Sultan Syarif Abdurrahman

Sultan Syarif Abdurrahman .....berdasarkan surat keputusan DPRD Prop.Kalbar No.4 Tgl. 31 Maret 1999 "BANDARA SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN"

COMING SOON SEDEKAH AKBAR INDONESIA DI PONTIANAK!! A'udzubillaahiminasyaithanirrajiim BismillahirrahmanirrahimMana nih y...
01/12/2022

COMING SOON SEDEKAH AKBAR INDONESIA DI PONTIANAK!!

A'udzubillaahiminasyaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim

Mana nih yang udah nungguin SAI Pontianak diadakan lagi???

Tulis "SAYA" dikolom komentar yuk...

Dan jangan lupa untuk ikut ambil bagian di SAI Pontianak kali ini ya.

___________

KEPADA ANAK-ANAKKUAhmad bin Muhamad Al Ganis bin Ajjaj An Nahdi (Sair komunitas Arab Irsyadin/Non Alawiyin yang dibuat p...
24/10/2022

KEPADA ANAK-ANAKKU

Ahmad bin Muhamad Al Ganis bin Ajjaj An Nahdi

(Sair komunitas Arab Irsyadin/Non Alawiyin yang dibuat pada tanggal 5 Zulkaidah hari Sabtu tahun 1321 Hijriah, atau bertepatan dengan tahun 1901 Masehi di Cirebon. Berisi petuah, wasilah, dan nasihat pegangan hidup bagi keempat anaknya Umar, Saleh, Abdullah, dan Muhamad yang dilepas untuk belajar menuju ke Hadralmaut Yaman. Bentuk aslinya dalam bahasa Arab dan diterjemahkan Jeffry Alkatiri dalam tulisannya Menghilangnya Tradisi Bersair Masyarakat Keturunan Arab di Pesisir Pulau Jawa dalam Majalah: JUMANTARA, Edisi: Vol. 4 No. 2 - Oktober 2013)

Bait Pembuka:

• Ba sin lam alif lam ha (Bismillah), Wahai yang kepadaNya aku bertawasul dan berdo’a.
• Wahai yang jika mengatakan jadilah maka terjadilah, baik yang Engkau tak inginkan maupun yang Engkau inginkan (taqdirkan).
• Wahai yang meninggikan tujuh lapis langit dan menghamparkan bumi serta yang menghidupkan tumbuhan dengan air.
• Dan yang mengalirkan pernafasan manusia bahkan Kau menghitungnya dan memberikan rizkinya melalui (pernafasan).
• Ampunilah dosa-dosaku saat aku masuk ke dalam Barzah, ketika Malaikat Munkar dan Nakir datang untuk mempertanyakan amalku.
• Wahai Rabbku teguhkanlah hatiku dengan perkataan yang kokoh (Lailahaillah), Allah Rabbku, penciptaku dan pelindungku.
• Dan Nabi Muhammad penutup para Rasul yang mulia adalah Nabi kami dan kiblatku adalah Ka’bah yang bercahaya.
• Dan kaum Muslim adalah saudara-saudara kami dan itulah sebagai pembeda jika penetapan telah tiba waktunya, ketika aku masuk ke dalam lahatku.
• Tak ada yang aku miliki selain ampunanMu dan prasangka baikku kepadaMu, maka jangan pupuskan harapanku ya Allah.
• RahmatMu wahai Yang Maha Menaungi, meluaskan segala sesuatu dengan adil tanpa sedikitpun salah dan cela.
• Seandainya saja hanya orang-orang baik yang Engkau harapkan, maka kepada siapa lagi orang-orang berdosa akan mengadu dari kegundahannya.
• Dan Muhammmad hambaMu yang diberi anugrah memberi syafaat untuk umatnya dari merahnya jilatan api neraka.
• Dia yang mampu menembus tujuh lapis langit dengan Buraq Almustofa (SAW), UtusanMu yang diberi keistimewaan Isra dan Miraj.
• Shalawat Allah senantiasa tercurahkan kepadanya selama matahari terbit dan setiap bulan purnama mencurahkan sinarnya.
• Beserta keluarga beliau, sahabat yang mulia lagi sempurna serta orang-orang yang setia dan memiliki kedudukan yang tinggi.
• Dan juga kepada segenap keluarga, sahabat-sahabatnya yang mulia, yang senantiasa memegang teguh janji dan perjanjian yang agung ini dan yang menjual jiwanya dengan surga.
• Serta kepada mereka yang menegakkan agama yang lurus ini dan mengorbankan nyawa demi Surga Allah yang dijanjikan.

Bait Pertama:

• Kemudian berkata Abu Salih, aku terhenyak dari tidurku, sampai-sampai orang lain merasa iba melihatku.
• Tak seperti hari Sabtu yang telah melewatiku, pada malam minggu yang muram dan kelabu.
• Pada tanggal 5 Zulkaidah, di tahun 1321 Hijriah atau tahun 1901 Masehi.
• Aku berusaha tidur, sedang aku tak kuasa, bersama itu aku melihat bintang yang menemaniku sepanjang malam.
• Duduk diam dan sedikit bergerak, hanya tangan kananku mencoba untuk menulis.
• Setelah aku kehilangan buah hatiku dan ke empat anakku bertekat untuk pergi meninggalkanku.

Bait Kedua:

• Aku bersabar tetapi hatiku berdegup kencang, sedang aku tak dapat lagi melangkah. Bukanlah sebuah kesalahan bila seorang yang akan mengembara ingin kembali pulang.
• Aku berdiri di atas pelabuhan laksana orang bingung dan pergilah kapal laut itu bersama air yang mengalir.
• Jikalau aku ungkapkan apa yang ada dalam hatiku dan deritaku, niscaya batu yang sangat keras pun akan meleleh.
• Abdul Jalal, terguncang pikirannya dan berubah raut wajahnya, hatiku bagai teriris melihatnya.
• Matanya berlinang dengan airmata dan tangisnya mengguncangkan, maka bergetarlah oleh sebab itu anggota badanku.
• Perasaan berpisah yang amat sangat berat baginya dan begitu pulalah bagiku, akan tetapi aku menyembunyikannya.
• Dan aku menitipkan mereka kepada Rabbku yang maha penyayang dan maha penjaga, yang tak menyianyiakan, wahai yang menyingkap mara bahaya.
Allah menghantarkan mereka ke sana dan aku akan mendapatkan kebaikan dariNya. Akhirnya, aku pun pulang dari tempat yang begitu berat ini dan bukankah hanya Allah saja yang dapat kembali menyatukan kami semua.

Bait Ketiga:

• Wahai Engkau yang menolongku menuliskan bait-bait ini, setelah aku mengantar mereka pergi beserta kalimat-kalimatku serta membekali mereka untuk menaiki kapal laut.
• Setelah dua belas hari perjalanan, maka dari kejauhan akan menampakkan padamu puncak gunung yang berwarna merah (Mukalla).
• Turunlah di pelabuhan yang memiliki pagar tinggi nan kokoh yang dikelilingi penjagaan yang ketat.
• Janganlah berlama-lama di sana, bersegeralah pergi bersama kendaraan yang cepat, carilah kendaraan (Unta) yang paling cepat untuk pergi bersama kalian.
• Kalian akan menaiki gunung, menuruninya dan melewati bebatuan dengan cepat, lebih cepat dari pada burung (padang pasir) jantan maupun betina ketika terbang.
• Jalan turun berliku-liku hingga Magrib tiba dan janganlah kalian biarkan untamu untuk pergi mencari makan.
• Longgarkanlah ikatanmu dengan untamu dan berjalanlah melewati lembah berliku yang terdapat air.
• Di tempat Mahzar milik Bani Ubats yang memiliki kedudukan yang tinggi, pemilik senjata api dan pisau (jambiye).
• Janganlah berjalan ke kiri dan ke kanan, mudah-mudahan hujan tetap turun ke tempat suku Raudhon.
• Setelah fajar menyingsing akan ditampakkannya kepadamu, begitu banyak orang-orang yang membangun bangunan nan kokoh.
• Pada perbatasan Raudhon terdapat para penjaga yang menunggu, begitu banyak orang-orang disana yang kuat akan tetapi keadaannya sulit.
• Pergilah ke Gaudhoh niscaya kalian akan mendapati padanya obat penawar bagi orang-orang yang baik dan racun terhadap para musuh.
• Sampaikan salam kepada Mubarak ibn Muhammad, yang memiliki kedudukan yang tinggi lebih tinggi dari pada Pluto, Gemini, dan bintang lainnya.
• Masing-masing memiliki Syaikh yang memiliki kedudukan nan tinggi, jikalau engkau mendapatkan masalah, hendaklah engkau bersungguh-sungguh dalam beradu pendapat.
• Padanya (Mubarak ibn Muhammad) terdapat kepemimpinan, kedermawanan serta mampu membongkar terhadap pengakuan yang palsu (tak benar).
• Suku Sa’fatah yang menarik perhatian, yang ketika datang padamu masalah, bergegaslah untuk pergi menghadapinya.
• Padanya terdapat penepatan janji, kedermawanan serta penghormatan kepada tamu-tamunya, sampai-sampai untanya pun dihormatinya dengan diberi makanan.
• Dan terhadap musuh yang memotong hidung-hidungnya dengan senjata yang mahal yaitu senjata api dan pisau (jambiye).
• Dia menganggap kecil perkara yang besar bersama jamaahnya yang datang kepada mereka pada saat yang dibutuhkan.
• Setelah salam yang sempurna baginya (Mubarak ibn Muhammad), beserta para sahabatnya,
• Maksud dari kalimat dan bait-bait syairku ini kutujukan untuk anak-anakku.
• Dan katakanlah kepada Shaleh ketika berangkat bersama tujuh orang lainnya, tidurku laksana berjalan di dalam kegelapan.
• Ketika anak-anakku itu datang ke rumahku dan pada saat aku memanggilnya, mereka semua pun menjawab panggilanku.
• Semoga Allah menyampaikan mereka dan mengumpulkanku dengan mereka dengan membawa kabar gembira.
• Aku tak terbebani dan tak terbesit di benakku (pikiran yang jelek) dan mereka datang kepadaku dari yang kecil hingga yang besar.
• Semuanya berawal dari umur 60 tahun bagiku dan kekuatanku pun terus melemah.
• Wahai Shaleh, sampai-sampai rumahku seperti terbalik dan pikiranku menjadi sirna bersama dengan kepergianya.
• Oleh karena itu, aku mewasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Rabb kalian, semua yang diwajibkan sampaikan dengan cara melaksanakannya.
• Bertaqwa kepada Allah yang Esa, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu maka kalian akan beruntung baik dunia maupun di akhirat
• Juga di setiap perkataan yang yang haq (benar), maka katakanlah, janganlah berkata dengan yang jelek dan terburu-buru sehingga kalian akan tergelincir yang disebabkan oleh ucapanmu.
• Jika diam itu diumpamakan laksana emas, maka berbicara itu laksana perak putih.
• Dan condonglah kepada musyawarah dengan orang yang pandai, niscaya kalian akan menjadi bijaksana dan tegas serta akan banyak mengetahui terhadap banyak urusan.
• Janganlah kalian bertindak sebelum dipikirkan dengan matang dan bermusyawarahlah dengan orang yang ahli untuk bermusyawarah.
• Dan penutupnya salawat senantiasa tercurahkan atas baginda Abdul Qasim, kakek dari Hasan, yang senantiasa selalu aku senandungkan.

11/07/2020
Rehat demi kabut asap.
18/09/2019

Rehat demi kabut asap.

this year 2019
14/05/2019

this year 2019

SURAT TERBUKA KEPADA PENGELOLA BANDARA SUPADIO PONTIANAKSalam Khatulistiwa..Ijinkan saya menceritakan sebuah kejadian ya...
12/01/2018

SURAT TERBUKA KEPADA PENGELOLA BANDARA SUPADIO PONTIANAK

Salam Khatulistiwa..
Ijinkan saya menceritakan sebuah kejadian yang nyata terjadi di Bandara kota saya tercinta.
Harapan saya jika cerita ini tersampaikan kepada pihak yang berhak atas pengelolaan bandara, segeralah di lakukan pembenahan agar nama baik Bandara Supadio yang berstandar International ini bisa terjaga citranya.

Selasa 09 Januari saya Tiba di Bandara Supadio kira kira pukul 16.00 dari Jakarta, saat keluar pintu kedatangan saya mencari fasilitas charge HP yang ada disekitar bandara, karena charge HP di dekat pintu kedatangan ramai orang sedang mengcharge HP, saya memilih mengarah berjalan ke pintu keberangkatan, baru dua menit saya mencharge tiba2 datang seorang Wanita Muda dengan sopan menanyakan dimana dia bisa mendapatkan counter penjualan tiket di bandara ini karena ingin kembali ke Surabaya malam ini, dari logat bicaranya saya yakin Wanita ini baru tiba dari Negara tetangga Malaysia.
Saya mengatakan bahwa setau saya tidak ada penjualan tiket di sini ..
Wanita muda ini bertanya kembali .. Kalau ibu beli tiketnya bagaimana?
Saya menjawab saya menggunakan Aplikasi Traveloka setelah memesan via online saya mendapatkan Pesan via Email untuk membayarnya di ATM selanjutnya akan ada pemberitahuan bukti tanda booking tiket tersebut.
Bu.. Saya tidak punya Aplikasi dan ATM apalagi email, saya seorang TKW yang baru datang untuk pulang ke keluarga saya di Bayuwangi., kenalkan nama saya Dita Octania.

Saya membawa uang cash hasil jerih payah saya bekerja.
Terus terang saya terkejut mendengar pengakuannya hari gini orang tidak punya tabungan hingga harus membawa uang cash banyak di dalam tasnya
Duh bahaya.

Saya mengajurkan pada Dita untuk bertanya kepada petugas bandara, Dita menjawab sudah bu!
Saya diarahkan untuk ke seorang bapak yang itu berdiri di seberang kita sambil memberi isyarat menunjuk seorang pria kira2 berumur 50 tahun tepat berada diseberang saya berdiri,
Saya bertanya siapa bapak itu? Saya tidak kenal bu saya sudah sempat bicara dengan bapak tersebut tapi saya masih ragu atas tawaran tiketnya.
Kenapa ragu kata saya? Karena bapak tersebut tidak bisa menunjukan counter penjualan tiket hanya mengatakan nanti ada teman saya yang akan mengurus, kamu kasih uang saja ke saya cerita Dita.
Saya ragu karena saya tadi mengalami kejadian kurang mengenakkan, begini ceritanya saat di Malaysia sebelum melakukan perjalanan darat menuju Pontianak dari Malaysia saya menelpon seseorang yang saya kenal mohon bantuan untuk menjemput saya di terminal bus Pontianak seberang kota dan mengantar ke bandara Supadio, karena saya berfikiran positip saat turun bus yang saya naiki dari Malaysia ada dua pemuda yang saat saya tiba di terminal seperti sedang mecari dan menunggu seseorang dan dengan prasangka baik saya bertanya apa betul
Mereka utusan teman saya yang namanya si ( Anu) yang akan menjemput saya. Mereka katakan betul mereka menjemput saya dan mengajak saya ke mobil mereka untuk diantar menuju Bandara. Karena yakin saya mengikuti mereka, saya diajak berpusing pusing entah kemana dan lama sekali bu
Diperjalanan saya sempat bertanya berapa ongkos mengantar saya ? Jawaban mereka seikhlasnya saja mbak. Tidak lama Hp saya berdering rupanya teman saya menelpon bertanya Dita kamu dimana? Saya dan teman saya menjemputmu di Terminal sampai penumpang habis kamu tidak ada. Saya mulai panik bu, saya ini dibawa siapa dan kemana? Saya lalu minta mereka menghentikan mobil dan ingin turun saja, karena sadar ini bukan orang yang dikirim untuk menjemput saya, mereka menghentikan mobil lalu saya turun sambil memberi ongkos Rp 100 ribu
Yang terjadi saya dimaki maki di sumpahi mereka karena mereka memaksa saya membayar Rp.300.000 dan saya tolak. Saya lari meninggalkan mereka bu, saya jalan kaki menuju kesini sambil bertanya tanya pada orang yang saya temui di jalan kemana arah menuju Supadio, saya jalan kaki jauh sekali bu. Makanya saya kali ini harus berhati hati.
Tolong saya bu.,
Saya mendengar cerita dari TKW ini terkejut, dan terdiam, lalu saya mengatakan sebentar ya kasih saya waktu sejenak untuk berfikir, sambil menuju bangku yang ada di depan saya untuk duduk.
Saat saya duduk saya memperhatikan Dita didekati seorang oknum yang belakangan saya ketahui rupanya seorang Calo mendekati Dita dan bertanya bagaimana ini jadi ke Surabaya masih ada tiket nih, Dita terlihat diam dan oknum tersebut menggerakan tangannya seperti memberi kode hingga muncul tiga orang lelaki mengerubungi Dita
Memaksa maksa untuk Dita mengikuti mereka ke tempat yang mereka tentukan.
Disitu saya yakin Dita butuh pertolongan, saya berdiri menuju tempat charge HP kembali berpura pura mencharge HP guna menguping dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Salah seorang oknum sambil memegang HP nya mengatakan ini ada nih di Traveloka tiket malam ini ke Surabaya.
Saat itu waktu sudah menunjukan bada Magrib
Iseng saya membuka Aplikasi Traveloka saya untuk mengklarifikasi benarkah pernyataan orang2 ini, ternyata seluruh tiket Sold out / sudah terjual habis yang menuju Surabaya.
Di dalam hati saya berfikir Wah bapak2 ini menipu Dita, kesian banget kalau dibiarkan, saya lalu menyela pembicaraan para oknum Calo tersebut
Dita jika di lihat di Aplikasi saya tiket menuju Surabaya malam ini Habis. Ini coba liat aplikasi Traveloka saya sambil menunjukan HP saya ke Dita, dan Dita terkejut, para calo yang berdiri di hadapan kami mulai menunjukan muka tidak senang atas sikap saya, saya katakan pada Dita jika kamu ingin ke Surabaya hanya ada Rabu pagi, Dita menjawab Bu tolong belikan tiket untuk saya Rabu pagi bu
Tolongin saya..
Oknum2 calo semakin marah mendengar perkataan saya sambil mengatakan Ibu ini siapa? Kok ikut campur masalah ini, dengan tenang saya menjawab coba saya lihat Traveloka dari Hp bapak yang menjual tiket ke Surabaya untuk malam ini jika memang benar ada,
Karena di Hp saya sudah tidak ada penjualan tiketnya.
Para oknum calo mulai gelisah atas pertanyaan saya, mereka tidak mau menunjukan apa yang saya minta, beberapa dari mereka mundur beberapa langkah sambil ribut mengatakan siapa perempuan itu ngape die ikut campur.
Saya bilang ke Dita kamu percaya saya? Kalau kamu percaya saya akan saya tolong, Dita mengatakan saya percaya ibu untuk menolong saya, oke kalau gitu mana KTP mu kita pesan tiket via Traveloka.
Sebelum saya beranjak meninggalkan tempat charge HP satu oknum Calo mendekati kami sambil bicara setengah beteriak marah dan menunjuk jari tangannya ke wajah saya
Ibu ini memang tidak tahu diri mengambil rejeki dari periuk kami, kami hanya mencari lebihan uang.
Terus terang saya terpancing emosi melihat ketidaksopanan oknum calo tersebut
Saya menjawab keras
Bapak., saya bukan Calo tapi saya hanya menolong orang yang sedang mengalami kesulitan dan dia butuh pertolongan.. Itu tugas sesama manusia.
Ini TKW yang memeras keringatnya di Negeri orang ingin pulang ke keluarganya masak di kerjai saudara sebangsanya sendiri.
Jangan memanfaatkan kesulitan orang lain,

Para calo terkejut mendapat perlawanan saya dan semakin menunjukan sikap tidak sukanya.
Saya dan Dita duduk ke bangku yang disediakan Bandara dan mulai melaksanakan pemesanan tiket Online untuk Dita.
Di belakang bangku kami duduk ada bangku lain yang tiba tiba di duduki seorang lelaki entah siapa yang tiba tiba bicara keras
"Kite nih udah sepuluh tahun bisnis tiket kok ade orang baru yang sok tau mau bisnis tiket, nak care masalah di lahan bisnis orang"
Saya yakin itu kalimat ditujukan untuk saya, saya menegornya " Bapak menyindir saya ya" ? Dari pada nyindir mending ngomong langsung itu lebih bagus pak, si Bapak berbalik marah maksud ibu siapa, saya nda ngomong sama ibu,
Saya katakan disini hanya ada Bapak saya dita.. Masak bapak ngomong sama Tiang kata saya.
Si Bapak ngomong keras dan bernada mengacam ibu ini daerah saye jangan macam2 dan saye punye keluarge dari aparat ini
( menyebut nama korps Negara)
Di ancam begitu saya balik mengatakan Bapak juga nda tau kan siape saye?
Saye bukan Calo seperti yang bapak duga, saye orang Ponti Asli tinggal di daerah... ( menyebut nama kampung) Dan dari Keluarga Besar ( Abdi Negara) jangan coba coba mengacam saya ingat itu ya Pak.
Bapak tersebut terdiam.

Sesungguhnya jika cara cara seperti ini masih terjadi di Bandara kelas International tentu sangat memalukan dan merugikan.

Dengan segenap rasa cinta saya pada kota Pontianak
Mohon kiranya pengelola Bandara Supadio
Bisa menertibkan calo calo yang masih berkeliaran di Bandara.
Mendirikan Pusat Informasi di depan Pintu yang terlihat jelas dari sudut manapun
Sehingga setiap orang yang membutuhkan pertolongan yang berkaitan dengan layanan penerbangan, pusat informasi ini menjadi
Tempat utama layanan.
Jika hal ini bisa di realisasikan saya yakin Bandara Supadio semakin menjadi terbaik & terhebat dari seluruh Bandara yang ada.

Bersama ini saya lampirkan foto pahlawan keluarga Dita Octania
KTP nya
Dan bukti pemesanan tiket online Surabaya
Agar menjadi bukti cerita ini.

Wasalam

Budi Rahayu

13/11/2017

Minggu 12 Nopember 2017 runway Bandara tergenang air sehingga proses penerbangan gagal baik yg take off dan landing. Hampir 20 an jadwal penerbangan di jadwal ulang hari berikutnya. Dan ribuan penumpang gagal berangkat .

13/04/2017

Selamatkan SD Negeri 1 Pontianak!! Ruangku Tersekat, Belajarku Terhambat Sekolahku akan hilang.... Bantu Kami Sejak 1987 SD Negeri 1 Pontianak sudah diperjuangkan untuk mendapatkan gedung dan lingkungan yang nyaman untuk belajar dan berkreasi. Ibu Ngadiem (75) nenek saya yang saat itu menjabat...

17/05/2016

Address

Jalan Adi Sucipto
Kalimantan

Telephone

0561-123456

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sultan Syarif Abdurrahman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category