09/03/2019
Segment Putih
Dalam teori ekonomi khususnya Bab marketing ada pembahasan yg selalu ditunggu penggadrungnya, yaitu segment Pasar yg menyajikan teori bagaimana mengusai pangsa pasar, mulai dari letak strategis pasar, kebututuhan konsumen pada barang dan jasa, target penjualan, dan lain-lain, yg bermuara pada teori besar ekonomi "mengeluarkan biaya produksi sedikit2nya dan menghasilkan laba sebesar2nya" dan tak lain ujung dari hal ini adalah materialisme yg di agungkan.
Bahkan dalam tataran yg lebih tinggi Matrealisme sering membutakan manusia tentang nilai-nilai moralitas, etika budaya ketimuran, Karena ambisi besar seghmen pasar, dlm tubuh materialisme seorang rela sikut kanan kiri utk sebuah tujuan besar laba pasar.
Pada kenyataannya peminatnya semakin hari semakin banyak, bak ombak besar yg tak bisa di bendung, manusia berlomba2 ambil peran dalam dunia ini, bahkan melupakan tanggung jawab agamanya, yg sebenarnya akan merugi dlm akhiratnya, bahkan rugi di dunia ketika segmen pasar dan pangsa pasar tak sesuai dg yg di harapkan.
Manusia banyak terlupakan karena perdagangan di dunia, walaupun kerugian mengintainya namun manusia tetap berlomba2 dlm perdagangan dunia dan melupakan perdagangan Akhirat perdagangan yg tidak akan pernah rugi dan di jamin Oleh dzat pemberi Rezki, Allah Swt.
Mengandrungi segment ini Bukan hal larangan, bahkan segmen pasar adalah adalah jejak nabi yg bisa kita lihat dlm sirahnya, namun yg menjadi terlarang karena segmen ini kadang tak berimbang dg nilai2 agama.
Segment putih, sebuah pansa pasar yang tak akan pernah rugi, setiap niat yg terlintas dalam segmen ini adalah pahala, semua tempat adalah segment putih yg selalu mewarnai di teras bumi nan luas ini, segmen putih Dakwah bernama, setiap risalah Allah dan nabi adalah perdagangan yg tidak pernah rugi, segmen pasar yg selalu menjajikan kenikmatan bagi yg beriman, menjanjikan ketenangan dalam kemenangan, tak lain segmen ini adalah jalan dakwah, perdagangan langsung dari Allah yg kenikmatan kepastian yg akan di dapatkan, firdaus yg selalu di janjikan.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS Faathir [35]: 29)
Seorang yg selalu menyerukan Kalamullah yg menjadikan peluh keringatnya sebagai alat tukar dengan firdausNya, yg menjadikan seruannya sebagai perdagangan yg tak pernah merugi, yg tak pernah menghadirkan kekawatiran bagi yg bertransaksi dg Tuhan semesta alam. Setiap jalannya penuh sesak dg janji indahnya.
Namun demikian jalan ini gersang, jalan ini kerontang, jalan kering tanpa peminat, bersebab manusia sibuk dg perdagangan di dunia dan melupakan perdagangan akgirat, perdagangan dunia menutup keutamaan perdagangan akhirat, lalai dg perdagangan yg takkan pernah rugi, namun selalu sadar dg perdagangan dunia.
Demikian segment dakwah yg selalu sepi peminat, dan banyak manusia menghindar dalam mengbil peran dalm dunia ini.
menjadi bagian pejuang dlm segmen ini dimanapun kaki berpijak jadikan transaksi dg Allah, dakwah... yg semua tempat memerlukan, dan stiap waktu menantikan, serta setiap manusia membutuhkan, Berlelah-lelahlah dlm segmen putih ini.