Story Of Cloud

Story Of Cloud Ini adalah sebagian tempat untuk membaca sebuah cerita.

FansPage khusus untuk orang yang membenci membaca buku tapi sering membaca sosmed.dan ciptaan siswa dan siswi SMAMSA

08/09/2019

Memang tidak mudah bagi Sultan untuk memuaskan seluruh manusia, apalagi ketika perang, selalu ada kondisi yang tidak ideal yang dapat dimanfaatkan sebagai peluru-peluru kemunafikan untuk melemahkan mental kaum Muslim. Sampai saat itu, hampir 50 hari kaum Muslim berperang. Tembok-tembok memang banyak yang telah luluh lantak oleh persenjataan mutakhir Utsmani, namun tak sekalipun pas**an dapat menembus tembok dan menginjakan kakinya di dalam kota. Kemenangan demi kemenagan telah tercapai namun hasil yang diharapkan berupa penaklukan belum kunjung datang.
Yang terlihat setiap hari justru mayat-mayat kaum Muslim makin bertumpuk, setiap hari ada tentara yang kehilangan anggota keluarganya, saudaranya atau relasinya. Pemakaman dilakukan terus menerus karena bila dibiarkan maka mayat yang membusuk bisa menumbulkan penyakit yang akan segera merenggut nyawa lebih banyak dan rutinitas pemandangan ini menimbulkan rasa lelah dan depresi. Belum lagi logistik dan pengurusan pas**an yang semakin hari terasa semakin berat. Bayangkan, bila 250.000 pas**an ini memerlukan makanan atau minuman dan membuang kotoran manusia, andaikan satu hari diasumsikan satu orang memerlukan air minimal 2 liter dan membuang urin 1,5 liter maka dibutuhkan 500.000 liter air segar per hari dan 375.000 liter urin yang harus di urus. Apabila 10 orang memakan 1 unta dalam sehari dan mengeluarkan _feses_ 1 kg maka Sultan harus memastikan 25.000 unta dipotong per hari dan menastikab 25 ton _feses_ tidak merusak kesehatan pas**an.

Kutipan buku *Muhammad Al-Fatih, Felix Siauw, Jakarta, 2011* hlm. 217 s.d 218

09/03/2019

Segment Putih

Dalam teori ekonomi khususnya Bab marketing ada pembahasan yg selalu ditunggu penggadrungnya, yaitu segment Pasar yg menyajikan teori bagaimana mengusai pangsa pasar, mulai dari letak strategis pasar, kebututuhan konsumen pada barang dan jasa, target penjualan, dan lain-lain, yg bermuara pada teori besar ekonomi "mengeluarkan biaya produksi sedikit2nya dan menghasilkan laba sebesar2nya" dan tak lain ujung dari hal ini adalah materialisme yg di agungkan.

Bahkan dalam tataran yg lebih tinggi Matrealisme sering membutakan manusia tentang nilai-nilai moralitas, etika budaya ketimuran, Karena ambisi besar seghmen pasar, dlm tubuh materialisme seorang rela sikut kanan kiri utk sebuah tujuan besar laba pasar.

Pada kenyataannya peminatnya semakin hari semakin banyak, bak ombak besar yg tak bisa di bendung, manusia berlomba2 ambil peran dalam dunia ini, bahkan melupakan tanggung jawab agamanya, yg sebenarnya akan merugi dlm akhiratnya, bahkan rugi di dunia ketika segmen pasar dan pangsa pasar tak sesuai dg yg di harapkan.

Manusia banyak terlupakan karena perdagangan di dunia, walaupun kerugian mengintainya namun manusia tetap berlomba2 dlm perdagangan dunia dan melupakan perdagangan Akhirat perdagangan yg tidak akan pernah rugi dan di jamin Oleh dzat pemberi Rezki, Allah Swt.

Mengandrungi segment ini Bukan hal larangan, bahkan segmen pasar adalah adalah jejak nabi yg bisa kita lihat dlm sirahnya, namun yg menjadi terlarang karena segmen ini kadang tak berimbang dg nilai2 agama.

Segment putih, sebuah pansa pasar yang tak akan pernah rugi, setiap niat yg terlintas dalam segmen ini adalah pahala, semua tempat adalah segment putih yg selalu mewarnai di teras bumi nan luas ini, segmen putih Dakwah bernama, setiap risalah Allah dan nabi adalah perdagangan yg tidak pernah rugi, segmen pasar yg selalu menjajikan kenikmatan bagi yg beriman, menjanjikan ketenangan dalam kemenangan, tak lain segmen ini adalah jalan dakwah, perdagangan langsung dari Allah yg kenikmatan kepastian yg akan di dapatkan, firdaus yg selalu di janjikan.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS Faathir [35]: 29)

Seorang yg selalu menyerukan Kalamullah yg menjadikan peluh keringatnya sebagai alat tukar dengan firdausNya, yg menjadikan seruannya sebagai perdagangan yg tak pernah merugi, yg tak pernah menghadirkan kekawatiran bagi yg bertransaksi dg Tuhan semesta alam. Setiap jalannya penuh sesak dg janji indahnya.

Namun demikian jalan ini gersang, jalan ini kerontang, jalan kering tanpa peminat, bersebab manusia sibuk dg perdagangan di dunia dan melupakan perdagangan akgirat, perdagangan dunia menutup keutamaan perdagangan akhirat, lalai dg perdagangan yg takkan pernah rugi, namun selalu sadar dg perdagangan dunia.

Demikian segment dakwah yg selalu sepi peminat, dan banyak manusia menghindar dalam mengbil peran dalm dunia ini.

menjadi bagian pejuang dlm segmen ini dimanapun kaki berpijak jadikan transaksi dg Allah, dakwah... yg semua tempat memerlukan, dan stiap waktu menantikan, serta setiap manusia membutuhkan, Berlelah-lelahlah dlm segmen putih ini.

09/03/2019

MATINYA KEPAKARAN:
IKHTIAR MEMBANGUN KEMBALI TRADISI INTELEKTUAL BERMUHAMMADIYAH

Tulisan cantik dari buku yang
ditulis Ton Nichols tentang The Death Expertise (matinya kepakaran), tahun 2017. Menarik disimak, setidaknya menjadi bahan bincang segar. Pola baca masyarakat sudah berubah. Orang lebih s**a baca status ketimbang buku atau jurnal. Sementara penelitian dan seminar hanya untuk meraih kepentingan jangka pendek. Ukuran kepakaran hanya dilihat pada seberapa sering menulis status atau cuitan di tweet atau Ig. Bukan tulisan hasil riset.

Ton Nichols menyebut bahwa Masyarakat Amerika hidup dalam kedunguan (ignorance) karena bangga tidak mengetahui banyak hal. Gelombang 'literasi instan' telah melahirkan masyarakat dungu. Kegandrungan pada literasi instan (share dan kopas) telah mengancam kepakaran. Meski tidak bersangkut dengan keahlian dan profesi.

Status dan meme setidaknya telah membenam budaya baca dan riset. Pengetahuan di dapat dari status dan meme. Tak terbayang, jika separo pengetahaun yang ada di kepala kita adalah hoax.

*^^*
Muhammadiyah itu tradisinya intelektual. Kalau tidak kembangkan tradisi intelektual, bukan hanya mengkhianati Ahmad Dahlan, tetapi juga tidak membaca Al-Qur'an dengan baik. ~pesan Dr Haedar Nashir di ITB-Ahmad Dahlan, 19 Jan 2019~ cc:

Selanjutnya Haidar Nashir bertutur:'Bagi MUHAMADIYAH memajukan peradaban harus dengan ilmu disamping akhlaq mulia. Kyai Ahmad Dahlan disamping cinta ilmu beliau juga gemar berdialog dengan mereka yang berbeda paham. Beliau bahkan mengutip surat Az zumar 18 tentang ciri ulul albab. Dalam memelihara tradisi ke ilmuan itulah maka MUHAMADIYAH senantiasa terbuka terhadap berbagai pemikiran untuk meraih kemajuan. MUHAMADIYAH niscaya konsisten dengan sikap kritis dan berwawasan ke ilmuan. Warga Muhammadiyah di manapun harus gemar ilmu dan tidak boleh alergi dan menghalangi aktifitas-aktifitas keilmuan.

Haidar Nashir bisa saja mulai jengah karena tradisi intelektual di MUHAMADIYAH mulai menurun. Mungkin saja telah mati. Miskin konsep dan ide-ide baru sebagai ciri organisasi modern yang pernah ditabalkan pada MUHAMADIYAH di awal berdiri kini mulai di soal. Sebab banyak aktifis yang hanya giat mencari penghidupan sebagai administratur, karyawan di amal usaha muhammadiyah atau lainnya. Tapi jarang bahkan ada yang tidak sama sekali hadir di kajian-kajian keilmuan sebagai ruh pergerakan.

*^^*
Nyatanya sebagian besar malah s**a baca status atau meme ketimbang buku. Daya literasi juga rendah tak pernah baca buku apalagi mau beli atau telaah hasil riset. Dari cuitan Twitter atau Instagram itulah pengetahuan sebagian besar di dapat lalu apa yang dibanggakan. Tak urung Ustadz Haidar Nashir pun gerah dan kembali mengingatkan tradisi ber-Muhammadiyah yang mulai tergerus.

Menghidupkan kembali tradisi keilmuan. Agar Muhammadiyah tak hanya sekedar menjadi pergerakan sosial biasa atau amal bisnis konvensional semata. Memperbanyak pusat-pusat studi, halaqah atau komunitas keilmuan lainnya adalah niscaya, mesk tidak populair dan dipandang sebelah mata ... tapi percayalah : Bahwa peradaban dunia tidak dibangun oleh berapa harga tiang pancang satu pondasi. tapi oleh budaya literasi yang melahirkan banyak amal saleh ...

From FB: .

Melati KehidupanEpisode XXVISebulan pun berlalu,Akhirnya kami bisa libur sekolah setelah ujian.Aku pun memikirkan apa ya...
16/12/2018

Melati Kehidupan
Episode XXVI
Sebulan pun berlalu,Akhirnya kami bisa libur sekolah setelah ujian.Aku pun memikirkan apa yang harus aku lakukan di libur sekolah kali ini mungkin liburan ke pantai atau semacamnya.Dan aku melihat Ray yang duduk di taman sekolah dan dia terlihat sedang menulis sesuatu.Aku pun mendatanginya karena ingin memastikan dia baik baik saja,Sebelum aku sampai dia sudah selesai menulis dan memasukkannya kedalam tas.Aku pun menanyakan apa yang dia lakukan di taman sendirian.Ray selalu datang kesini untuk melihat bunga melati yang ia tanam sejak awal dia masuk sekolah ini.Dan bunga itu tampak begitu indah dan akan lebih indah lagi saat yang lainnya ikut mekar juga.Sesampainya di rumah aku pun beristirahat karena aku sudah lelah.Pagi awal liburan sangat membuatku ingin berada di rumah saja.Tapi aku dan keluargaku sudah berencana untuk pergi ke rumah nenek dan mengunjungi makam kakakku,Sudah lama aku tidak kesana.Karena adanya larangan datang sendirian.Saat di makam kakak aku melihat Ray dan Jaina disana.Aku berfikir apa yang mereka lakukan di sini berdua,Ray mengatakan bahwa Jaina ingin mengunjungi makam kakakku dan Ray kebetulan memiliki tujuan yang sama,Tidak berselang lama mereka pun pergi dan aku melihat surat di dekat mereka duduk tadi dan surat itu ditujukan ke Chynthia.Aku pun heran mengapa mereka meninggalkannya disini.

LIKE dan SHARE jika kalian menyukai "Melati Kehidupan" Dan Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Membaca Cerita Ini

12/09/2018

Melati Kehidupan
Episode XXV
Aku tidak tahu kenapa,masalah selalu datang di saat yang tepat.Dan seseorang yang aku butuhkan belum datang sampai sekarang.Seminggu pun berlalu,aku masih teringat kejadian itu.Meskipun itu membuatku trauma untuk pergi ke sekolah,meskipun begitu aku tetap harus pergi,entah apa yang terjadi setelah hari ini.Sudah lima hari Rico tidak masuk sekolah,Aku memikirkan dia dan aku pun takut bertemu dengannya.karena mungkin dia masih marah dan aku tidak seberuntung kemarin.Saat aku tiba di sekolah aku melihat Chyntia dan Layla berbincang di bangku taman.Tiba tiba Filipo mengganggu ku dengan kalimat yang benar benar tidak ingin aku dengar lagi.karena itu aku bisa terkena masalah lagi,Aku pun meminta agar dia tidak mengatakan itu,tapi dia tidak pernah mendengarkanku dan tetap mengatakan itu.Sudah 1 Tahun aku di sekolah ini tapi dia semakin menyebalkan.Bahkan guru guru pun mulai membicarakan dia dalam Rapat Guru.Dan saat aku berada di depan kelas,aku melihat Ray dan Rico duduk berhadap hadapan dan sepertinya mereka membicarakan sesuatu tapi entah apa yang mereka bicarakan.Dan mereka berdua mendatangi ku dengan perlahan.Dan Rico pun meminta maaf kepadaku terhadap kejadian kemarin.Dan aku tau apa yang dia rasakan,Rasa kehilangan yang sangat mendalam.Dan aku pun merasa damai setelah mengetahuinya.
Terima Kasih Telah Meluangkan Untuk Membaca Cerita Ini
Mohon Like Dan Share Jika Anda Menyukai Cerita Ini

20/06/2018

Melati Kehidupan
Episode XXIV

Kenapa...
Kenapa bisa aku berpikir yang aneh aneh terhadap Ray.Meskipun dia orang yang misterius,Kenapa aku merasa canggung saat aku bersamanya.Apakah ini yang disebut Cinta,Tapi aku tidak ingin merasakan cinta saat aku masih remaja,Tidak sebelum merasakan Ikan bakar yang dibuat Ibuku hari ini karena Ia berjanji untuk membuatkannya untukku .Tiba tiba Filipo memegang pundakku dan berkata "Sudahlah,Katakan saja apa yang selalu menggaggumu".Aku pun berpikir bahwa Filipo ada benarnya aku mungkin butuh seseorang untuk membantuku menyelesaikan masalahku.Tapi sekarang yang harus aku lakukan adalah mencari siapa yang bisa membantuku.Apakah Chyntia,dia adalah Teman pertamaku di Sekolah ini.Apakah Filipo,Dia cukup friendly sih.Apakah Layla,Dia selalu menemaniku ke mana aja.
Dan tiba tiba aku terpikir satu orang yang selalu bisa diandalkan,Ray.Dia cukup terkenal di sekolah karena hal hebat yang dia lakukan.Tapi kenapa aku merasa bergantung dengan Ray.Seolah Ray bisa menyelesaikan masalah padahal terkadang dia tidak mengerjakan tugasnya.Dan Bel pun berbunyi,Entah sudah berapa lama aku memikirkan hal itu.Aku pun langsung pergi ke kelas sebelum aku sampai di kelas aku melihat Rico dan Chyntia berbicara di bangku paling depan dan tiba tiba Chyntia pergi setelah melihatku.Aku ingin tau kenapa Chyntia pergi setelah melihatku.Dan tiba tiba Rico memandang seolah aku telah melakukan sesuatu yang buruk.Rico mendekatiku dan Filipo menghadangnya.Dan Filipo berkata"Sudahlah Rico lupakan saja tidak ada gunanya".Tapi Rico tidak mendengarkannya dan mendorong Filipo,Filipo menyuruhku untuk lari tanpa berfikir panjang aku langsung berlari ke Taman.Dan Rico pun mengikuti ku hingga ke Taman.Aku pun berjalan mundur secara perlahan untuk sampai meraih pintu gudang sekolah.Dan tiba tiba Rico meraih tanganku dan akan menamparku.
Tiba tiba Filipo memegang Tangan Rico dan menariknya menjauhi diriku.Rico pun langsung bangkit dan akan memukul Filipo.Dan Tangan Rico berhenti tepat di ujung wajah Filipo dan ternyata Ray memegang Tangannya.Dan Rico berkata bahwa kejadian yang menimpa Lucy adalah salahku dan aku dikatakan sebagai pencuri lelaki orang lain,Dan dia pun langsung pergi meninggalkan kami bertiga.Aku tidak tau apa yang dia maksudkan.Dan Filipo berkata bahwa Ray mengetahui semua hal yang dia maksudkan,Dan Ray menyuruhku untuk pergi ke taman kota besok.Setelah sampai di rumah aku pun menangis di kamar setelah kejadian itu Aku merasa bahwa aku lemah,tidak bisa melakukan apapun bahkan aku mengecewakan Ibuku.Dia telah memasakkanku Ikan bakar favoritku dan aku lebih mementingkan perasaanku sendiri daripada perasaan Ibuku.

Jika kalian s**a cerita ini mohon LIKE dan SHARE.

Terima Kasih untuk meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.

25/04/2018

Melati Kehidupan
Episode XXVIII

Mungkin sekarang ini adalah hari yang dimaksud.hari dimana aku bisa mengerti kenapa perasaan seseorang bisa berubah,pikiran seseorang bisa berkembang,panutan seseorang bisa berganti.itulah status yang aku tulis di media sosialku.Entah kenapa aku tiba tiba menulis di media sosialku.mungkin karena aku sangat bahagia setelah menerima surat itu.Keesokan Harinya,aku bersiap siap untuk pergi ke sekolah dan aku lupa jika sekarang ada ulangan.saat aku berada di sekolah.aku melihat hal yang biasa aku lihat saat akan terjadi ulangan,yaitu semua siswa belajar di depan kelas dengan sangat serius.dan ada juga yang ingin memakai cara curang.aku berharap aku tidak melakukan hal itu juga karena aku bangga dengan hasilku sendiri.Saat aku mencontek aku merasa bahwa aku berhutang padanya jadi aku tidak ingin merasa begitu kepada orang lain.Tiba tiba aku teringat dengan yang telah Ray lakukan untukku.Padahal aku tidak ingin menyusahkan orang lain tapi kenapa saat Ray yang melakukannya aku tidak menolaknya.Mengapa aku berfikir seperti itu di tengah ulangan,Tiba tiba Filipo menepuk bahuku dan bertanya kenapa aku melamun.Aku pun bingung berkata apa.Dan sudah lama aku tidak berkomunikasi dengan Filipo.Dan mengapa aku malah memikirkan dirinya.Jam istirahat pun tiba,Aku pun langsung pergi ke taman karena aku sudah berjanji untuk menemui Chyntia.Tapi kenapa aku malah bertemu dengan Ray dan Filipo di Taman.Aku pun mencoba untuk pergi mencari Chyntia,Tapi Filipo memanggilku dari jauh.Bagaimana bisa dia tau kalau aku ada di sini,Dengan terpaksa aku pun pergi menemui Filipo karena tidak baik mengabaikan panggilan teman.Dan saat aku mendatangi Filipo aku melihat Ray sedang memegang sebuah mawar merah dan aku diminta untuk duduk bersama dengan Ray.Entah kenapa tiba tiba jantungku berdetak kencang dan entah kenapa aku merasa aneh saat duduk bersama Ray.

Jika kalian s**a cerita ini mohon LIKE dan SHARE.

Terima Kasih untuk meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.

28/02/2018

Night Without Moon
Episode IV
Aku sudah lupa berapa lama aku tidak mengunjungi Ibu ku,aku rasa sudah 5 tahun lebih.entah mengapa hari ini aku ingin berjalan di kota,mungkin ini semua adalah takdir.aku pun berjalan ke rumah dengan mendengarkan cerita adikku.biasanya ia selalu cerita tentang apa yang dia lakukan seharian.tapi saat aku pergi entah kepada siapa dia bercerita,mungkin dia bercerita kepada Ibu.Entah apakah Ibu ingin mendengarkannya,dulu Ibu tidak pernah ingin mendengarkan ceritaku jadi aku bercerita kepada Ayahku.Aku merasa bahwa aku juga harus memperhatikan keluargaku.Terutama tentang kabar Ibuku,aku sudah tidak mengetahuinya selama beberapa tahun.saat aku bertanya tentang kabar Ibu.Adikku hanya diam dan terus berjalan.Aku rasa ada yang tidak ingin dia katakan kepadaku.saat kami tiba aku melihat kursi goyang milik Ibu sudah tidak ditaruh di luar,Dulu saat aku pulang bermain aku selalu disambut oleh Ibuku.entah kenapa rasanya aneh saat aku pulang Ibu tidak ada di depan rumah.saat kami masuk ada Teman Lamaku.Ia adalah Pedho,Dia selalu menemaniku dan membantuku.Kami berdua juga memiliki impian yang sama yaitu menjadi seorang Assassin,Tapi dia tidak bisa karena ada beberapa hal yang terpenuhi.Dan aku ingin dia menjaga Adikku saat aku menjadi Assassin.Aku sangat rindu dengannya hingga aku ingin memeluknya,Saat aku ingin memeluk dia.Ia memukulku dan terlihat sangat marah sekali.Mungkin dia berpikir bahwa aku tidak membolehkan dia menjadi Assassin.Aku menjelaskan bahwa aku tidak akan melakukan hal itu kepadanya.Tiba tiba Adikku memegang pundak Phedo dan menggelengkan kepalanya.Dan tiba tiba Phedo,Menyulurkan tangannya dan meminta maaf kepadaku.aku pun memaafkan dirinya karena dia pasti memiliki alasan tertentu.Saat aku keliling rumah aku tidak melihat Ibu.dan aku pun bertanya kepada Adikku kemana Ibu.Dia terlihat sangat terkejut dan sambil menahan Air Matanya,Dan Tiba Tiba Phedo menarikku dan membawaku keluar Rumah,Dan dia seperti akan mengatakan sesuatu,Aku rasa ini pasti sangat penting.

Mohon Maaf Jika Tidak NgePost Selama Beberapa Bulan.

Terima Kasih Untuk Tetap MenSupport Kami.

Jangan Lupa Like Dan Share Jika Anda Menyukai Story Of Cloud.

Address

Malang

Opening Hours

Saturday 12:00 - 15:00
Sunday 07:00 - 18:30

Telephone

08311869554

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Story Of Cloud posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Story Of Cloud:

Share