04/12/2021
Kisah Novia
Namanya Novia Widyasari Rahayu, mahasiswa S1 Universitas Brawijaya, Malang.
Suatu hari, pacarnya 'R' mencekokinya obat yang membuatnya tertidur. Empat bulan setelah kejadian, Novia baru menyadari ia hamil. Besar kemungkinan R memperkosanya ketika itu.
Novia meminta pertanggungjawaban R dan keluarganya. Alih-alih mendapatkannya, ia malah dipaksa untuk menggugurkan kandungan. Seorang pamannya yang ia curhati malah memakinya karena ia dianggap sudah membuat keluarga malu.
Keluarga R melakukan intimidasi pada keluarga Novia dengan cara melempar benda semacam 'bom' (sepertinya petasan besar) yang meledak keras dan memutuskan aliran listrik di rumah Novia.
Ayah ibu R mengatakan pada Novia, mereka tak bisa menikah sebab masih ada kakak R yang masih lajang dan posisi R yang masih anggota polisi baru. Ya, Anda tidak salah baca. R berstatus sebagai polisi. Di twitter berseliweran foto wajahnya yang memuakkan.
Novia depresi sejak kejadian tersebut. Ia sempat menuangkan isi hatinya di Quora memakai nama alias 'Aulia'. Di sana ia bercerita banyak tentang depresi yang ia derita, termasuk keinginannya bunuh diri.
Bulan November Novia pernah bercerita tentang kisahnya pada seorang teman, AN.
Tak disangka 2 Desember 2021, seorang penjaga makam di sebuah pemakaman di Mojokerto menemukan seorang gadis tergeletak di samping sebuah makam. Novia akhirnya memutuskan untuk membeli cairan sianida dan meminumnya di samping makam ayahnya. Beberapa hari sebelumnya ia memang dikenal sering mengunjungi makam ayahnya itu.
Sekarang Novia sudah pergi, usai sudah kisah hidupnya yang memilukan, meninggalkan ibunya yang pasti sedih dan kebingungan.
Pertanyaannya sekarang, apakah R dan keluarganya (juga pamannya) masih bisa hidup tenang seperti tak ada apa-apa?
Saya sungguh berharap tidak.
💔
Catatan:
Sebelumnya saya tulis ayah R adalah anggota DPRD daerah setempat, tapi kemudian ada informasi bahwa yang menjadi anggota dewan adalah salah satu keluarga R, bukan ayahnya.
Tambahan:
Mohon teman-teman tidak mencantumkan foto korban, perlakukan ia seolah ia keluargamu, hormati hidup yang ia miliki sebelum hilang.
Untuk identitas pelaku, sudah tersebar di twitter, jadi tidak usah ditaruh juga di sini.
Nomor telepon pelaku tidak usah dicantumkan, postingan ini bukan untuk mengajak membully, melainkan membangun kesadaran bahwa peristiwa seperti ini terjadi. Mari kita kawal bersama-sama.
Yang kira-kira bakal ceramah agama dan menyalahkan korban, saya mohon TIDAK USAH KOMEN. Silakan membuat lapak sendiri. Komentar Anda hanya akan membuat saya merasa iba dengan kedangkalan nalar Anda.
Jika ada komen seperti ini yang terlewat, silakan colek saya.
Terima kasih banyak 🙏