Kampung Wisata Purbayan

Kampung Wisata Purbayan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kampung Wisata Purbayan, Travel Service, Jalan Canteng No 29 RT 37/RW 09 Purbayan, Yogyakarta City.

MLAMPAH TRIP JELAJAH KOTAGEDE(Bulan September)Siapa bilang keindahan Jogja hanya ada di Malioboro, ada yang spesial di P...
30/08/2026

MLAMPAH TRIP JELAJAH KOTAGEDE
(Bulan September)

Siapa bilang keindahan Jogja hanya ada di Malioboro, ada yang spesial di Pojok Kota Jogjakarta, tersimpan harta karun sejarah yang menunggu untuk dijelajahi.

Menyusuri lorong labirin yang seolah tak berujung, menyentuh dinding rumah bergaya Indis yang catnya memudar dimakan usia, hingga berdiri hening di Kotagede

Yuk, pilih Jadwalnya Paket Reguler :

Pekan 1
Kamis , 3 September 2026 08:00
Sabtu, 5 September 2026 08:00
Minggu, 6 September 2026 08:00

Pekan 2
Kamis , 10 September 2026 08:00
Sabtu, 12 September 2026 08:00
Minggu,13 September 2026 08:00

Pekan 3
Kamis, 17 September 2026 08:00
Sabtu, 19 September 2026 08:00
Minggu, 20 September 2026 08:00

Pekan 4 (Spesial Pasar Lawas Mataram)
Jum’at, 25 September 2026 15:00
Sabtu, 26 September 2026 08:00
Minggu, 27 September 2026 08:00

Peserta akan menikmati suasana Kotagede dengan Route Jalan kaki :
1. Masjid Gede Mataram
2. Makam Raja Kotagede
3. Sendang Selirang
4. Pasar Kotagede
5. Lorong Labirin
6. Rumah Indishce
7. Beteng Cepuri
8. Between Two Gates
9. Peken Klangenan Kotagede (Sabtu dan Minggu)

Biaya 85 Rb / Orang
Durasi : 2-2,5 Jam

Fasilitas :
1. Guide
2. ⁠Air Mineral & Wedang Uwuh
3. ⁠Snack Tradisional (Khusus Sabtu dan Minggu diganti Voucher di PKK)
4. Dokumentasi by Iphone dan Kamera

---- ---- ---- ----- ----- ------ -----

Kampung Wisata Purbayan juga melayani paket Trip diluar jadwal Reguler tersebut :
1. Paket Privat
2. Paket Keluarga
3. Paket Coporate / Komunitas
4. Paket Pelajar & Mahasiswa

Paket Lainnya :
1. Gowes Kotagede
2. Membuat Cincin Perak
3. Membatik
4. Foto Baju adat Mulai
5. Nabuh Gamelan
6. Jemparingan
7. Membuat Roti Kembangwaru
8. Belajar Menari
9. Studi Banding / Kunjungan Kerja

25/08/2026

Lupakan hiruk-pikuk ditengah Kota, ada sisi lain yang bersembunyi di balik tembok-tembok tua Kotagede, di mana denting gamelan bukan sekadar musik, tapi detak jantung sejarah.

Bersama Kak Nadya, kami traveler dari berbagai kota di Jakarta, Depok dan Bandung sedang melakukan time travel.

Menyusuri lorong labirin yang seolah tak berujung, menyentuh dinding rumah bergaya Indis yang catnya memudar dimakan usia, hingga berdiri hening di antara Masjid Gedhe Mataram Kotagede

Setiap langkah adalah dialog bisu dengan leluhur Mataram Islam.
Puncaknya? Saat kami tiba di Between Two Gates. Di titik ini, arsitektur Jawa dan filosofi hidup menyatu. Waktu terasa membeku. Kamera mungkin bisa mengabadikan momen, tapi hati yang merekam rasanya.

Sebelum pulang, kami singgah di Peken Klangenan—bukan sekadar pasar, tapi ruang budaya tempat rasa dan cerita bertemu.

Kotagede bukan destinasi. Ia adalah perasaan.

24/08/2026

Keindahan Tersembunyi di Pojok Kota Jogjakarta

Ada pesona yang tak terlihat dari jalan raya. Ia bersembunyi di balik lorong-lorong labirin, di dinding rumah bergaya Indis yang memudar, dan dalam denting gamelan yang menggema pelan. Dipandu oleh Kak Okta perjalanan ini bukan sekadar walking tour, melainkan sebuah time travel menyelami jiwa Kerajaan Mataram Islam.

Dimulai dari Masjid Gedhe, Makam Raja-Raja, hingga Sendang Selirang, setiap langkah adalah dialog dengan masa lalu. Kami menyusuri gang sempit menuju Between Two Gates—di mana arsitektur tradisional Jawa bertemu filosofi hidup yang dalam. Di sinilah waktu terasa berhenti, dan momen terbaik siap diabadikan.

Kotagede bukan hanya destinasi wisata, tapi ruang untuk meresapi warisan leluhur dengan hati.

23/08/2026

kegiatan Summer Camp UKDW 2026 Visual Ethnography di Kotagede, dengan nuansa yang penuh budaya

Summer Camp 2026 resmi dimulai Kami berkumpul di pendopo ikonik Between Two Gates, mengawali perjalanan dengan kehangatan wedang uwuh, gurihnya lemper, dan kenyalnya kipo. Rasa tradisional ini menjadi pembuka yang sempurna sebelum kami menyelami lapisan sejarah Kotagede lebih dalam.

Dipandu oleh Kak Cika dan Danis, tim Visual Ethnography kami melakukan jelajah mendalam (deep exploration) ke jantung Kerajaan Mataram Islam:
🕌 Masjid Gedhe Mataram: Menyaksikan arsitektur sakral yang berdiri kokoh.
⚰️ Makam Kotagede: Meresapi ketenangan dan nilai spiritual leluhur.
💧 Sendang Selirang: Menelusuri sumber air bersejarah yang masih terjaga.
🛍️ Pasar Kotagede: Mengamati dinamika sosial-ekonomi warga lokal yang hidup berdampingan dengan sejarah.

Perjalanan tidak berhenti di situ. Kami juga terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui praktik nyata:
Membuat Roti Kembang Waru di rumah bergaya Indische, merasakan proses dari adonan hingga matang.
💍 Belajar kerajinan tangan halus berupa pembuatan Cincin Perak, warisan keahlian tangan pengrajin Kotagede.

Ini bukan sekadar wisata, tapi sebuah studi visual tentang bagaimana tradisi tetap bernafas di tengah modernitas.

Visual Ethnography kali ini bener-bener membuka mata kita kalau sejarah itu nggak cuma di buku, tapi bisa dirasakan, dicium aromanya, dan dibuat dengan tangan sendiri.

22/08/2026

Siapa bilang keindahan Jogja hanya ada di Malioboro, ada yang spesial di Pojok Kota Jogjakarta, tersimpan harta karun sejarah yang menunggu untuk dijelajahi.

Bersama Kak Danis, kami diajak menelusuri lorong-lorong labirin dan mengagumi rumah bergaya Indis yang penuh cerita.

Perjalanan dimulai dari Masjid Gedhe, Makam Raja Kotagede hingga Sendang Selirang. Setiap sudutnya adalah saksi bisu kejayaan Mataram Islam.

Momen paling magis ada saat kami tiba di Between Two Gates, spot ikonik di mana arsitektur Jawa dan filosofi hidup menyatu sempurna. Rasanya seperti waktu berhenti sejenak

Kotagede bukan sekadar tempat berkunjung, tapi ruang untuk meresapi warisan leluhur dengan hati. Yuk, rasakan sendiri keajaiban tersembunyi ini! Tag teman yang mau diajak time travel bareng.

MBA FEB UGM students had a blast at Academix Culture in Kampung Wisata Purbayan. They learned batik-making, crafted Roti...
19/08/2026

MBA FEB UGM students had a blast at Academix Culture in Kampung Wisata Purbayan. They learned batik-making, crafted Roti Kembangwaru, played gamelan, and explored Masjid Gedhe , Kotagede Cemetery and Between Two Gates

19/08/2026

Ada keindahan yang tak terlihat dari jalan raya, tapi bersembunyi di balik lorong-lorong labirin, di dinding rumah bergaya Indis yang memudar, dan di denting gamelan yang menggema pelan.

Dipandu oleh Kak Cika, perjalanan ini bukan sekadar walking tour, tapi sebuah time travel menyelami jiwa Kerajaan Mataram Islam.

Dimulai dari Masjid Gedhe, Makam Raja-Raja, hingga Sendang Selirang, setiap langkah adalah dialog dengan masa lalu. Lalu, menyusuri gang sempit menuju Between Two Gates—di mana arsitektur tradisional Jawa bertemu filosofi hidup yang dalam. Di sinilah waktu terasa berhenti, dan momen terbaik siap diabadikan.

Kotagede bukan hanya destinasi wisata, tapi ruang untuk meresapi warisan leluhur dengan hati. ❤️

Address

Jalan Canteng No 29 RT 37/RW 09 Purbayan
Yogyakarta City
55173

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kampung Wisata Purbayan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category