13/10/2026
Pada 24 September 2026, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) #2 untuk Kajian AKSELERASI di Surabaya dengan tema “Penguatan Implementasi Elektrifikasi Mobilitas pada Pelabuhan”. Dipimpin oleh Dr. Ir. Dewanti, M.S. selaku Ketua Tim Kajian, FGD ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan regulasi, pembiayaan, infrastruktur energi, serta integrasi ekosistem guna memperkuat implementasi elektrifikasi mobilitas di pelabuhan. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT Pelindo Terminal Petikemas.
Zainal Abdul Rahman, S.H., M.H. menekankan pentingnya masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan regulasi elektrifikasi pelabuhan yang saat ini masih berupa rekomendasi. Sementara itu, Kristiyanto menyoroti potensi dukungan melalui insentif fiskal dan pembiayaan hijau, yang memerlukan kejelasan regulasi sektoral.
Dari aspek energi, Anggito Anggi menyampaikan bahwa penyediaan pasokan listrik yang andal bagi pelabuhan telah direncanakan melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), sejalan dengan target bauran energi baru terbarukan (EBT).
Di sisi operasional, Mukhammad Anton Efendy Maharda Dewa menjelaskan bahwa elektrifikasi di lingkungan Pelindo merupakan bagian dari transformasi ekosistem kepelabuhanan yang telah meningkatkan ketersediaan peralatan hingga 90%, sekaligus membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
Diskusi yang dimoderatori oleh Prof. Raja Oloan Saut Gurning, S.T., M.Sc., Ph.D., CMarTech, menyimpulkan bahwa komitmen terhadap elektrifikasi pelabuhan telah terbentuk, tetapi implementasinya perlu diperluas hingga tingkat pelaksana. ‘Kolaborasi lintas sektor, kejelasan regulasi, dan pengembangan model bisnis bersama’ menjadi aspek penting untuk mendorong elektrifikasi mobilitas pelabuhan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.