang dipilih dan disampaikan pada kita semua sangat tepat karena sesuai dan memposisikan latar belakang dan tugas kita sebagai pemuda. Kita semua dibekali berbagai pengalaman untuk kepemimpinan, bersosialisasi di masyarakat, peduli sesama, pentingnya berkomunikasi dan jiwa pejuang Dhamma.
Bekal kepemimpinan yang dapat saya petik yaitu kita sebagai penerus Dhamma harus mempunyai Saddha yang kuat terhadap Buddha Dhamma, mempunyai sikap yang patut di contoh terhadap anggotanya dan mampu mendengarkan keluh kesah dari masing-masing anggota. Terbuka dalam organisasi itu, mempunyai tujuan yang jelas dan sependapat sesama anggota. Untuk jiwa pejuang Dhamma ini yang sangat penting kita terapkan kepada semua anak asuh, bahkan kita juga harus bergerak bersama untuk melestarikan Buddha Dhamma ini karena kita semua di undang disana untuk mengambil informasi dan pengalaman-pengalaman yang di tuangkan dari para pembicara-pembicara dan para donatur untuk kita terapkan di diri kita pribadi, keluarga,teman-teman sedhamma dan lingkungan sekitar kita.
Yang paling menantang dalam acara ini yaitu meditasi selama 66 hari setelah pulang dari kegiatan ini. Semenjak itu saya berjanji dan berusaha untuk melaksanakan meditasi selama 15 menit setiap harinya. Sampai saat ini saya berusaha melaksanakannya walaupun kadang hanya puja bakti dan meditasi tidak sampai 15 menit dengan alasan tidak berada di rumah atau keberadaan yang tidak mendukung.
Untuk cerita kenapa saya bisa menjadi anak asuh PINTU BELAJAR ini pada waktu itu saya ditawari oleh tetangga saya dengan pertanyaan utama dari beliau itu. Nilai rapormu rata-rata mencapai berapa dan bercerita panjang lebar, akhirnya saya disarankan untuk mengikuti beasiwa PINTU BELAJAR, karena dengan nilai rapor rata-rata sudah melebihi yang ditentukan oleh PINTU BELAJAR. Lalu saya melengkapi semua persyaratan yang di minta, dan pesan dari beliau untuk menjadi pribadi yang santun dan di sekolah harus aktif. Dan yang terpenting rajin ke vihara serta aktif dalam kegiatan agama. Saya mendapatkan beasiswa dari kelas 11 SMK hingga berlanjut ke jenjang perkuliahan ini. Saya sangat berterimakasih kepada PINTU BELAJAR dapat membantu biaya pendidikan saya hingga jenjang perkuliahan ini, semoga saya dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan maksimal dan kelak membahagiakan orang tua serta bermanfaat bagi perkembangan Buddha Dhamma di kampung halaman saya.
Untuk feedback acara kemarin, acara seru banget mendekatkan semua anak asuh dari berbagai tempat dan kita semua menjadi dekat dengan pengurus-pengurus BUDDHIST FELOWSHIP INDONESIA dan dikenalkan pada donatur-donatur kita. Mendapat bekal untuk organisasi di kampung halaman, bekal pengalaman untuk teman-teman yang belum sempat mengikuti acara ini. Mempertebal keyakinan kita. Mendapatkan inovasi terbaru dalam pengembangan Dhamma baik di organisasi dan lingkungan masyarakat.

Peserta: META MAHAYATITestimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016Aku mendapatkan pengalaman yang cukup...
24/05/2016

Peserta: META MAHAYATI
Testimoni Workshop PINTU BELAJAR tanggal 15 – 17 Januari 2016
Aku mendapatkan pengalaman yang cukup menarik, pengalaman baru, teman baru dan keluarga baru. Ini adalah kesempatan kali pertama, aku pergi ke Jakarta dalam sebuah kegiatan.
Sejak jauh-jauh hari, aku dan temanku begitu bersemangat mempersiapkan kepergian kami, tiket kereta api pun sudah disiapkan. Sore itu kami berangkat dari Stasiun Besar Tugu Yogyakarta selama sekitar 9 jam perjalanan, sampailah kami di Stasiun Pasar Senen dan dijemput oleh Ko Yoppy dari PINTU BELAJAR.
Saat Workshop siap dimulai. Nampak wajah-wajah baru, yang ceria dan penuh s**a cita. Mereka adalah teman mahasiswa yang juga menjadi anak asuh pintu belajar yang berasal dari berbagai daerah. Aku berkenalan dengan mereka satu per satu.
Sebelum workshop dimulai, kami diberi sarapan hangat oleh Sis Inge, yang telah menggugah semangat kami dengan teriakannya yang mengguncangkan ruangan tempat kami berkumpul. Sontak, diantara kami yang masih mengantuk, langsung terbuka matanya. Kamipun diminta untuk melakukan hal yang sama, berteriak sekencang-kencangnya. Katanya kalau bisa, “Teriaklah sekuat-kuatnya, kalau bisa rubuhkan rumah ini”. “Hahahaa” kami pun serentak tertawa keras.
Sesi pertamapun dimulai, pengenalan diri keluarga BUDDHIST FELLOWSHIP INDONESIA serta pengantar dari ketua PINTU BELAJAR, yaitu Sis Anastasia yang cantik. Dengan semangat beliau menjelaskan program dari PINTU BELAJAR yang membantu membiayai anak-anak yang kurang dalam hal ekonomi serta berprestasi dalam bidang akademik. Kemudian selanjutnya kami mendengarkan pesan pembuka dari ketua BUDDHIST FELLOWSHIP INDONESIA, Ibu Wenny Lo. Beliau memberikan pesan dan nasihat singkat untuk kami peserta workshop. Sebagai muda-mudi Buddhis, hendaknya mampu berkarya, aktif dan andil dalam pelestarian Buddha Dhamma di daerah, dan terus mengukir prestasi. Ibu Wenny memberikan salah satu contoh teladan bagi kami yaitu Mbak Kustiani, yang juga merupakan salah satu anak asuh dari program PINTU BELAJAR.
Setelah makan siang bersama, sesi dilanjutkan dengan 6 Well Beings and 8 Core Value oleh Bro Irvyn Wongso. Hal yang menarik bagiku pada sesi ini adalah perjalanan hidup beliau yang luar biasa walaupun di saat itu aku mendengarkannya sambil mengantuk karena kekenyangan. Diakhir sesi, Bro Irvyn memberi kenang-kenangan untuk kami berupa CD albumnya “Dhamma Is My Way”. Betapa senangnya hatiku, sudah lama sekali aku ingin mendapatkan CD ini, namun belum kesampaian. Terimakasih Bro Irvyn untuk CD albumnya.
Sesi Good Communication Skill oleh Bro Harsono adalah yang paling ramai pada hari itu. Hampir keseluruhan dari kami saling berinteraksi, namun sayangnya belum sempat kami mempraktekannya bersama. Sesi demi sesi telah kami lalui di hari pertama, keseluruhannya sangat menarik dan banyak ilmu yang bisa dipraktekkan.
Di hari kedua, pagi hari kami bangun, lalu diajak untuk chanting dan meditasi, beberapa dari kami, masih bermalas-malasan untuk ikut, karena mengantuk. Tapi alhasil, semua tetap mengikuti. Setelah bersih diri dan sarapan, sesi di hari kedua dimulai kembali. Di awali dengan sesi Sikap Mental (Attitude) oleh Sis. Inge. Lagi-lagi sebelum dimulai kami disapa dengan teriakan semangatnya. Rasanya rasa malas langsung hilang. Di sesi ini banyak hal baru yang ku pelajari, yang dapat kujadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan pola pikir dan cara berpikir yang realistis dan optimis. Dengan cara melihat harapan yang kecil bisa menjadi besar, memandang setiap masalah dari sisi positif dan menjadikannya sebagai motivasi serta mengubah keberanian seperti yang telah disabdakan Sang Buddha, bahwa kita tak boleh lengah, dan harus menciptakan pulau perlindungan bagi diri sendiri. Inilah salah satu cara untuk menciptakan pulau itu.
Merayakan Perbedaan adalah sesi kedua hari ini. Bro Vendy Satria menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang patut kita rayakan yaitu dengan merayakan kemampuan dengan tindakan, merayakan kegagalan dengan menjadikan kegagalan itu sebagai suplemen bagi diri kita, menjadikan kegagalan itu sebagai keberhasilan yang tertunda. Serta merayakan apa yang ada, apa yang ada adalah segala seuatu yang mendukung kita, entah itu keluarga, tempat tinggal kita dan materi yang kita miliki.
“Saddha, Sila, Cagga, Pañña” adalah materi yang di sampaikan oleh Bro Fendy. Intinya adalah 4 hal ini, hendaknya dijadikan pedoman bagi diri kita dan diaplikasikan dalam kehidupan. Terutama untuk menemukan pasangan atau sebut saja pacar. Kami, diharapkan untuk bisa menemukan pasangan yang memiliki keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijaksanaan yang sama. Sehingga dapat saling mendukung bersama untuk menuju kehidupan yang bahagia.
Sesi Meditasi, adalah sesi yang menantang bagi kami, karena ternyata dari keseluruhan dari kami jarang sekali bermeditasi tiap harinya. Mungkin bermeditasi hanya sekali seminggu pas Puja Bhakti di vihara saja. Kalau tidak datang Puja Bhakti ya tidak meditasi. Kami dikritik habis-habisan oleh Sis Inge, karena sebagai seorang yang telah lama mengenal Agama Buddha, praktek meditasinya kok malah kurang. Sis Inge bilang bahwa dia tertarik belajar Buddhis justru melalui meditasi. Dia sudah melakukan meditasi rutin setiap harinya minimal 1 jam sehari, dan bila ditotal sejak pertama dia masuk Buddhis, sudah ribuan jam dia melakukannya sebagai kebutuhan. Luar biasa, aku menjadi malu dengannya. Dalam sesi ini, kami diberikan sebuah tantangan. Apa itu??? Kita semua wajib melakukan meditasi secara rutin setiap harinya minimal 15 menit selama 66 hari. Setiap anak menulis “SAYA BERJANJI UNTUK MELAKUKAN MEDITASI SETIAP HARI SELAMA 66 HARI KE DEPAN MINIMAL 15 MENIT”.
Akhirnya semua sesi dihari itu telah selesai. Malam harinya, kami berkumpul bersama di sebuah ruangan dalam momen yang santai. “Ketumbar” itulah kegiatan kami malam harinya. “Apa sih ketumbar itu?” pertanyaan yang muncul dari kepalaku ini. Setahuku ketumbar itu bumbu dapur, namun ternyata bukan. “Ketumbar” atau kepanjangannya Ketemu, Tumbuh, Bareng. Yang mana dalam kegiatannya, dilakukan diskusi, sharing, cerita pengalaman dengan teman-teman atau rekan kerja. Namun diskusi yang dibahas, memiliki topik sehingga pembicaraannya terarah. Di malam itu, kami semua menceritakan problem yang kita miliki. Teman-teman pun akhirnya tahu apa masalah yang terjadi pada kita dan memberikan usulan, bagaimana hendaknya kita mengatasinya, mencari solusi, dan menentukan apa yang akan kita lakukan kedepan.
Kebetulan malam itu adalah malam minggu. Karena ketumbar selesai sekitar pukul 21.00, kami pun berencana memanfaatkan waktu malam itu untuk keluar dari tempat kami tinggal. Ya sekedar melihat kondisi malam minggu di kota Jakarta. Sebenarnya kami semua bingung mau pergi ke mana, pertama tak ada kendaraan dan tidak tau tempat di sekitar sana. Akhirnya kami pun hanya keluar saja melihat-lihat tempat sekitar, sambil bersenda gurau bersama, menikmati malam terakhir kebersamaan kita.
Pagi pun datang lagi, hari ini adalah hari terakhir kebersamaan kami di acara ini. Setelah Chanting dan meditasi bersama, kami segera sarapan dan bersih diri. Hari ini, setelah sesi kesan dan pesan selesai, kami diajak ke BFI House untuk mendengarkan Dhammadesana dari Ibu Wenny. Yeee... akhirnya kami tahu dimana itu BFI House, tempat dimana kami mendapatkan bantuan dari para orang tua asuh dan donatur yang mendukung studi kami. Di sana kami juga dipertemukan dengan beberapa orang tua asuh dan berkesempatan untuk memberikan ucapan terimakasih kepada beliau-beliau yang telah bers**arela mendukung kami hingga sekarang. Semoga jasa kebajikan yang telah diberikan dapat menimbulkan kebahagiaan bagi para orang tua asuh dan donatur sekalian.
Akhirnya, kami pun berpisah setelah selama 2,5 hari kami bersama-sama, tinggal bersama, belajar dan saling bertukar pengalaman. Rasa sedih pastilah ada, harapan kami pertemuan ini bukanlah pertemuan yang terakhir bagi kami semua. Tentu kami, termasuk aku sendiri, kami dapat melakukan kegiatan ini lagi, berarti kegiatan ini diharapkan akan berlanjut untuk kedepannya sehingga komunikasi di antara kami terus berlangsung.
Harapanku setelah mengikuti kegiatan ini adalah, aku dapat mengaplikasikan apa yang telah kuterima dalam kehidupan sehari-hari, agar memberikan manfaat bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk orang banyak dan tentunya manfaat itu dalam hal kebaikan. Aku akan berusaha terus merealisasikan tekadku yang telah kusampaikan kepada Bro dan Sis dari BFI.
Cerita ini kutulis sebagai bentuk rasa terimakasihku kepada BUDDHIST FELLOWSHIP INDONESIA, terutama PINTU BELAJAR, orang tua asuh serta para donatur. Semoga semua berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu.

Horray..!!
22/04/2016

Horray..!!

22/04/2016
Sungguh bahagia melihat 86 anak-anak asuh Pintu Belajar sekolah Asoka Singkawang yang terlihat senang mendapatkan bantua...
21/04/2016

Sungguh bahagia melihat 86 anak-anak asuh Pintu Belajar sekolah Asoka Singkawang yang terlihat senang mendapatkan bantuan sepatu dari Pintu Belajar. Terima kasih kepada donatur Pintu Belajar yang telah mendukung bantuan tersebut

Tanggal 25 Maret 2016 Pintu Belajar yang diwakili oleh Ibu Wenny Lo dan Yoppy mengunjungi desa Tekelan untuk anjangsana,...
05/04/2016

Tanggal 25 Maret 2016 Pintu Belajar yang diwakili oleh Ibu Wenny Lo dan Yoppy mengunjungi desa Tekelan untuk anjangsana, sosialisasi program Pintu Belajar dan persiapan naik gunung Merbabu bulan Juni 2016. Tidak disangka kedatangan ini disambut antusias oleh sekitar 100 anak dari 4 desa sekitar Tekelan . Kebahagiaan jelas terlihat dengan di didirikannya panggung yang diisi seni tari dan berbagai lagu Buddhis.

Kali ini Ibu Wenny memberikan motivasi kepada anak-anak desa dengan turut menyayikan lagu "Mari melangkah", "Semoga Semua Hidup Berbahagia" dan "Tiada Badai" di lanjutkan dengan penjelasan Dhamma tentang bagaimana mereka bisa mencapai kesuksesan dan untuk bisa melakukan usaha-usaha kreatif yang mana hasilnya di gunakan untuk mengembangkan vihara dan komunitas di desa masing-masing.

Anak-anak desa senang sekali karena memperoleh CD lagu Dhamma is My Way yang dibawakan oleh Pintu Belajar.

Pada pukul 19.00 juga berkumpul orang-orang tua untuk melakukan kebaktian , tidak di sangka yang datang memenuhi ruangan kebaktian banyak sekali ,berbagai diskusi diadakan termasuk diskusi mengenai memajukan ekonomi pedesaan

Dari hasil kunjungan, banyak yang terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan sampai mahasiswa dan banyak yang antusias untuk ikut serta naik gunung Merbabu bulan Juni 2016. Kegiatan naik gunung merbabu adalah bagian dari gerakan untuk memotivasi anak-anak desa untuk siap melangkah menghadapi berbagai kesulitan dan siap mencapai puncak .

01/04/2016

Menyambut Hari Raya Waisak 2560, Buddhist Fellowship Indonesia mengadakan meditasi bersama selama 2 hari (21-22 Mei) bersama Bhante Jaganatha dari Australia (disediakan penterjemah ke Indonesia). Bagi yang berminat agar mendaftar ke sekretariat di +6281287721798 / +6221 29382715, tempat terbatas !

Due to Merbabu condition, Pintu Belajar activity to Merbabu has been rescheduled to 10-13 June 2016. Come and join Us !!...
24/03/2016

Due to Merbabu condition, Pintu Belajar activity to Merbabu has been rescheduled to 10-13 June 2016. Come and join Us !!!

Terimakasih untuk bantuannya . Pintu belajar akan menyalurkan semua bantuan dengan sebaik mungkin
18/03/2016

Terimakasih untuk bantuannya . Pintu belajar akan menyalurkan semua bantuan dengan sebaik mungkin

Thank you for the opportunity to share and for the donation to Pintu Belajar to help underprivileged kids to support their education and their communities.

Thank you for the support from Injicio Enterprise and seminar participants. Hope you gain something meaningful like we d...
17/03/2016

Thank you for the support from Injicio Enterprise and seminar participants. Hope you gain something meaningful like we do. Let's spread kindness and support each other! 🙏🏼

Thank you for the opportunity to share and for the donation to Pintu Belajar to help underprivileged kids to support their education and their communities.

Address

Jakarta
14240

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pintu Belajar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pintu Belajar:

Share