30/01/2026
- Kerajaan Selaparang: Pada abad 16-17 M, pusat kekuasaan Sasak ada di Selaparang (Lombok Timur), sementara Lombok Barat dikuasai raja-raja Bali dengan pusat di Mataram dan Cakranegara.
- Kerajaan Mataram Lombok: Berdiri tahun 1838 dan menjadi penguasa tunggal di Lombok pada masa Raja Anak Agung Ketut Karangasem IV (1838-1850). Raja berikutnya, Anak Agung Made Karangasem (1850-1872), membangun Taman Mayura, Pura Meru, dan memindahkan ibu kota ke Cakranegara. Raja terakhir, Anak Agung Gede Ngurah Karangasem (1872-1894), memerintah hingga kerajaan ini jatuh karena serangan Belanda.
Masa Kolonial
- Pada tahun 1894, Belanda berhasil menaklukkan Mataram setelah perang yang menyebabkan kerusakan parah pada puri kerajaan. Setelah itu, sistem pemerintahan dwi tunggal diterapkan di bawah Afdeling Bali-Lombok dengan pusat di Singaraja, Bali. Lombok dibagi menjadi tiga onderafdeling: Lombok Barat, Tengah, dan Timur.
Masa Pasca-Kemerdekaan
- Pada tanggal 17 Desember 1958, Mataram ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Wali Kota pertama Lalu Mudji Tahid. Awalnya terdiri dari tiga kecamatan: Ampenan (pusat pelabuhan), Mataram (pusat pemerintahan dan pendidikan), dan Cakranegara (pusat perdagangan).
- Pada tanggal 31 Agustus 1993, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993, Kotamadya Mataram secara resmi dibentuk. Kemudian, pada tahun 2007, tiga kecamatan baru dibentuk: Sekarbela, Selaparang, dan Sandubaya.
LombokDeltatour.Com